Quote Originally Posted by aya_muaya View Post
kebetulan ane otomatis masuk askes. Selama ini gak pernah pakai kecuali pas kecelakaan terakhir. Sejak awal selalu skeptis pada askes, entah pelayanan lama, dokternya gak yang ahli, obatnya murahan, sembuhnya lama. Pelayanannya gak bagus.
Mulai hamil, selalu periksa gak pakai askes, pun kalau aulia sakit, gak pernah pakai askes, naudzubillah...
Kemaren terpaksa pakai askes karena harus opname habis kecelakaan, itu pun waktu di IGD, habis dijahit, aku udah disuruh bawa pulang sama dokternya, tapi keluarga pada teriak2, masa gak rawat inap..
Udah gitu, antri mau nyari kamar aja, sekitar 3jam baru dapat kamar.
kok gitu ya?
gw dan istri berobat seringkali pake Jamsostek, tapi
ngga pernah diperlakukan seperti warga kelas sekian.
Memang SOP nya lebih panjang, tapi gw sadar diri,
kalau SOP itu harus dipenuhi, makanya setiap kali
hendak berobat, semua kelengkapan sudah gw persi
apkan, sehingga ketika di rumah sakit, tidak ada per
soalan administrasi yang mengganggu.

Tyt belum berakhir sampai disitu, ane kena mal praktek sebenarnya, jahitan kepala dinyatakan gagal jahit karena yang njahit ane co ass yang lagi2... Gak bisa jahit, aneh, padahal jahit kepala itu udah yang paling mudah.
Jahitan kepala ane pun kena infeksi..
Bernanah dan hasilnya gak bagus..
ini tidak ada urusan dengan askes atau bukan, yang
namanya dokter co-ass memang harus praktek di Ru
mah sakit, dan itu lumrah dirumah sakit manapun.

Udah gitu obat2nya murahan, begitu ane ganti ama dokter yang gak pakai askes, bdan jadi pulih cepat, tyt obatnya aja 3kali lebih mahal dari askes..
Ah, pembohongan publik, kesehatan dan nyawa manusia napa dijadikan mainan dan tidak dipedulikan...
Murahan atau generik?
beneran sembuh atau cuma sugesti?