Apanya yg dipatenkan ? Itu kan justru cara kuno, dari dulu juga udah ada. Kalo jaman dulu, tentu setelah film ada teknologi suaranya, pengambilan gambar dan perekaman suara itu tidak dilakukan bersamaan. Coba liat aja, semua film Indonesia yang dibuat sebelum pertengahan 80-an pasti begitu caranya. Pengisian suara itu setelah shooting selesai. Setelah itu baru diedit. Tentu saja cara ini lebih lama, tapi kualitas suaranya lebih jernih dan selektif. Sinetron biasanya sih males pake cara ini soalnya lebih mahal. Tapi sinetron Indosiar yang kolosal selalu pake cara ini.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote