COD mah beresiko tinggi, ntar kaya kasus paket durian di kantor om imin lagi hehehehe
btw, soal KYC dan transfer duit
di Bank, hanya nasabah WIC (walk-in customer) yang dikenai form untuk pengisian tujuan penggunaan dana, apalagi saat transfer, setor dll
klo nasabah regular biasanya tidak akan ditanyai, apalagi nasabah prima, jangankan ditanyain, cukup telpon doang ratusan juta bisa langsung angkut hehe
di Bank, ada 2 macam transaksi yang harus dilaporkan ke PPATK dalam rangka money laundry
CTR, yaitu cash transaction, transaksi tunai diatas 500juta harus dilaporkan ke PPATK
dan STR, yaitu suspicious transaction, transaksi dari semua nasabah (reguler maupun WIC) yang dianggap mencurigakan, seperti ada nasabah A biasanya nggak ada transaksi, tiba2 ketiban duit 500juta, nah itu harus dilaporkan ke PPATK
nah, untuk beberapa Bank yang mengandalkan service transfer duit ala B*A memang paling banyak nasabah WIC
jadi mereka terhitung paling ketat
tapi klo udah jadi nasabah priority.... jangan tanya deh, kita telpon doang, dia yang datang
maaf tidak banyak membantu, gw anak lending soalnya hehehehe![]()
not quite
sistem personal banking dirancang untuk menservis mereka2 yang termasuk gold member dari bank tersebut, jadi memang kemudahan is above all else
masalahnya......
jadi banyak para LO (Liaison Officer) yang kebablasan, sampe ngurusin hal hal diluar jobdis nya dia
klo cuman sbatas ikutan golf ato clubbing sih gak masalah, toh itu demi service
tapi klo udah diluar itu ? terjadilah seperti yang disebutin ama Lampas tadi
btw......ada komen lagi soal om agus ? saya cari kok tidak ada perkembangan nih kasus
@tsu... tanya dong
saya jadi ingat cerita teman RM, untuk para nasabah premium,
sekarang ini, masih bisa kah transaksi mereka dilakukan tidak
tercatat/tercetak? dulu dia cerita kliennya pejabat yang punya
beberapa istri, dia minta diatur agar transfer ke para istrinya
diatur sedemikian rupa tapi tidak dapat diketahui istri pertamanya
tidak tercatat itu tidak mungkin, karena setiap bank sekarang ada sistem core-banking
tapi klo tidak tercetak itu mungkin, apalagi klo dibikin agar tidak ketahuan hehehehe, lebih mungkin lagi
klo sampe ada yang tidak tercatat, itu tanggung jawab penuh si LO/ RM, bisa berabe tuh, di tuduh pasal penggelapan![]()
berarti yang mungkin tidak tercetak ya...
tsu ahli sekali nih, panggilannya tsu dee aja ya![]()
ooohh begitu. gimana caranya biar bs nggak tercetak?
emang bisa dibikin nggak ketahuan kalau transfer dalam jumlah banyak? gimana caranya?
---------- Post added at 08:26 AM ---------- Previous post was at 08:03 AM ----------
boleh.tp harus seizin atasan.
jadi komisaris atau punya saham juga boleh. yang tidak boleh itu bekerja di LSM, konsultan dan perusahaan Asing.
http://m.hukumonline.com/klinik/detail/cl1139
---------- Post added at 08:28 AM ---------- Previous post was at 08:26 AM ----------
btw, perkembangan kasusnya : ternyata uang2 yang ada di rekening2 PNS muda itu adalah titipan atasan2nya.
mungkin lah
ya.... ini pekerjaan sehari2 sih, nasabah sekarang kan maunya personal semua, nggak funding nggak lending
setor duit banyak ke Bank, pasti di kejar2 ama marketing nya hehehehe
gimana caranya ? ya nggak usah dicetak hehehehe
ato bikin aja account dengan nama beda, ato pake embel2 "cq" jadi si nyonya biar nggak bisa ngecek gitu hehehe
yoi, betul, golongan III (a-d) itu boleh berusaha (punya cv dan sebagainya) tapi harus ijin atasan
klo golongan IV yang nggak boleh sama sekali
tuh kan, ternyata kepunyaan pejabat2 nya juga
BETUL !!
ah kata gue juga apa, gak mungkin bageds bosnya kagak tau. kan skr poake tehnik sharing gitu kali
Artinya sbnrnya Wamen nggak boleh jadi komisaris dong ya? Wamen kan Eselon 1?
wamen itu golongan IV ? gw kira cuman jabatan politis soalnya bukan pns
bukan istri sih klo real life, tapi adik ato ponakan, klo anak + istri mereka nggak berani
ato biasanya, si bapak pejabat ikutan mroyek di daerah lain, tapi sekarang dengan sistem e-procurement (alias sistem lelang online) agak susah de mau maen2
Kalo Men dan Wamen yg bukan org partai gmana?
Yg dulunya Dirjen. Artinya kan mereka PNS?
Apa ketika jadi Men dan Wamen otomatis mereka udah bukan PNS lg?
ckckck ..... depkeu lg depkeu lg?
konon PNS yng renumerasinya dah paling top dinegeri ini yak?
dulu .... duluuu sekale (sebelum inpres 84)
yng namanya pegawai beacukai tuh luar biasa pesonanya
jgnkan PNS-nya, OB-nya aja disegani dikampung saya![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
cek UU 39/2008, menteri ga boleh rangkap jabatan, termasuk jadi komisaris
real life istri yang jadi pengusaha itu macam Nunun
memang lebih banyak kerabat yang jadi pengusaha
tapi saya masih lihat di pusat pun banyak istri pemberani
apalagi di tingkat pemda, jauh lebih berani dari tingkat pusat
Yg gw tanya WAmen...
---------- Post added at 06:34 PM ---------- Previous post was at 06:32 PM ----------
Krn sepengetahuan gw, ada Wamen yg jadi komisaris di suatu perusahaan multinasional..
ah iya, ada yang dari jalur birokrasi juga, maklum sudah terbiasa kabinet titipan ala esbeye hehehe
tidak semenjak KPK mulai obok obok bea cukai, konon waktu di Tanjung Perak sby, ada yang sampe nemu tumpukan amplop di bea cukai situ
klo disini....mungkin kultur nya masih istri = dibelakang, gitu kali yah
jadi lebih banyak kerabat yang bekerja, tapi klo kaya si nyunyun..... wah itu mah semacam tangan kanan hehehehe