Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 52

Thread: [TBA] Soegija (Juni 2012)

  1. #21
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Tertarik.
    Tapi lebih karena gw pengen tau suasana indonesia tempo dulu.

  2. #22
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    setelah membaca2 Link diatas, dan juga disuksi yang cuman 2 halaman di KM, serta gugling siapa itu Mgr.Soegijapranata

    saya berkesimpulan...... klo segala kontroversi ini cuman viral marketing
    tinggal gaya nya Garin aja, semoga jelas gitu

  3. #23
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    sebenernya yg mau kontra liat2 dulu siapa garin

  4. #24
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Film Garin gak butuh kontroversi.
    Produsernya juga udah biasa dapat penonton sepi.

    Dan jangan harap film kolosal sebanyak apapun pemerannya dalam satu adegan.
    Film Garin itu puitis.

    Aku tidak mengikuti, hanya menonton tiga filmnya, Bulan Tertusuk Ilalang, Puisi Tak Terkuburkan, dan Opera Jawa.

    Bulan Tertusuk Ilalang sukses membuatku tertidur tiga kali dalam tiga percobaan aku menontonnya. Herannya ayahku malah bisa menikmati dan menangkap maknanya hanya dari musik latar yang memang tembang-tembang Jawa.

    Puisi Tak Terkuburkan adalah film paling jelas tetapi justru menurut Garin adalah film paling terburuknya.

    Opera Jawa adalah film yang aku nyaris tidak mengerti seandainya tidak menontonnya bersama Ibuku. Ibuku juga nyaris tidak mengerti seandainya tidak menonton bersamaku. Kami berdua adalah satu-satunya penonton Indonesia saat itu (sisanya orang bule semua) dan satu-satunya yang tidak tertidur (semua orang bulenya tidur dan ngorok ). Sepanjang film aku dan Ibuku berdiskusi. Aku bertanya pada Ibuku, alat-alat apa yang dipegang oleh karakternya sementara Ibuku bertanya, kira-kira mengapa Garin menampilkan karakter tersebut dengan alat tersebut.

    Dan Opera Jawa memiliki beberapa tarian dan adegan perang massal dan tetap saja tidak terasa kolosal karena terlalu puitis.

    Aku sendiri tetap akan nonton Soegija karena.... RS Panti Rapih. Aku pernah dirawat di situ dan nanti ada adegan di RS Panti Rapih. Pengen tahu kayak apa sih RS Panti Rapih zaman dulu.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  5. #25
    yang film ini Soegija ini saya rasa gak sepuitis film Garin lain. Cuman saya kagum dg artistiknya yg kelihatan real. kolaborasi kesekian kalinya dlm tatamusik oleh Djaduk Ferianto juga apik. Kalau sudah diputer di bioskop nanti, sy bakal nonton ulang. maklum pas nonton yg roadshow itu acaranya diaula. jadi gak gelap dan tata suaranya gak sebagus bioskop
    you can also find me here

  6. #26
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    loh, katanya pelem ini masih TBA, kok rumus udah liat ?

  7. #27
    Lihat tsu tanggal bikin trednya di postingan pertama, Agustus 2011, belom diumumin siapa yg bakal jd aktor dan tanggal rilis pastinya, makanya masih TBA

    saya nonton roadshownya 2 minggu lalu. sy ada fotonya kalo gak percaya, malah beli suvenirnya. Roadshow kan selalu lebih dulu drpd tanggal rilis bioskop
    you can also find me here

  8. #28
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    yang film ini Soegija ini saya rasa gak sepuitis film Garin lain. Cuman saya kagum dg artistiknya yg kelihatan real. kolaborasi kesekian kalinya dlm tatamusik oleh Djaduk Ferianto juga apik. Kalau sudah diputer di bioskop nanti, sy bakal nonton ulang. maklum pas nonton yg roadshow itu acaranya diaula. jadi gak gelap dan tata suaranya gak sebagus bioskop
    Baru nonton teaser trailer 6 menitnya dan,
    saya terkejut, Djaduk Ferianto bisa bikin musik yang tidak ceria seperti ini.

    Saya juga terkejut betapa tidak puitisnya iklan film ini.

    Di menit awal, saya sempat agak kecewa, karena takut ini akan jatuh ke sekedar 'propaganda'. Tetapi saya salah, makin ke menit belakang, film ini tampaknya lebih banyak bercerita tentang sisi dokter, suster, dan perawatan terhadap korban-korban perang. If I'm right, it would be a damn interesting movie.

    Apakah dugaan saya benar, Rumus?
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  9. #29
    pic = no hoax

    Spoiler for pamer:

    gak kenal ini siapa, tp sy beli jg buku di sana, soalnya berhadiah tas jinjing keren


    tanya jawab


    suasana nonton (makanya harus nonton ulang di bioskop )


    mr suzuki, pemeran komandan jepang di film ini, dia juga pernah tampil di film rumah maida, nagabonar jadi 2, dll total 7 film Indonesia


    produser dan penata musik, musisi yg terkenal dg Sinten Remen-nya

    you can also find me here

  10. #30
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    @rumus, oooh, roadshow toh ? kampus ? biasanya garin senengnya roadshow ke kampus2

  11. #31
    @kandalf: iya, yg ditonjokan di film ini adalah sisi humanis, sedekat mungkin agar realistis, makanya pendekatan puitisnya Garin di sini dihilangkan. paling yg ditonjolkan itu kesan artistik setting dan scoringnya. Dibandingkan dg film Garin yg lain (apalagi 2 film terbarunya seperti Under the Tree dan Mata Tertutup, beda banget. tapi di film ini latar belakang garin sbg filmmaker dg background dokumenter terasa kental banget. Seperti menonton film2 dokumenter Garin drpd film2 "fiksi"-nya.

    - - - Updated - - -

    @tsu: bukan ke kampus kok. acaranya tanggal 20 Mei kemarin, di lingkungan gereja katedral, aula st angela

    - - - Updated - - -

    dan garinnya gak ikut. ada roadshow atau seminar lain di kota lain katanya
    you can also find me here

  12. #32
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Soegija ini dari ordo mana yah? SJ (Serikat Jesuit) bukan?
    biasanya pendekatan mereka mmg bukan agamis, bukan doktrinisasi, tapi lebih pelayanan ke sisi humanis.

  13. #33
    opera's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    http://www.opera.com/
    Posts
    4,852
    Studio Audio Visual Puskat didirikan di Yogyakarta pada tahun 1969 oleh para imam Jesuit yang mempunyai perhatian pada bidang komunikasi. Bermula dari sebuah laboratorium Sekolah Tinggi Filsafat Kateketik yang berada dipusat Yogyakarta melalui produksi foto, sound slide, dan rekaman audio. SAV Puskat telah berkembang menjadi sebuah pusat training dan produksi audio visual. Karena perkembangan jaman dan kebutuhan masyarakat akan dunia audio visual terus meningkat terlebih dengan merebaknya televisi swasta di Indonesia, SAV Puskat membuka diri seluas-luasnya untuk kebutuhan tersebut. SAV Puskat tidak hanya melayani kebutuhan Gereja saja, tetapi juga masyarakat luas seperti LSM, pemerintah, stasion televisi, universitas, masyarakat lintas agama dan siapa saja yang mempunyai kehendak baik utnuk membangun dunia ini menjadi lebih baik. Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, pada tahun 1995 SAV Puskat berpindah tempat ke sebuah desa di Sinduharjo di pinggir kota Yogyakarta. Di sinilah dibangun sebuah “media village” untuk mencapai apa yang dicita-citakan oleh SAV Puskat. ( disalin dari website SAV Puskat ).

    SAV Puskat sejak dulu lebih berkonsentrasi pada produksi film dokumenter dan video advokasi. Pola pendekatan melalui grass root dilakukan demi menjaga ‘Suara kaum bawah’ yang saat ini makin hilang ditelan kaum kapitalis. Pola SOP dan gaya visual pada awalnya mengacu dari BBC London. Penekanan substansi training audio visual bukan semata pada teknis namun lebih kepada kerja tim dan metode riset. Teater Rakyat menjadi salah satu basic pengetahuan dasar tentang metodologi ini. Pada tahun 2007-2008 SAV Puskat mencoba membuat sebuah film biografi Romo Van Lith dengan judul “Bethlehem van Java” dan menjadi pijakan baru dalam proses kreatif lembaga ini.

  14. #34
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    ^
    ^
    tempatnya bagus, ijo royo2 bangettt
    *btw gw kok lupa yah dulu ke SAV Puskat dalam rangka apaan ya?
    Sempat yang ga cuman sekali keknya, doh gw kok lupa akut yah?

  15. #35
    iya Ca, beliau dr Serikat Jesuit. kan jebolan Kolese Xaverius

    - - - Updated - - -

    iya Ca, beliau dr Serikat Jesuit. kan jebolan Kolese Xaverius
    you can also find me here

  16. #36
    Oya, sekedar inpoh saja, film Soegija ini bisa dikatakan sbg satu-satunya film Indonesia yang 100% dana produksinya diperoleh dari umat

    untuk mengumpulkan dana 12 milyar, maka berbagai paroki dan pendeta membagikan kupon/voucher yg harganya 10ribu rupiah dan dijual ke jemaat. Saya juga ada tuh satu kuponnya--jd yg nonton acara roadshow itu gak murni gratis

    Dari "penjualan" voucher ini didapat adan kurang lebih 3.5 milyar, sisa dana lainnya diperoleh dr berbagai dana sumbangan dari berbagai pihak. Jadi secara teknis, film ini bukan "film komersil". Viral marketing "murahan" pun mestinya tidak perlu dilakukan.


    Saya curiganya, karena ini "proyek umat", maka Garin menghilangkan elemen puitis dibandingkan film dia yang lain--dia berusaha sebisa mungkin menjangkau umat. Tapi sudah pasti bakal banyak yg dikecewakan karena film Soegija ini bukan film biografi!

    Spoiler for :

    Film Soegija ini tidak menceritakan Soegija sejak lahir, tapi hanya mengambil episode kehidupan Seogija saja dari tahun 1940 s/d 1950, satu periode yg bisa dikatakan salah satu dekade paling kacau balau dalam sejarah Indonesia. Soegija di film ini diceritakan dimulai saat dia sudah mendapatkan surat dari Vatikan ttg pengangkataannya sbg uskup utk wilayah nusantara.

    Karena "menanggung beban" sbg proyek umat inilah maka garin tidak melakukan pendekatan puitis. Sebagai gantinya, Garin melakukan pendekatan historis romantis. Meski Soegija terlibat aktif dalam peperangan mempertahankan kemerdekaan (tapi bukan mengangkat senjata langsung, tp melalui jalur diplomasi dan bantuan thp korban), di film ini tidak diperlihatkan adegan peperangan secara epik. Oya, salah satu peran Soegija yg diingat adalah beliau menjadi mediator bg gencatan senjata jepang-sekutu-indonesia setelah Pertempuran 5 Hari di Semarang yg legendaris itu di gereja Gedangan.

    Dan alasan lain mengapa film ini tidak bisa disebut film biografis, karena meski mengambil nama Soegija sbg judul, peran Soegija di film ini bisa dikatakan "sedikit", film ini memiliki banyak tokoh lain sbg sentral cerita. Ada seorang penyiar radio, pemilik restoran China, hingga komandan Belanda.

    Meski Katolik menjadi 'agama resmi' para penjajah, tapi Soegija memegang peranan penting dalam membangkitkan nasionalisme di kalangan warga katolik (yg saat masa genting itu banyak yg memihak Belanda). Untuk menggugah rasa nasionalisme itu, Soegija mengeluarkan surat edaran ke setiap kepastoran yg mengajak berjuang dan mengeluarkan slogannya yg fenomenal, "100% Indonesia, 100% Katolik". Sebuah pernyataan yang berani dan berdampak sangat besar.

    Dg minimnya simbolisme metafor yg menjadi andalan Garin, film ini tak kehilangan unsur artistiknya. Aransemen Djaduk bener2 brilian dalam memadukan paduan suara gereja, akapela, lagu pop zaman 40-50'an, orkes, gamelan, hingga musik dansa hotel


    Sudahlah, tonton saja. Film bagus lho. banyak pesan nasionalisme yg bagus di film ini. salah satu yg membekas di kepala saya--kurang lebih seperti ini
    Spoiler for :
    pas Soegija bersama salah seorang anak China, si anak China bilang, "kenapa meski sudah merdeka, mereka (penduduk pribumi) masih menjarah rumahku?", sebelum Sogija menjawab, si anak melanjutkan, "apakah karena aku China?"
    you can also find me here

  17. #37
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050


    Als de Orchideen Bloeien [Soegija themesong]


    Als de orchideen bloeien,
    kom dan toch terug bij mij.
    Nogmaals wil ik met je wezen,
    zoveel leed is dan voorbij.

    Als de orchideen bloein,
    ween ik haast van liefdes smart.
    Want ik kan niet bij je wezen,
    g'lijk weleer, mijn lieve schat.

    Reff :
    Maar nu been je van een ander.
    Voorbij is de romantiek.
    Kom toch terug bij mij weder.
    Jou wergeten kan ik niet.

    Als de orchideen bloeien,
    dan denk ik terug aan jou.
    Denk toen aan die zoete tijden,
    toen je zei: Ik hou van jou.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  18. #38
    ampe buka google translate buat ngerti arti liriknya

    what a very sweet lyric

    duh, saya belum sempat nonton lagi euy
    you can also find me here

  19. #39
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Film ini juga ada versi bukunya kan?
    lengkap dengan foto2nya.
    *pengen beli..

    err gw belum sempat nonton, dan keknya ga bakalan sempat
    bakalan ada versi DVDna ga sih?

  20. #40
    bukan versi bukunya, tapi buku ttg Soegija ini ada beberapa. salah satu yg rekomen (dan pake poster film ini) yg judulnya Soegija Si Anak Bethlehem van Java.

    dvdnya bakal ada keknya, tapi masih lama
    you can also find me here

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •