Jembatan Mahakam

(atau Jembatan Mahkota I) adalah sebuah jembatan yang dibangun di atas alur Sungai Mahakam yang menghubungkan kawasan Samarinda kota dengan wilayah kecamatan Samarinda Seberang. Jembatan tersebut sangat vital bagi pengguna kendaraan sebagai jalur keluar masuk kendaraan dari dan menuju luar kota Samarinda.[2] Jembatan Mahakam dibangun pada tahun 1987 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Jembatan Mahakam memiliki ciri-ciri rangka baja berbentuk segitiga dan tulisan "JEMBATAN MAHAKAM" berbentuk setengah lingkaran. Jembatan dibangun dengan biaya konstruksi Rp7 miliar oleh kontraktor PT Hutama Karya (Persero) dengan panjang 400 meter, lebar 10 meter dan tinggi sekitar 5 meter di atas permukaan aspal. Jembatan ini memiliki lajur pejalan kaki di sampingnya[1].

Perkembangan
Pada tahun-tahun setelah peresmian Jembatan Mahakam, Jembatan Mahakam adalah satu-satunya jembatan yang menghubungkan daerah Mahakam bagian utara dan Mahakam bagian selatan. Kurang lebih 20 tahun jembatan Mahakam menjadi penghubung antara Samarinda Seberang dengan Samarinda Kota, Pemerintah Kota Samarinda mulai membangun dua jembatan untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di Jembatan Mahakam. Dua jembatan itu adalah jembatan Mahakam Ulu atau Mahulu (dibangun di Kelurahan Sengkotek) dan jembatan Mahkota II (dibangun di Palaran).

Terancam roboh
Sejak dibangun dan diresmikan pada tahun 1987, konstruksi Jembatan Mahakam semakin menurun karena perkembangan Kota Samarinda yang berakibat pada banyaknya kendaraan-kendaraan (baik dari dalam maupun luar kota) yang melewati Jembatan Mahakam karena lebih dekat menuju pusat kota Samarinda meskipun sudah dibangun jembatan alternatif, yaitu Jembatan Mahakam Ulu. Jembatan Mahakam semakin terancam untuk roboh ketika pada tanggal 23 Januari 2010 tiang jembatan ditabrak oleh sebuah ponton batubara[3] meskipun jembatan ini tercatat 6 kali ditabrak ponton.[1] Namun, tabrakan oleh ponton tersebut menjadi sorotan dan perhatian besar karena kondisi konstruksi Jembatan Mahakam yang semakin menurun..


Jembatan Mahakam Rawan Ambruk, Pemprov Kaltim Lapor Menteri PU

Samarinda - Minggu, 27/09/2009 19:58 WIB
Pilar ketiga Jembatan Mahakam di kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mengalami keretakan. Kondisi tersebut menjadikan Jembatan Mahakam yang dibangun tahun 1980-an silam melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu rawan ambruk mengingat beban berat kendaraan yang melintas terus bertambah.

"Jembatan Mahakam sangat rawan dan bisa saja ambruk. Tapi tentu kita sangat tidak menginginkan itu," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Provinsi Kaltim Husinsyah ketika berbincang dengan detikcom, Minggu (27/9/2009) malam.

Sebagai antisipasi agar keretakan tidak terus berlanjut dan terjadi di pilar lainnya, Pemprov Kaltim telah mendanai perbaikan seadanya jembatan milik negara tersebut. Menurut Husinysah, kondisi tersebut telah dilaporkan ke Menteri Pekerjaan Umum.

"Baru-baru ini, atas nama Pemprov Kaltim melaporkan ke Menteri," ujar Husinsyah.

Keretakan pilar ketiga tersebut dinilai sangat mempengaruhi kekuatan jembatan. Setiap harinya di bawah jembatan itu dilalui ponton bermuatan batu bara mengikuti alur Sungai Mahakam. Sementara di lajur jembatan seringkali dilalui kendaraan berat seperti trailer.

"Keretakan pilar itu juga diakibatkan ponton yang pernah menabraknya tahun 2008 lalu," tambah Husinsyah.

Kekhawatiran Pemprov Kaltim cukup beralasan. Terlebih lagi pada jam sibuk pada pagi dan sore hari seringkali terjadi kemacetan di atas Jembatan Mahakam dengan beban kapasitas jembatan hingga 20 ton.

"Sangat rawan kalau terjadi kemacetan sehingga mengakibatkan penumpukan ratusan kendaraan. Ya itu tadi karena pilar retak. Kalau lancar-lancar saja sih tidak masalah," terang Husinsyah.

Jembatan Mahakam sepanjang 400 meter itu dibangun di atas alur Sungai Mahakam yang menghubungkan kawasan Samarinda kota dengan wilayah kecamatan Samarinda Seberang. Jembatan tersebut sangat vital bagi pengguna kendaraan sebagai jalur keluar masuk kendaraan dari dan menuju luar kota Samarinda.

Meski Pemprov Kaltim telah membangun Jembatan Mahkota II melalui APBD Provinsi Kaltim sebagai akses alternatif, namun masih sepi dilalui kendaraan lantaran lokasinya yang jauh dari Jembatan Mahakam. "Saat ini masih kita dorong minat masyarakat untuk melalui jembatan itu," tutur Husinsyah.

Sementara Kasat Lantas Poltabes Samarinda AKP Handoko ketika dikonfirmasi detikcom mengakui kepadatan kendaraan di Jembatan Mahakam. Sistem buka tutup direncanakan akan diberlakukan pada tanggal 1 Oktober 2009 mendatang untuk mengurangi risiko jembatan ambruk sekaligus kemacetan saat melintas di jembatan tersebut.

"Saat jembatan dibuka tutup, kita alihkan kendaraan dari dan menuju Samarinda ke Jembatan Mahkota II. Ini demi keselamatan kita bersama," kata Handoko. sumber