sepakat dengan deddy
tidak semua orang menyadari potensi yg dimilikinya (diberi badan sehat, akal dan pikiran yg normal, umur, waktu dan modal2 lain dari YME) dan kurangnya pendidikan dari lingkungan terdekat untuk menjadi manusia yg bermanfaat bagi orang lain, juga tipe2 manusia ini makin hari semakin banyak jumlahnya. Boro-boro mau bermanfaat untuk orang lain, diajak berguna untuk diri sendiri aja susahnya minta ampuun.
beberapa pedagang tarian dan nyanyian dari luar (yg di negaranya sendiri tarian dan nyanyian juga tidak berhasi menyelesaikan masalah) ternyata melihat jumlah yg banyak ini sebagai pasar yg potensial, apalagi banyak yg punya mimpi pingin hidup enak tanpa usaha dan hanya butuh beberapa hari/minggu untuk jadi kaya (tentunya setelah ritual rutin ketabrak mobil) - jualan mimpi makin marak di sana sini
kesimpulan gw, tayangan macem begini hanya untuk konsumsi orang2 dengan kecerdasan setingkat anak TK
baeknya tontonan macem gini gak lebih dari 20 menit dan ditayangkan di atas jam 1 dini hari
shitnetron gak ada gunanya untuk bangsa ini, gak mendidik, menjadikan orang malas, membuang2 kesempatan untuk berbuat baik
herannya... masih ada orang yg ikhlas bahkan memberikan porsi khusus untuk menyedekahkan waktu, umur dan kesehatannya untuk kesuksesan para pembodoh bangsa
