Glekk... Eyang Purba posting-nya malem banget? Sekalian sholat Tahajud ya?
Sebenarnya banyak juga kok Bunda, institusi keagamaan yang merangkul kaum remaja dengan baik. Bulan lalu saya ketemu seorang pendeta tua keturunan Belanda yang kepribadiannya luar biasa charming. Dia fasih berbahasa jawa prokem dengan remaja-remaja disekitar paroki-nya dan para remaja itu terlihat sekali menyukai dia habis-habisan.
***
Kalau diinget dulu, pengamatan saya sendiri ketika jadi relawan pendampingan remaja, sebenernya kegiatan seksual pra-nikah tidak terjadi karena agama yang kurang, tapi karena kurangnya pendampingan orang dewasa yang bisa dengan terbuka bicara kepada mereka soal seksualitas. Saya pernah sampai tiga kali melakukan pendampingan pada remaja yang agamanya kuat banget... tapi jebol juga melakukan seks pra-nikah...
Peraturan sosial memang penting, misalnya jangan berduaan atau sejenisnya, tapi lebih penting dari itu adalah membantu mereka mengembangkan kemampuan untuk menjaga diri sendiri, melakukan penilaian sendiri... di sini mereka memerlukan bimbingan orang dewasa yang mau mendengarkan mereka, bukan melulu menyalahkan dan mendikte mereka.
***
Kalau Solmed, dia udah dewasa kali ya? Topiknya beda.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote