Quote Originally Posted by bradon heat View Post
70. karena gk boleh bilang om , bang ronggo kalau di KM atau AK, kalau mau posting/argumen yg pertama dilihat apanya ? apakah topik ? isi komentarnya? ataukan hanya yg mengandung sisi sebuah "argumen yg harus diluruskan" saya melihat bang ronggo kan selalu online tetapi jarang poating di "general" thread , kebanyakan di dalam thread yg "berat-berat" dan yang banyak menyebabkan debat yg hebat .
70. Modal gw dalam diskusi cuma dua, yaitu 1. Sok
Tahu, dan 2. kebetulan ada forumer yang sok tahu,
tapi ketahuan ama gw kalau dia sok tahu

Poster di General Thread sebagian merupakan hasil
pemikiran orang-orang yang memang tahu, sehing-
ga sudah tidak ada lagi yang bisa gw utak-utik.

Sebaliknya di thread yang tampak berat, nah disitu
bejibun poster Sok Tahu, makanya gw bisa ikutan
nangkring Dan asal loe tahu, semakin hebat
perdebatan yang terjadi, semakin besar kemung-
kinan orang-orang yang terlibat adalah orang-
orang yang sok tahu

Tapi itu semua cuma Sok Tahunya gw lho

---------- Post added at 07:32 PM ---------- Previous post was at 07:19 PM ----------

Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
kyknya gak gitu deh ronggo
raden Wijaya (pendiri dinasti majapahit) adlh menantu dari Kartanegara (raja Singasari)
sedangkan kerajaan Daha/kediri adalah musuh bebuyutan Singasari
permusuhan ini bawaan dari nenek moyang mereka akibat dari pembagian
kekuasaan diera prabu Airlangga(raja Kahuripan).

Pasca prabu Airlangga, Kahuripan terbagi dua dng tanda batas sungai Brantas
1. sebelah timur sungai wilayah DAHA (kediri)
2. sebelah barat sungai wilayah PANJALU, kemudian menjadi SINGOSARI (malang).

kembali keleptop:
atas jasa R.Wijaya membantu prabu Kertanegara mengusir tentara Mongol
yng hendak menyerang Singosari
, maka R.Wijaya diberi hadiah tanah hutan tarik
jadi, yng memberi kapling hutan tarik itu raja Kertanegara, bkn Jayakatwang.
Hutan tarik (kini Mojokerto) itulah yng kemudian menjadi pusat kerajaan Majapahit.

Mojokerto berada disebelah barat sungai brantas
ostosmastis wilayah tsb dibawah kekuasaan Singosari.
wah-wah... Mbah Pasing kok malah membahas
disini? Nanti sifat Sok Tahu gw muncul nih

setahu gw nih, sewaktu Prabu Kartanegara masih
hidup, belum ada pertempuran melawan pasukan
Mongol, melainkan cuma Sang Prabu membuat
cacat wajah sang utusan. Kemudian Sang Prabu
demi menghadang serangan bangsa Mongol, me-
ngutus Ekspedisi Pamayalu dengan mengerahkan
sebagian besar kekuatan Singosari.

Kondisi ini yang menyebabkan Jayakatwang dapat
mengambil kesempatan menyerang Singosari dan
membunuh Kartanegara. Raden Wijaya yang me-
rupakan salah seorang menantu Kartanegara me-
nyingkir. Lalu atas nasehat Arya Wiraraja memin-
takan ampun kepada Jayakatwang. Jayakatwang
memaafkan Raden Wijaya yang juga adalah Kepo-
nakannya, bahkan memberinya hadiah Hutan Tarik
yang menjadi cikal-bakal Majapahit.