sebenernya setiap individu (bukan suami atau istri) perlu refreshing, me-time kata bu keremus. Supaya kehidupannya tidak jenuh. tapi masing2 adalah proporsinya, apalagi juga udah punya anak. Setiap hari di kantor, masak sih gak pengen sama anak2 (gak usah ngomongin pasangan dulu, anak tuh, yang lo cetak)?

Masak sih lo gak pengen berbagi sama istri yang dari awal bersama lo? Emang lo kawinin dia buat apa? Itu kadang saya sering mikir kalau udah jenuh karena hidup perkawinan dirasa monoton. Sometimes, kita sebagai individu suka egois. Laki2, mungkin karena pencari nafkah utama (apalagi berjiwa solitaire dan backgroundnya dimanja sama keluarga awal dia), jadi suka sewenang2 (gue kan udah kerja, perlu dong punya kebebasan sendiri). Sedang perempuan, begitu sudah menikah, apalagi punya anak, langsung mengabdikan diri mengurusi itu semua. Padahal anak dan rumah tangga itu milik berdua, suami dan istri. Kalau salah satunya gak ngurusin, ya timpang lah