Tertarik.
Tapi lebih karena gw pengen tau suasana indonesia tempo dulu.
Tertarik.
Tapi lebih karena gw pengen tau suasana indonesia tempo dulu.
setelah membaca2 Link diatas, dan juga disuksi yang cuman 2 halaman di KM, serta gugling siapa itu Mgr.Soegijapranata
saya berkesimpulan...... klo segala kontroversi ini cuman viral marketing
tinggal gaya nya Garin aja, semoga jelas gitu
sebenernya yg mau kontra liat2 dulu siapa garin
Film Garin gak butuh kontroversi.
Produsernya juga udah biasa dapat penonton sepi.
Dan jangan harap film kolosal sebanyak apapun pemerannya dalam satu adegan.
Film Garin itu puitis.
Aku tidak mengikuti, hanya menonton tiga filmnya, Bulan Tertusuk Ilalang, Puisi Tak Terkuburkan, dan Opera Jawa.
Bulan Tertusuk Ilalang sukses membuatku tertidur tiga kali dalam tiga percobaan aku menontonnya. Herannya ayahku malah bisa menikmati dan menangkap maknanya hanya dari musik latar yang memang tembang-tembang Jawa.
Puisi Tak Terkuburkan adalah film paling jelas tetapi justru menurut Garin adalah film paling terburuknya.
Opera Jawa adalah film yang aku nyaris tidak mengerti seandainya tidak menontonnya bersama Ibuku. Ibuku juga nyaris tidak mengerti seandainya tidak menonton bersamaku. Kami berdua adalah satu-satunya penonton Indonesia saat itu (sisanya orang bule semua) dan satu-satunya yang tidak tertidur (semua orang bulenya tidur dan ngorok). Sepanjang film aku dan Ibuku berdiskusi. Aku bertanya pada Ibuku, alat-alat apa yang dipegang oleh karakternya sementara Ibuku bertanya, kira-kira mengapa Garin menampilkan karakter tersebut dengan alat tersebut.
Dan Opera Jawa memiliki beberapa tarian dan adegan perang massal dan tetap saja tidak terasa kolosal karena terlalu puitis.
Aku sendiri tetap akan nonton Soegija karena.... RS Panti Rapih. Aku pernah dirawat di situ dan nanti ada adegan di RS Panti Rapih. Pengen tahu kayak apa sih RS Panti Rapih zaman dulu.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
yang film ini Soegija ini saya rasa gak sepuitis film Garin lain. Cuman saya kagum dg artistiknya yg kelihatan real. kolaborasi kesekian kalinya dlm tatamusik oleh Djaduk Ferianto juga apik. Kalau sudah diputer di bioskop nanti, sy bakal nonton ulang. maklum pas nonton yg roadshow itu acaranya diaula. jadi gak gelap dan tata suaranya gak sebagus bioskop![]()
you can also find me here
loh, katanya pelem ini masih TBA, kok rumus udah liat ?
Lihat tsu tanggal bikin trednya di postingan pertama, Agustus 2011, belom diumumin siapa yg bakal jd aktor dan tanggal rilis pastinya, makanya masih TBA
saya nonton roadshownya 2 minggu lalu. sy ada fotonya kalo gak percaya, malah beli suvenirnya. Roadshow kan selalu lebih dulu drpd tanggal rilis bioskop![]()
you can also find me here
Baru nonton teaser trailer 6 menitnya dan,
saya terkejut, Djaduk Ferianto bisa bikin musik yang tidak ceria seperti ini.
Saya juga terkejut betapa tidak puitisnya iklan film ini.
Di menit awal, saya sempat agak kecewa, karena takut ini akan jatuh ke sekedar 'propaganda'. Tetapi saya salah, makin ke menit belakang, film ini tampaknya lebih banyak bercerita tentang sisi dokter, suster, dan perawatan terhadap korban-korban perang. If I'm right, it would be a damn interesting movie.
Apakah dugaan saya benar, Rumus?
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
pic = no hoax
Spoiler for pamer:
you can also find me here
@rumus, oooh, roadshow toh ? kampus ? biasanya garin senengnya roadshow ke kampus2
@kandalf: iya, yg ditonjokan di film ini adalah sisi humanis, sedekat mungkin agar realistis, makanya pendekatan puitisnya Garin di sini dihilangkan. paling yg ditonjolkan itu kesan artistik setting dan scoringnya. Dibandingkan dg film Garin yg lain (apalagi 2 film terbarunya seperti Under the Tree dan Mata Tertutup, beda banget. tapi di film ini latar belakang garin sbg filmmaker dg background dokumenter terasa kental banget. Seperti menonton film2 dokumenter Garin drpd film2 "fiksi"-nya.
- - - Updated - - -
@tsu: bukan ke kampus kok. acaranya tanggal 20 Mei kemarin, di lingkungan gereja katedral, aula st angela
- - - Updated - - -
dan garinnya gak ikut. ada roadshow atau seminar lain di kota lain katanya
you can also find me here
Soegija ini dari ordo mana yah? SJ (Serikat Jesuit) bukan?
biasanya pendekatan mereka mmg bukan agamis, bukan doktrinisasi, tapi lebih pelayanan ke sisi humanis.
Studio Audio Visual Puskat didirikan di Yogyakarta pada tahun 1969 oleh para imam Jesuit yang mempunyai perhatian pada bidang komunikasi. Bermula dari sebuah laboratorium Sekolah Tinggi Filsafat Kateketik yang berada dipusat Yogyakarta melalui produksi foto, sound slide, dan rekaman audio. SAV Puskat telah berkembang menjadi sebuah pusat training dan produksi audio visual. Karena perkembangan jaman dan kebutuhan masyarakat akan dunia audio visual terus meningkat terlebih dengan merebaknya televisi swasta di Indonesia, SAV Puskat membuka diri seluas-luasnya untuk kebutuhan tersebut. SAV Puskat tidak hanya melayani kebutuhan Gereja saja, tetapi juga masyarakat luas seperti LSM, pemerintah, stasion televisi, universitas, masyarakat lintas agama dan siapa saja yang mempunyai kehendak baik utnuk membangun dunia ini menjadi lebih baik. Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, pada tahun 1995 SAV Puskat berpindah tempat ke sebuah desa di Sinduharjo di pinggir kota Yogyakarta. Di sinilah dibangun sebuah “media village” untuk mencapai apa yang dicita-citakan oleh SAV Puskat. ( disalin dari website SAV Puskat ).
SAV Puskat sejak dulu lebih berkonsentrasi pada produksi film dokumenter dan video advokasi. Pola pendekatan melalui grass root dilakukan demi menjaga ‘Suara kaum bawah’ yang saat ini makin hilang ditelan kaum kapitalis. Pola SOP dan gaya visual pada awalnya mengacu dari BBC London. Penekanan substansi training audio visual bukan semata pada teknis namun lebih kepada kerja tim dan metode riset. Teater Rakyat menjadi salah satu basic pengetahuan dasar tentang metodologi ini. Pada tahun 2007-2008 SAV Puskat mencoba membuat sebuah film biografi Romo Van Lith dengan judul “Bethlehem van Java” dan menjadi pijakan baru dalam proses kreatif lembaga ini.
^
^
tempatnya bagus, ijo royo2 bangettt
*btw gw kok lupa yah dulu ke SAV Puskat dalam rangka apaan ya?
Sempat yang ga cuman sekali keknya, doh gw kok lupa akut yah?![]()
iya Ca, beliau dr Serikat Jesuit. kan jebolan Kolese Xaverius
- - - Updated - - -
iya Ca, beliau dr Serikat Jesuit. kan jebolan Kolese Xaverius
you can also find me here
Oya, sekedar inpoh saja, film Soegija ini bisa dikatakan sbg satu-satunya film Indonesia yang 100% dana produksinya diperoleh dari umat
untuk mengumpulkan dana 12 milyar, maka berbagai paroki dan pendeta membagikan kupon/voucher yg harganya 10ribu rupiah dan dijual ke jemaat. Saya juga ada tuh satu kuponnya--jd yg nonton acara roadshow itu gak murni gratis
Dari "penjualan" voucher ini didapat adan kurang lebih 3.5 milyar, sisa dana lainnya diperoleh dr berbagai dana sumbangan dari berbagai pihak. Jadi secara teknis, film ini bukan "film komersil". Viral marketing "murahan" pun mestinya tidak perlu dilakukan.
Saya curiganya, karena ini "proyek umat", maka Garin menghilangkan elemen puitis dibandingkan film dia yang lain--dia berusaha sebisa mungkin menjangkau umat. Tapi sudah pasti bakal banyak yg dikecewakan karena film Soegija ini bukan film biografi!
Spoiler for :
Sudahlah, tonton saja. Film bagus lho. banyak pesan nasionalisme yg bagus di film ini. salah satu yg membekas di kepala saya--kurang lebih seperti ini
Spoiler for :
you can also find me here
Als de Orchideen Bloeien [Soegija themesong]
Als de orchideen bloeien,
kom dan toch terug bij mij.
Nogmaals wil ik met je wezen,
zoveel leed is dan voorbij.
Als de orchideen bloein,
ween ik haast van liefdes smart.
Want ik kan niet bij je wezen,
g'lijk weleer, mijn lieve schat.
Reff :
Maar nu been je van een ander.
Voorbij is de romantiek.
Kom toch terug bij mij weder.
Jou wergeten kan ik niet.
Als de orchideen bloeien,
dan denk ik terug aan jou.
Denk toen aan die zoete tijden,
toen je zei: Ik hou van jou.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
ampe buka google translate buat ngerti arti liriknya
what a very sweet lyric
duh, saya belum sempat nonton lagi euy![]()
you can also find me here
Film ini juga ada versi bukunya kan?
lengkap dengan foto2nya.
*pengen beli..
err gw belum sempat nonton, dan keknya ga bakalan sempat
bakalan ada versi DVDna ga sih?![]()
bukan versi bukunya, tapi buku ttg Soegija ini ada beberapa. salah satu yg rekomen (dan pake poster film ini) yg judulnya Soegija Si Anak Bethlehem van Java.
dvdnya bakal ada keknya, tapi masih lama
you can also find me here