Bahasa Banyumasan sedikit mendapat kontaminasi dibandingkan bahasa pesisiran utara. Sebab untuk mencapai daerah Banyumas harus melalui sekian gunung dan perbukitan. Dengan demikian pengaruh asing tidak sebanyak seperti pada Bahasa Jawa Solo / Yogya, apalagi Semarangan. Huruf Jawa yang berjumlah dua puluh itu sebenarnya juga direkayasa pada jaman Sultan Agung Hanyakrakusuma, sebab huruf Jawa yang "asli" sudah tidak ditemukan lagi sejak runtuhnya Majapahit dan timbulnya kerajaan Islam di Jawa. Bahkan orang jawa kuno menulis bukan dengan huruf namin dengan simbol2 alam...
Selamat belajar Bahasa Jawa, semoga tidak sekedar mempelajari bahasanya namun juga "piwulang kautaman" yang terkandung di dalamnya...
Hayu jayu rahayu, jaya jaya wijayanti
Sura dira jaya ning rat lebur dening pangastuti
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote