saranya saya untuk gabung ke KM aja si ibu ...... dijamin gak bakal bosen .... ikut kegiatan sosial di KM asyik lho...
cerai ? jangan ah...kasian anak2 ....toh suami tidak menyelewengkan ........
saranya saya untuk gabung ke KM aja si ibu ...... dijamin gak bakal bosen .... ikut kegiatan sosial di KM asyik lho...
cerai ? jangan ah...kasian anak2 ....toh suami tidak menyelewengkan ........
Last edited by deddy; 19-10-2011 at 02:12 PM.
GARUDA DI DADAKU
@bu keremus
ada perbaikan server, beberapa postingan abis subuh waktu itu ada yang hilang.
--
aku sepakat ama @keremus, kadang, cuman jalan2 keliling komplek 15 menit bareng sama anak, suami dan si miki rasanya nikmatttt banget, abis itu ketemu tukang jagung bakar, kita duduk2 di beranda masjid sambil menikmati jagung bakar bareng anak2 kecil yang lucu...
hal kecil tapi benar2 membahagiakan, tidak bisa digantikan dengan materi![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
ah, cerai kan gak dosa.. Kasian anak2 ? Gemana kalau anak2 dapat tauladan jelek dari bapaknya?
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
selingkuh itu bukan sama manusia juga loh, sama hobi ataupun yang lain, kalo sudah sampai mengabaikan anak istri, sama aja dengan selingkuh
Yang jelas dari cerita istrinya, itu bapak bener2 gila ama hobinya.
Kalo terpaksanya jalan ama anak-istri trus ada sms atau telpon dari
geng mogenya untuk ngumpul2, langsung gelisah,wajahnya kesal, suaranya ninggi
padahal itu istrinya lagi liat2 barang, anaknya milih2 cemilan...suasana langsung
ndak enak dan istrinya katanya langsung ilfil..
Si bapak itu sahabatan ama yang jadi ketua perkumpulan moge itu, sejak muda.
Saking selalunya bersama ngurus moge dengan segala *****-bengeknya, istrinya
sempet kepikiran suaminya jangan2 hombreng, jadi dua lelaki itu pacaran
Sekarang tuh gerombolan moge ada tur ke Sumatera, itu cuti yang sedianya buat
keluarga tiap tahun dijadikan jatah moge..
Maunya istrinya, sekali2 cuti itu diambil saat anak2 libur atau hari raya jadi mereka
bisa sama2, eh misuanya jadikan cuti buat moge..
Kasian deh dengernya. Ampe ndak tau mau bilang apa. Kubilang mending dia ama anak2nya
nyusun rencana jalan (anaknya ada masih kecil). Tapi sepertinya temen saya itu bukan itu
maunya. Maunya dia suaminya lebih family man, gitu deh.
---------- Post added at 07:14 PM ---------- Previous post was at 07:00 PM ----------
Betul Chan, kehangatan keluarga itu bersumber dari hal2 kecil nan remeh.
Ngumpul bareng depan TV sambil makan pisgor, ke tempat2 rekreasi yang tidak perlu
mahal.
Suami2 dengan mental soliter ini banyak lo. Serasa bujangan. Kayaknya geng
bapak itu satu aliran, soalnya masak ada kepala rumah tangga yang jadualnya
macam :
ngantor dari jam 7 pagi ampe jam 4 sore
pulang kantor ke markas moge ampe jelang isya lalu pulang
Abis isya, ke markas lagi ampe paling cepet nongol di rumahnya jam 12 malam
Itu terjadi hampir tiap hari, belum kalo ada momen2 kayak tur rutin/khusus
sabtu di markas moge
cuti tahunan moge..
---------- Post added at 07:15 PM ---------- Previous post was at 07:14 PM ----------
Last edited by keremus; 21-10-2011 at 08:19 PM.
´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
-John Adams-
... jadi inget kebalikannya...
Dari kecil saya bertemen sama cowok-cowok yang hobinya berantem, profil paling sangar di dunia ... ada yang pergaulannya terus berlanjut sampe gede, ada juga yang ilang tidak ketemu rimbanya (beberapa ketemu lagi di fb). Kalau sudah ngobrolin soal berantem, bisa sampe subuh...
Kegiatan berantem itu kalau dituruti bisa tujuh hari seminggu... kadang ada kegiatan berantem bebas antar sesama anggota, dan akibatnya bisa bengep dan cedera, tapi hepi aja...
Lucunya, tidak satupun cowok-cowok yang saya kenal itu jadi suami atau bapak yang galak
- Seorang preman sangar dari Jogja, sabuk hitam tae kwon-do dan ahli gulat. Melihat dia berdiri diam saja sudah bisa bikin para pedagang pasar ngasih setoran
. Sesudah dia menikah, saya tidak bisa kenali dia lagi... senyumnya manis dan ramah sekali
- Mantan tukang pukul di pasar Bogor, matang berkelahi di jalanan, sekarang nggak bisa jauh dari anak-anaknya... kalau bicara jadi lemah lembut...
- Cowok raksasa gondrong riap-riapan dari Magelang, mahir kungfu Shaolin, Silat dan Capoeira ... sekarang jadi bapak lemah lembut yang betul-betul dipuja sama istrinya...
- Bang Brain tuh... kalau turun di gelanggang jurusnya adalah maju terus pantang mundur... dipukuli kayak apa juga sama sekali gak goyang... sekarang jadi kandidat Bapak Teladan di Jerman sanah...
Rata-rata sudah tidak lagi menggeluti dunia berantem... daripada kongkow dengan para petarung di hari sabtu atau minggu, mereka memilih ngumpul dengan keluarga...
Apa yang bisa mengubah cowok-cowok sangar itu jadi family man?![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
Ah iya, berarti peran istri untuk "memperlunak" suami juga ada ya...
Udah nikah berpuluh tahun sih, masa suami gak nyaman berada di rumah?
Pasti ada yang aneh juga dengan suasana rumah ya?
*catet
Merasa disindir ama Um Alip di atas..
Apalagi pakai kata-kata "daripada kongkow dengan para petarung di hari sabtu atau minggu, mereka memilih ngumpul dengan keluarga"
(tapi sebulan terakhir, sabtu minggu kongkow ama orang kantor.. bahkan waktu memutuskan tidak ke kantor pun ditelpon bolak-balik ama orang kantor)
sebenernya setiap individu (bukan suami atau istri) perlu refreshing, me-time kata bu keremus. Supaya kehidupannya tidak jenuh. tapi masing2 adalah proporsinya, apalagi juga udah punya anak. Setiap hari di kantor, masak sih gak pengen sama anak2 (gak usah ngomongin pasangan dulu, anak tuh, yang lo cetak)?
Masak sih lo gak pengen berbagi sama istri yang dari awal bersama lo? Emang lo kawinin dia buat apa? Itu kadang saya sering mikir kalau udah jenuh karena hidup perkawinan dirasa monoton. Sometimes, kita sebagai individu suka egois. Laki2, mungkin karena pencari nafkah utama (apalagi berjiwa solitaire dan backgroundnya dimanja sama keluarga awal dia), jadi suka sewenang2 (gue kan udah kerja, perlu dong punya kebebasan sendiri). Sedang perempuan, begitu sudah menikah, apalagi punya anak, langsung mengabdikan diri mengurusi itu semua. Padahal anak dan rumah tangga itu milik berdua, suami dan istri. Kalau salah satunya gak ngurusin, ya timpang lah