Saya sih nggak perlu tafsir disini (soale bukan pertanyaan saya juga), saya disini cuma ingin tahu apakah memang hanya "pemuka agama" saja yang berhak menafsir. :lol:
Btw, kalo secara general saya mungkin bisa menjawab. Tafsir itu diperlukan untuk mengetahui apa sebenarnya maksud dari suatu ajaran agam agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oh iya, tentunya yang memang belum jelas, kalo sudah jelas sih buat apa lagi di-tafsir.
Last edited by danalingga; 23-12-2011 at 08:29 PM.
Mengenai tafsir, ane sejalan dgn engkong Pasing dan mbah Alip. Menafsirkan suatu teks membutuhkan penguasaan bahasa teks tsb; kapan, dimana, dan dalam situasi apa teks tsb muncul; juga siapa yg memunculkannya. Kemudian hasil dari tafsiran tsb tidak lepas dari siapa yg menafsirkannya dan utk keperluan apa penafsiran itu dilakukan. Misalkan penafsiran ayat-ayat tertentu dlm Quran. Jelas di situ diperlukan penguasaan bhs Arab, pengetahuan ttg sebab-sebab munculnya ayat-ayat tsb, dan siapa Muhammad. Hasil dari penafsiran Quran tsb juga bergantung pada siapa penafsirnya, misalnya apakah Asum atau si purba. Kalau Asum, dia akan menafsirkan ayat-ayat Quran sesuai dgn keyakinannya sebagai muslim, sedangkan purba akan menafsirkannya sesuai keyakinannya sbg ateis.
![]()
Siapa yang mengatakan kepada anda bahwa hanya "pemuka agama" saja yang berhak menafsir ? Apa dasarnya ?
Kalau ahlul 'ilmi (orang yang punya pengetahuan tentang hal tsb), maka dia boleh menafsir, terlepas apakah ia merupakan pemuka agama, atau bukan. Tapi jika bukan ahlul 'ilmi (orang yang tidak punya pengetahuan tentang hal tsb), maka tidak pantas dan tidak layak untuk menafsir. Justru sesuai petunjuk Allah SWT, diperintahkan bertanya kepada orang yang punya pengetahuan.
Kalau begitu beres masalahnya, jadi topik ini bisa ditutup kanOriginally Posted by danalingga
btw, contoh menurut al-Qur'an dikatakan :
أَقِمِ الصَّلَوٰةَaqimish sholaata
Terjemahan bebas : Dirikanlah sholat
Sholat yang dimaksud apa ya ?![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Loh saya kan tanya : Sholat yang dimaksud apa ya ?
Sama seperti jika saya tanya : Rumah yang dimaksud apa ya ? (jika kalimatnya Dirikanlah Rumah)
atau
Sama seperti jika saya tanya : Tiang yang dimaksud apa ya ? (jika kalimatnya Dirikanlah Tiang)
btw ... memahami pertanyaan saja tidak bisa (kenapa gak tanya kalo gak jelas pertanyaannya ?), bagaimana bisa jawabannya sesuai yang ditanyakan ?![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)