Tapi memang wajar juga.
Kalau mereka cuma punya gambaran kasar soal perjuangannya, tapi nggak punya jalur komunikasi terstruktur, informasi detail bakal rusak di tengah perjalanan. Berita mulut ke mulut kan akurasinya terbatas.
Sama ama perjuangan kemerdekaan, yang penting tau siapa musuhnya dan bahwa musuhnya itu... musuh. Habis itu gerakin semuanya ke tujuan yang sama. Tapi latar politik dan sebagainya belum tentu para pejuang di garis depan tau.
Kalau Tea Party katanya berhasil gerakin massa dari bawah dengan lebih efektif ya ?
Seandainya terjadi di Indonesia, semoga nggak sekedar pesertanya mau kayak para Anon.
Ngerasa banyak, didukung sama pemberitaan sensasional dan delusional bahwa mereka tak tersentuh hukum sekedar karena pernah beberapa kali kampanye internetnya berhasil pengaruhi kebijakan pencitraan. Ah, sama ngerasa bisa kabur tanpa konsekuensi karena cuma "satu di antara banyak orang lain yang ikut-ikutan"
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




