Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
hahaha...
jadi secara tidak langsung, beliau bermanfaat

pantas saja rezekinya sementara terus mengalir
O, kurang tepat. Kalau saya bilang menulis uneg2 di sini adalah katarsis,
yang berguna adalah forum ini, bukan Solmet.

Fenomena Solmet adalah apa yang disebut religiotainiment = sintesa dakwah dan hiburan.
Ada baiknya, ada negatifnya. Ada juga menyebutnya sebagai fenomena uztad ngartis
dengan embel2 selebritasnya.

Mungkin selera saya yang kurang cocok dengan uztad semacam ini yang
dirayakan infotainment, muncul melulu dengan berita2 tidak pentingnya,
termasuk kancut yang dibeber ke koper dan hendak ikut bersamanya ke sebuah
kawasan di Asia
, demikian beliau menyebut Singapura.

Toh kenyataannya banyak orang yang suka dan membutuhkan figur macam
gini.


Televisi adalah sebuah medium dimana tumbuh dengan rating dan iklan.
Logis saja SCTV paling getol merayakan artis baru ini karena di situlah
Solmet memulai eksistensinya. TV perlu menjual orang-orangnya. Solmet
dan TV bersimbiosis mutualisma.


Solmet pengen diliput karena iklan buat dirinya. Makin terkenal makin banyak
tawaran.


Yang lucu, rumah yang digembor2 sekian M untuk April dikoreksi dengan
halus olehnya sebagai untuk ortunya..wakakakakk...dalam busa-busa
bahasa agama.


Saya suka uztad Sanusi di TVRI. Konvensional. Intelek. Tapi menentramkan.
Tempo hari membahas peran pemuka agama dalam meredam radikalisasi agama.
Meski kedengaran berat, bahasanya membumi. Penanya juga dari berbagai kalangan.


Tidak ingar bingar merajalela di infotainment untuk urusan toge, kancut ke Singapura,
rice cooker, baju manten sponsoran, rumah dan ranjang...