betul,
kalau kasusnya sudah terlanjur seperti cerita di awal, susahlah. apalagi dia sudah belasan atau puluhan tahun dengan teman2nya, dengan hobinya. memisahkan suami dengan itu semua sama saja menyiksanya.
nah sekarang ke pertanyaan um alip soal bagaimana menyeleksinya. kalau saya, lihat hobi suami dari awal apa, kalau hobi2 berbahaya yang kira2 tidak bisa kuikuti juga, trus menghabiskan dana keluarga yang banyak, mending mundur teratur.
selama hobi masih aman, bisa dilanjut.
untuk yang sudah terlanjur, ada beberapa opsi (yang kepikiran)
1. cerai, yup selesai sudah
2. cari hobi juga, seperti saran nerissa, lagi pula udah nikah 15 tahun, artinya anaknya bukan bayi lagi yang musti dikawal 24 jam, ada "me time" buat si ibu lah untuk menyalurkan bakat dan kesenangan. nyanyi kek, trus ikutan kursus, atau melukis, traveling, belajar bahasa, atau cari hobi asik bareng anak (entah apa itu) toh duit juga ada, ga harus ngandelin suami. cobain aja sering ga di tempat bareng anak...
3. ikut hobi suami, belajar menyukainya. memang tidak bisa memaksakan diri, tapi paling tidak tahu perkembangannya, sekali2 minta diajak kumpul bareng teman2nya. ngobrol bareng teman2nya
4. cuek aja
5. meratapi diri, marah2, menyesal dlsb tapi ga ada solusinya![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote