Ada yang sudah baca?
Buku terbitan Belanda tahun 1860, diterjemahkan pertama kali ke Bahasa Inggris. Baru diterjemahkan ke Bahasa Indonesia tahun 1972. Dipuji oleh Pramoedya Ananta Toer sebagai 'buku yang membunuh kolonialisme'.
Begitu terbit, buku ini menimbulkan kegemparan di Belanda dan kurang dari satu dekade kemudian, kebijakan cultuurestelsel dicabut secara bertahap. Buku ini juga tidak sekedar membahas masalah kebijakan agrobisnis tetapi juga tentang birokrasi dan kebodohan yang mewabah di Pulau Jawa. Empat dekade kemudian, kebijakan politik etis diterapkan dan salah satunya adalah melalui pendidikan.
Buku ini konon juga salah satu buku bacaan Bung Karno.
Membaca buku ini mungkin agak membosankan. Maklum, isinya berisi kisah-kisah birokrasi yang terjadi di Nusantara. Apalagi ada sisi narsisme dari si penulis karena memang latar belakang penulis sangat mempengaruhi buku ini.
Menjelang akhir, penulis menyelipkan kisah cinta 'Saijah dan Adinda' yang sangat menohok dan memilukan.
Ada yang pernah menelusuri desa lokasi kisah cinta ini, ternyata memang ada kisah, tetapi nama pemudanya Saijan bukan Saijah dan juga ada legenda harta karun di bawah pohon ketapang.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote



