sebagai tambahan, coba gugling yang namanya "stellar nucleosynthesis". bakal dijelasin tuh mekanisme pembentukan unsur2 berat seperti besi--besi dan logam2 berat yg ada di bumi bukan berasal dr matahari atau dibuat sendiri di bumi di inti bumi![]()
sebagai tambahan, coba gugling yang namanya "stellar nucleosynthesis". bakal dijelasin tuh mekanisme pembentukan unsur2 berat seperti besi--besi dan logam2 berat yg ada di bumi bukan berasal dr matahari atau dibuat sendiri di bumi di inti bumi![]()
you can also find me here
Wuaduh...
Supernova bagian dari evolusi bintang yg berakhir menjadi bintang neutron atau blackhole.
Hidrogen yg mengumpul.
Bulan ukurannya tidak menunjang utk terbentuknya kehidupan.
---------- Post added at 05:17 PM ---------- Previous post was at 04:42 PM ----------
Bumi punya gravitasi, kenapa gak bisa bikin besi?
---------- Post added at 05:24 PM ---------- Previous post was at 05:17 PM ----------
Nah pendukung yg lain itu apa? Yg lainnya yg memicu kehidupan itu apa? Gravitasi? Ane sudah bilang, ente bisa pergi ke tempat yg ada gravitasinya, tapi gak ada mataharinya, apakah gravitasi bisa ngasih ente energi buat hidup?
---------- Post added at 05:41 PM ---------- Previous post was at 05:24 PM ----------
Aduh... keajaiban sedekah. Cemen itu mah. Ada yg lebih dahsyat lagi. Teriak haleluya, orang lumpuh langsung bisa sprint.
Peristiwa tidak tercerna akal ketika orang naik haji? Naik hajinya aja juga udah gak bisa dicerna akal..![]()
Nah Pur, evolusi bintang kan gak rantai lurus gini, tapi merupakan siklus. Saat supernova, selain bintangnya mati, ada materi yg terlontar. Materi yang dilepaskan bintang pada saat terjadinya Supernova akan menjadi benih bintang baru atau benda astronomi baru (nebula misalnya, yg ujung2nya bisa membentuk sistem bintang-planet baru). Bumi dan planet lain bahkan matahari mendapatkan unsur2 penyusunnya dr sisa supernova ini.
gimana cara ngumpulnya? gravitasi kan? dan hidrogennya dr mana? Tampaknya sudah jelas, konsep tuhan yg diajukan situh berbeda dg yg lain sejauh ini--setidaknya saya. saya tak mau menuhankan sesuatu yg terkumpul dr sisa-sisa benda lain yang bahkan tanpa ada campur tangan yang lain (gravitasi) dia gak akan jadi sesuatu. kalau situh mau menuhankan sesuatu yg seperti itu silahkan saja, jangan sewot ke yg lain
nah, ketemu kan akhirnya, ada faktor lain selain matahari yg bisa menentukan agar ada tidaknya kehidupan. Di bulan, faktor tersebut adalah gravitasi--tak bisa mengikat atmosfer, dsb
kata siapa ah bumi bisa bikin sendiri besi da unsur logam lainnya? perlu proses termonuklir yg cukup ekstrem untuk bisa mengubah unsur2 sederhana menjadi unsur2 kompleks--salah satunya adalah di inti bintang2 raksasa, matahari ajah gak bisa. Bumi kebagian jatahnya dari sisa ledakan bintang2 purba yg terlontar lewat supernova.
untuk tercipta kehidupan, secara kasarnya perlu energi (yg disediakan matahari) dan materi. matahari gak bisa menyediakan materi ini, wong materi dia juga sisa benda lain
you can also find me here
Ya iyalah, kalo ditelusuri terus ke belakang, materi matahari dan planet2nya berasal dari materi obyek sebelumnya. Pada akhirnya nanti matahari pun sama saja dgn manusia, sama2 kumpulan quark dan gluon. Pada level ini apa menciptakan apa sudah tidak jelas lagi. Lebih jauh lagi, semuanya cuman getaran tali doang. Juga, apa sih bedanya materi dan energi, wahai E = mc²?
Bukan itu yg ane maksudkan. Tapi begini. Misalkan ente adalah muslim yg dlm solatnya selalu menyebutkan hidup dan matinya di tangan Allah swt. Artinya ente meyakini bahwa hidup dan mati ente ditentukan oleh Allah swt. Tapi coba ente cermati apa yg ente lakukan setiap hari. Ente mengonsumsi energi. Utk apa? Utk hidup. Dari mana energinya? Dari matahari. Bagaimana jika ente tidak mengonsumsi energi? Ente mati. Jadi yg menentukan hidup mati ente adalah energi dari matahari tsb. Mengapa ente tidak menuhankan matahari, padahal dia yg menentukan hidup mati ente? Jika ente berkilah seperti di atas, bukan matahari saja, tetapi bumi juga, gravitasi juga. Okelah, tapi mengapa ente tidak menuhankan semua itu?
Kalau cuma bilang "cemen" ngapain susah-susah login ke forum diskusi...Originally Posted by purba
![]()
Meski tlah jauh....
Gubrak... justeru saya yang nanya--dan si wallpapur juga yang lain-lainnya nanya juga sejak page 1--kenapa situh juga gak nyembah yg lainnya dan cuma matahari belaka. Dan itu kenapa saya nyaranin situh kalo mau menuhankan sesuatu dg alasan penyokong/pencipta kehidupan, mending menjadi politheis drpd seorang monoheis matahari saja.
Serius, matahari bukan segalanya. Bahkan banyak bakteri autotrof yg bisa hidup tanpa matahari sama sekali, yg berbasis sulfat bukan oksigen.
Nah akhirnya. kan udah dibahas sebelumnya, syarat sesuatu untuk bisa dijadikan tuhan saya beda dengan yg situh yakini. Daripada panjang lebar gak karuan, kita sepakat untuk tidak sepakat saja. Kalau situh mau berdakwah ttg tuhan matahari silahkan--kita kedatangan nabi baru, tapi jangan sewot ke tuhan-tuhan lain seperti di page pertama dong![]()
you can also find me here
Kutipan dari Mbah Purba
Mbah mcJadi yg menentukan hidup mati ente adalah energi dari matahari tsb. Mengapa ente tidak menuhankan matahari, padahal dia yg menentukan hidup mati ente? Jika ente berkilah seperti di atas, bukan matahari saja, tetapi bumi juga, gravitasi juga. Okelah, tapi mengapa ente tidak menuhankan semua itu?
Gubrak... justeru saya yang nanya--dan si wallpapur juga yang lain-lainnya nanya juga sejak page 1--kenapa situh juga gak nyembah yg lainnya dan cuma matahari belaka.
belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com
Punya problem dgn menangkap sinyal2 keknya purba ini.. Ato sengaja cuek.. Tapi argumen2 pak rumus boleh juga sampe akhirnya keluar pertanyaan dari TS sendiri... "Okelah, tapi mengapa ente tidak menuhankan semua itu?", yg sebenernya musti dipertanyakan pada diri sendiri![]()
yang ini ya mbahPunya problem dgn menangkap sinyal2 keknya purba ini.. Ato sengaja cuek.. Tapi argumen2 pak rumus boleh juga sampe akhirnya keluar pertanyaan dari TS sendiri
Okelah, tapi mengapa ente tidak menuhankan semua itu?
belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com
@semua teis
Baca lagi baik2 postingan pertama yg ane tulis:
Di situ ane mengritisi nabi ente, Ibrahim, yg menolak matahari sebagai tuhan dgn alasan matahari terbenam. Ibrahim melihat terbenamnya matahari sebagai kelemahan matahari. Lha ane balik argumennya, justru matahari terbenam utk memberikan kesempatan pada manusia utk istirahat. Kemudian lebih jauh lagi, manusia mengonsumsi energi yg berasal dari matahari utk terus hidup. Segala faktor penunjang hidup manusia, disediakan oleh matahari. Jadi ternyata matahari menjadi sangat penting bagi manusia. Kalau begitu, sudah seharusnya matahari yg dijadikan tuhan, bukan malah ditolaknya hanya gara2 terbenam. Nah, kalo ente baca baik2 postingan tsb, ane justru mempertanyakan kepada ente semua para teis, mengapa ente malah menolak menuhankan matahari yg justru menyokong ente utk hidup?Sebuah kenyataan bahwa sinar matahari adalah sumber kehidupan. Kesalahan fatal logika Ibrahim ketika mengesampingkan matahari sebagai tuhan adalah ketika matahari terbenam dilihatnya sebagai kelemahan utk disebut sbg tuhan. Padahal matahari terbenam sangat berguna utk memberikan kesempatan pada makhluk hidup utk beristirahat atau melambatkan metabolisme tubuhnya. Makhluk hidup umumnya menurunkan aktivitasnya ketika temperatur tubuhnya menurun. Kepunahan makhluk2 raksasa penghuni bumi karena tertutupnya atmosfer dari sinar matahari akibat tumbukan batu angkasa yg sangat besar. Abu letusan gunung Tambora sempat menurunkan temperatur atmosfer bumi utk beberapa lama karena tertutupnya sinar matahari oleh abu tsb. Reptil yg dikenal berdarah dingin selalu berjemur diri di terik matahari utk menghangatkan tubuhnya. Terbit dan terbenamnya matahari adalah ritme yg sangat mendukung dinamika kehidupan di permukaan bumi. Tanpa ritme tsb, tidak akan ada kehidupan di bumi. Jadi sangat pantas matahari disebut sbg tuhan karena dia yg menghidupkan dan mematikan makhluk di bumi. Mengesampingkan matahari sbg tuhan karena terbenamnya adalah kesalahan logika yg fatal.
Kemudian muncul tanggapan2: Bukan matahari saja, oksigen juga, bumi juga, gravitasi juga, supernova juga, sampe nyuruh ane buka buku Fisika SMP dan googling nukleosintesis segala...Lha kalo ente sadar bahwa itu semua adalah penyokong hidup ente, kenapa ente gak sembah? Kok malah nyembah Allah swt yg gak punya kemampuan utk menerbitkan matahari dari barat?
![]()
Last edited by purba; 20-10-2011 at 08:15 PM.
jadi purba skrg nyuruh kami menyembah matahari saja atau menyembah semuanya?
Dan kenapa Purba sentimen sekali kalo disuruh baca? Kan saya cuma anjuran, bukan paksaan, biar gak ngotot bilang kalo bumi bisa bikin besi sendiri. Punya masalah dg kemampuan baca?![]()
^
duh, ribet
ujung2nya TS mempertanyakan ngapain nyembah tuhan yang 'katanya' tidak bisa mengendalikan matahari, sang sumber kehidupan manusia
-maap numpang lewat-
Ane mempertanyakan kenapa ente para muslim (perwakilan para teis) gak nyembah matahari, kok malah nyembah Allah swt, padahal hidup mati ente ditentukan oleh matahari?
Bukan.. tapi biasakan, kalo ditanya, ya dijawab, bukan malah nyuruh orang baca. Kalo ente menguasai ttg nukleosintesis, evolusi bintang, gravitasi, supernova, dll, tentunya ente bisa menjelaskan itu semua dgn bahasa yg sederhana dan bisa dimengerti oleh orang awam.![]()
Ane mempertanyakan kenapa ente para muslim (perwakilan para teis) gak nyembah matahari, kok malah nyembah Allah swt, padahal hidup mati ente ditentukan oleh matahari?
ini yang bebel sapa sih?
tanpa air, oksigen dan sebagainya memang matahari bisa memberikan kehidupan?
planet lain yang mendapat sinar matahari apakah ada kehidupannya?
belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com
masih mepermasalahkan tuhan orang lain mengenai terbitnya matahari dari barat (ini ud dari halaman awal muter di sini aja....)
baeknya ente juga seperti itu Pur
kalo kasih jawaban juga yg benar menurut keyakinan ente, jangan ngawur.... malah jadi bumerang. Gak mungkin dong kop purba memilih keyakinan yg ngawur secara ente ud punya kemampuan mencari kekurangan agama lain
---------- Post added at 08:39 AM ---------- Previous post was at 08:37 AM ----------
dengan mengutus kop purba untuk hidup di planet lain akan memberikan bukti benar/tidaknya pertanyaan di atas![]()
Whatever you name it
---------- Post added at 02:56 PM ---------- Previous post was at 02:52 PM ----------
Jadi penasaran juga, menyembah matahari itu gimana ya? Apa memuji2 matahari, atau kasih sesajen, ato melototin, ato gimana tuh? Kali2 aja gw tertarik.
Berarti kalo purba hanya menyembah matahari, agama purba itu hanya sub atau cabang agama dari agama2 yg menyembah semua.
eh, saya mah nanya gituh karena dari jawaban-jawaban kamu sebelumnya lho yah.
pertama, situh kan bilang kalo semua yg ada di bumi berasal dari matharai ujung2nya. itu yg contoh bensin dr bangkai babi, bangkai babi dr daun singkong dst. itu jawaban situh kan? Tapi jawaban situh cuma mentok sampai matahari. gak mau dilanjutin sampai tahap berikutnya
kedua, terus situh bilang seolah2 cuma matahari doang yg bisa menentukan ada tidaknya kehidupan--makanya harus disembah matahari saja, jangan allah. padahal kan udah jelas bukan matahari doang yg memicu kehidupan.
Jangan naif dan sok religius Pur, seandainya sekarang ada yg nyembah matahari sbg tuhan juga, ujung2nya, situ bakal mempertanyakan kenapa mereka harus menyembah matahari. Dan saya yakin argumen yg bakal situh gunain juga gak jauh2 dr dua hal di atas
yah kalo dikasih rujukan kan gak jelek juga Pur. sapah tau situh mau kroscek ulang![]()
you can also find me here
Yg ane kritisi adalah manusia yg menyembah Allah swt, bukan jangkrik. Karena itu ane fokus pada matahari sbg penyokong kehidupan manusia. Tanpa matahari, manusia mati. Juga yg ane kritisi adalah penolakan moyang manusia, Ibrahim, thd penuhanan matahari. Seharusnya ente bisa menangkap apa yg ane mau tuju disitu. Tapi ente malah mengarahkan ane membahas asal-usul kehidupan. Kalo mau ngebahas asal-usul kehidupan, bukan di forum keyakinan agama begini, tapi di ilmu pengetahuan.
Sederhana saja. Yg dibutuhkan manusia utk hidup adalah energi. Banyak sumber energi, bukan matahari saja. Tapi sumber energi terbesar bagi manusia hingga saat ini adalah matahari. Itu mengapa ane sebutkan sayuran, daging, dan bensin. Karena itu produk2 yg dipakai manusia utk hidup dan itu juga produk2 yg prosesnya disokong oleh matahari. Mungkin suatu hari nanti manusia dapat mengambil energi yg bukan dari matahari. Jika teknologi itu sudah ditemukan, manusia tidak bergantung melulu pada matahari lagi.
Dari awal ente gak menjawab apa yg ane tuju. Jika alasan ente menyembah Allah swt adalah karena dia yg menggenggam hidup mati ente, mengapa tidak dgn matahari? Bukankah matahari yg nyata-nyata berkuasa atas hidup mati ente? Jika memang Allah swt yg berkuasa atas hidup mati ente, dimana kenyataan dari kekuasaan Allah swt tsb?Jangan naif dan sok religius Pur, seandainya sekarang ada yg nyembah matahari sbg tuhan juga, ujung2nya, situ bakal mempertanyakan kenapa mereka harus menyembah matahari. Dan saya yakin argumen yg bakal situh gunain juga gak jauh2 dr dua hal di atas![]()
Rekan2 ente sudah mencibir matahari yg tidak mampu bersinar terus tiga hari berturut-turut (mungkin maksudnya di Indonesia siang terus selama 3x24 jam). Nah, gantian ane minta, bagaimana dgn Allah swt, apakah dia mampu membuat matahari bersinar terus tiga hari berturut-turut?
![]()