Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 47

Thread: Mirip Gayus, 10 PNS Muda Kaya Raya

  1. #21
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    di banyak kasus korupsi, duit hasil korup sangatlah jarang yang likuid, selalu sudah berubah menjadi aset fisik(atas nama orang lain, bukan keluarga)
    aset fisik itu dianggap lebih menguntungkan, karena sebagian untuk invest, sebagian juga aman dari audit (asal uang tutup mulutnya lancar sih)
    sepengetahuan dan sepenglihatan saya
    aset fisik banyak, tapi banyak juga yang
    berupa paket tunai, cash on delivery

  2. #22
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    COD mah beresiko tinggi, ntar kaya kasus paket durian di kantor om imin lagi hehehehe

    btw, soal KYC dan transfer duit
    di Bank, hanya nasabah WIC (walk-in customer) yang dikenai form untuk pengisian tujuan penggunaan dana, apalagi saat transfer, setor dll
    klo nasabah regular biasanya tidak akan ditanyai, apalagi nasabah prima, jangankan ditanyain, cukup telpon doang ratusan juta bisa langsung angkut hehe

    di Bank, ada 2 macam transaksi yang harus dilaporkan ke PPATK dalam rangka money laundry
    CTR, yaitu cash transaction, transaksi tunai diatas 500juta harus dilaporkan ke PPATK
    dan STR, yaitu suspicious transaction, transaksi dari semua nasabah (reguler maupun WIC) yang dianggap mencurigakan, seperti ada nasabah A biasanya nggak ada transaksi, tiba2 ketiban duit 500juta, nah itu harus dilaporkan ke PPATK

    nah, untuk beberapa Bank yang mengandalkan service transfer duit ala B*A memang paling banyak nasabah WIC
    jadi mereka terhitung paling ketat
    tapi klo udah jadi nasabah priority.... jangan tanya deh, kita telpon doang, dia yang datang

    maaf tidak banyak membantu, gw anak lending soalnya hehehehe

  3. #23
    pelanggan tetap king lampas's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    my kingdom
    Posts
    1,328
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    COD mah beresiko tinggi, ntar kaya kasus paket durian di kantor om imin lagi hehehehe

    btw, soal KYC dan transfer duit
    di Bank, hanya nasabah WIC (walk-in customer) yang dikenai form untuk pengisian tujuan penggunaan dana, apalagi saat transfer, setor dll
    klo nasabah regular biasanya tidak akan ditanyai, apalagi nasabah prima, jangankan ditanyain, cukup telpon doang ratusan juta bisa langsung angkut hehe

    di Bank, ada 2 macam transaksi yang harus dilaporkan ke PPATK dalam rangka money laundry
    CTR, yaitu cash transaction, transaksi tunai diatas 500juta harus dilaporkan ke PPATK
    dan STR, yaitu suspicious transaction, transaksi dari semua nasabah (reguler maupun WIC) yang dianggap mencurigakan, seperti ada nasabah A biasanya nggak ada transaksi, tiba2 ketiban duit 500juta, nah itu harus dilaporkan ke PPATK

    nah, untuk beberapa Bank yang mengandalkan service transfer duit ala B*A memang paling banyak nasabah WIC
    jadi mereka terhitung paling ketat
    tapi klo udah jadi nasabah priority.... jangan tanya deh, kita telpon doang, dia yang datang

    maaf tidak banyak membantu, gw anak lending soalnya hehehehe
    oh i c
    hmm pantesan ada kasus malinda dee yah?

  4. #24
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    not quite

    sistem personal banking dirancang untuk menservis mereka2 yang termasuk gold member dari bank tersebut, jadi memang kemudahan is above all else

    masalahnya......
    jadi banyak para LO (Liaison Officer) yang kebablasan, sampe ngurusin hal hal diluar jobdis nya dia
    klo cuman sbatas ikutan golf ato clubbing sih gak masalah, toh itu demi service
    tapi klo udah diluar itu ? terjadilah seperti yang disebutin ama Lampas tadi

    btw......ada komen lagi soal om agus ? saya cari kok tidak ada perkembangan nih kasus

  5. #25
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    @tsu... tanya dong

    saya jadi ingat cerita teman RM, untuk para nasabah premium,
    sekarang ini, masih bisa kah transaksi mereka dilakukan tidak
    tercatat/tercetak? dulu dia cerita kliennya pejabat yang punya
    beberapa istri, dia minta diatur agar transfer ke para istrinya
    diatur sedemikian rupa tapi tidak dapat diketahui istri pertamanya

  6. #26
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    tidak tercatat itu tidak mungkin, karena setiap bank sekarang ada sistem core-banking
    tapi klo tidak tercetak itu mungkin, apalagi klo dibikin agar tidak ketahuan hehehehe, lebih mungkin lagi

    klo sampe ada yang tidak tercatat, itu tanggung jawab penuh si LO/ RM, bisa berabe tuh, di tuduh pasal penggelapan

  7. #27
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    berarti yang mungkin tidak tercetak ya...
    tsu ahli sekali nih, panggilannya tsu dee aja ya

  8. #28
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    Mantap...kapan yah gw bisa jadi nasabah proritas

  9. #29
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    tidak tercatat itu tidak mungkin, karena setiap bank sekarang ada sistem core-banking
    tapi klo tidak tercetak itu mungkin, apalagi klo dibikin agar tidak ketahuan hehehehe, lebih mungkin lagi

    klo sampe ada yang tidak tercatat, itu tanggung jawab penuh si LO/ RM, bisa berabe tuh, di tuduh pasal penggelapan
    ooohh begitu. gimana caranya biar bs nggak tercetak?
    emang bisa dibikin nggak ketahuan kalau transfer dalam jumlah banyak? gimana caranya?

    ---------- Post added at 08:26 AM ---------- Previous post was at 08:03 AM ----------

    Quote Originally Posted by bradon heat View Post
    kalo PNS ada regulasi untuk tidak boleh sambilan menjadi pengusaha ?/
    seperti yg di lakukan TNI ?? cmiiw
    boleh.tp harus seizin atasan.
    jadi komisaris atau punya saham juga boleh. yang tidak boleh itu bekerja di LSM, konsultan dan perusahaan Asing.

    http://m.hukumonline.com/klinik/detail/cl1139

    ---------- Post added at 08:28 AM ---------- Previous post was at 08:26 AM ----------

    btw, perkembangan kasusnya : ternyata uang2 yang ada di rekening2 PNS muda itu adalah titipan atasan2nya.

  10. #30
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    Kalo dititipin atasan berarti dapet hasil bagi juga

  11. #31
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    berarti yang mungkin tidak tercetak ya...
    tsu ahli sekali nih, panggilannya tsu dee aja ya
    mungkin lah
    ya.... ini pekerjaan sehari2 sih, nasabah sekarang kan maunya personal semua, nggak funding nggak lending

    Quote Originally Posted by Urzu 7 View Post
    Mantap...kapan yah gw bisa jadi nasabah proritas
    setor duit banyak ke Bank, pasti di kejar2 ama marketing nya hehehehe

    Quote Originally Posted by spears View Post
    ooohh begitu. gimana caranya biar bs nggak tercetak?
    emang bisa dibikin nggak ketahuan kalau transfer dalam jumlah banyak? gimana caranya?
    gimana caranya ? ya nggak usah dicetak hehehehe
    ato bikin aja account dengan nama beda, ato pake embel2 "cq" jadi si nyonya biar nggak bisa ngecek gitu hehehe
    Quote Originally Posted by spears View Post
    boleh.tp harus seizin atasan.
    jadi komisaris atau punya saham juga boleh. yang tidak boleh itu bekerja di LSM, konsultan dan perusahaan Asing.

    http://m.hukumonline.com/klinik/detail/cl1139

    btw, perkembangan kasusnya : ternyata uang2 yang ada di rekening2 PNS muda itu adalah titipan atasan2nya.
    yoi, betul, golongan III (a-d) itu boleh berusaha (punya cv dan sebagainya) tapi harus ijin atasan
    klo golongan IV yang nggak boleh sama sekali

    tuh kan, ternyata kepunyaan pejabat2 nya juga

    Quote Originally Posted by Urzu 7 View Post
    Kalo dititipin atasan berarti dapet hasil bagi juga
    BETUL !!

  12. #32
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ah kata gue juga apa, gak mungkin bageds bosnya kagak tau. kan skr poake tehnik sharing gitu kali

  13. #33
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    yoi, betul, golongan III (a-d) itu boleh berusaha (punya cv dan sebagainya) tapi harus ijin atasan
    klo golongan IV yang nggak boleh sama sekali
    kalau pejabat, suami tetap PNS punya proyek
    tapi istri jadi pengusaha penawar proyek

  14. #34
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Artinya sbnrnya Wamen nggak boleh jadi komisaris dong ya? Wamen kan Eselon 1?

  15. #35
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    wamen itu golongan IV ? gw kira cuman jabatan politis soalnya bukan pns

    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    kalau pejabat, suami tetap PNS punya proyek
    tapi istri jadi pengusaha penawar proyek
    bukan istri sih klo real life, tapi adik ato ponakan, klo anak + istri mereka nggak berani

    ato biasanya, si bapak pejabat ikutan mroyek di daerah lain, tapi sekarang dengan sistem e-procurement (alias sistem lelang online) agak susah de mau maen2

  16. #36
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Kalo Men dan Wamen yg bukan org partai gmana?
    Yg dulunya Dirjen. Artinya kan mereka PNS?
    Apa ketika jadi Men dan Wamen otomatis mereka udah bukan PNS lg?

  17. #37
    ckckck ..... depkeu lg depkeu lg?
    konon PNS yng renumerasinya dah paling top dinegeri ini yak?

    dulu .... duluuu sekale (sebelum inpres 84)
    yng namanya pegawai beacukai tuh luar biasa pesonanya
    jgnkan PNS-nya, OB-nya aja disegani dikampung saya
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  18. #38
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Quote Originally Posted by spears View Post
    Artinya sbnrnya Wamen nggak boleh jadi komisaris dong ya? Wamen kan Eselon 1?
    cek UU 39/2008, menteri ga boleh rangkap jabatan, termasuk jadi komisaris

    Quote Originally Posted by tsu View Post
    bukan istri sih klo real life, tapi adik ato ponakan, klo anak + istri mereka nggak berani

    ato biasanya, si bapak pejabat ikutan mroyek di daerah lain, tapi sekarang dengan sistem e-procurement (alias sistem lelang online) agak susah de mau maen2
    real life istri yang jadi pengusaha itu macam Nunun
    memang lebih banyak kerabat yang jadi pengusaha
    tapi saya masih lihat di pusat pun banyak istri pemberani
    apalagi di tingkat pemda, jauh lebih berani dari tingkat pusat

  19. #39
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Yg gw tanya WAmen...

    ---------- Post added at 06:34 PM ---------- Previous post was at 06:32 PM ----------

    Krn sepengetahuan gw, ada Wamen yg jadi komisaris di suatu perusahaan multinasional..

  20. #40
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    Quote Originally Posted by spears View Post
    Kalo Men dan Wamen yg bukan org partai gmana?
    Yg dulunya Dirjen. Artinya kan mereka PNS?
    Apa ketika jadi Men dan Wamen otomatis mereka udah bukan PNS lg?
    ah iya, ada yang dari jalur birokrasi juga, maklum sudah terbiasa kabinet titipan ala esbeye hehehe
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    ckckck ..... depkeu lg depkeu lg?
    konon PNS yng renumerasinya dah paling top dinegeri ini yak?
    dulu .... duluuu sekale (sebelum inpres 84)
    yng namanya pegawai beacukai tuh luar biasa pesonanya
    jgnkan PNS-nya, OB-nya aja disegani dikampung saya
    tidak semenjak KPK mulai obok obok bea cukai, konon waktu di Tanjung Perak sby, ada yang sampe nemu tumpukan amplop di bea cukai situ
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    real life istri yang jadi pengusaha itu macam Nunun
    memang lebih banyak kerabat yang jadi pengusaha
    tapi saya masih lihat di pusat pun banyak istri pemberani
    apalagi di tingkat pemda, jauh lebih berani dari tingkat pusat
    klo disini....mungkin kultur nya masih istri = dibelakang, gitu kali yah
    jadi lebih banyak kerabat yang bekerja, tapi klo kaya si nyunyun..... wah itu mah semacam tangan kanan hehehehe

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •