-
Matahari selama ini menuruti apa yang disebut 'hukum alam', justru Ibrahim yang sangat cerdas berlogika bahwa dari jaman dia lahir sampai dewasa matahari tidak pernah ingkar terhadap hukum alam tersebut. Pagi terbit, sore terbenam begtu seterusnya. Kalau Matahari sebagai Tuhan dengan status Maha Kuasa bisalah dia menunjukkan 'kekuasaannya' barang sebentar dengan bersinar terus dua - tiga hari (misalnya). Tapi ternyata tidak bisa, di tanah Ibrahim sana Matahari timbul tenggelam seperti biasa. Karena itu Ibrahim berkesimpulan bahwa dia berserah diri kepada yang menciptakan 'hukum alam' tersebut.
Jari menunjuk, kelingking berkait.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules