Quote Originally Posted by etca View Post
tenaga ahli ini dari pusat atau bukan?

dulu ada ngobrol dengan kawan dari komunitas lama.
karena dia sering dapat project. dan projectnya sukses, dia dimintai jadi tenaga ahli pusat.
*gw ga tahu kabar selanjutnya apakah dia terima ini atau enggak.

nah waktu dia garap project bikin politeknik eh atau poliklinik yah?
Pokoknya di kalimantan.. err lupa kalimantannya mana.
Dayak itu di mana? geografi gw kaco neh.. soalnya sempat berurusan dengan klenik juga
nah dia cerita pas tender pertama, daerah ngajuin dana sekian.
pas ude mau proses di ACC, eh si daerah ngeliat gelagat mau diterima nih.
dia minta revisi anggaran.

begitu hasil revisiannya dikembalikan
kagetlah kawan saya ini.. soalnya permintaan dananya dimarkup gede banget.
dia sendiri suka stress juga ngadepin masalah kek gituan, karena yang dia tangani 'lahan basah'.
kalau masalah mark up di departemen, maupun didaerah itu mah masalah budaya yang kotor yang ada di republik ini. Walau SBY bilang saya paling depan memberantas, saya pikir ******** doang, wong di jajaran partainya juga para pemain.

---------- Post added at 01:24 PM ---------- Previous post was at 01:19 PM ----------

Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
- semacam ada kesalahan SOP dlm maintenance (human error)?
- karena anggaran sudah tersedia harus dilaksanakan, drpd gak terpakai?
- kurang berkonsultasi dng pihak berkompeten ttg pengoperasian/perawatan?
kalau saya sih melihatnya kayak nganggap enteng, lha maintenance jembatan canggih gini kan seharusnya melibatkan dan kontraktornya expert banget, yang mungkin bisa di indonesia palingan hanya VSL , Freysinet ame Dwidag