Soal perbatasan di Kalbar.
Petani Ina bingung, tanamannya masuk wilayah mana.
Kenapa kita suka kecolongan ya...
PONTIANAK- Pemerintah Pusat dinilai lamban dalam menangani masalah perbatas Camar Bulan. Meski demikian, perhatian ini tetap dinilai angin segar bagi warga sekitar.
Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasha Anantatur menyambut dengan positif. Menurut mantan Wakil Bupati Sambas ini, perhatian pemerintah merupakan angin segar bagi masyarakat Dusun Camar Bulan agar tidak bingung dan mendapatkan kepastian mengenai wilayah mereka.
“Perhatian pemerintah pusat akan memberikan kepastian kepada warga Camar Bulan, selama ini mereka bingung. Tapi yang jelas saya dan seluruh masyarakat tidak akan pernah rela kalau Camar Bulan menjadi milik Malaysia,” tegas Prabasha kepada Kapuas Post via selular, Senin (10/10/2011).
Dia menjelaskan, pada 1976 dan 1978 pemerintah Indonesia dan Malaysia sudah pernah melakukan penyelesaian secara bilateral meski dengan dua versi penyelesaian. Yang pertama, menggunakan peta Belanda dan kedua menggunakan peta Inggris.
“Kalau menggunakan peta Belanda, maka wilayah Camar Bulan memang masuk dalam kawasan Indonesia, kalau menggunakan peta Inggris Camar Bulan milik Malaysia. Ketegasan Pemerintah pusat di sini sangat diperlukan karena sebenarnya Camar Bulan itu sendiri statusnya sudah Status Quo yang harus ditaati peraturannya oleh Malaysia,” kata legislator Golkar ini.
Prabasha juga menyayangkan mengenai penyelesaian antar dua Negara yang tidak melibatkan warga Camar Bulan dengan melakukan pertemuan dua Negara di luar daerah Kalbar sendiri.
Inikan lucu, masalahnya ada di Sambas, penyelesaian dilakukan di Jakarta. Seharusnya mereka datang langsung dan menyelesaikan permasalahan dengan melihat kondisi lapangan yang ada,” keluhnya
(sumber : okezone.com)
Warisan kompeni yang bagi2 kapling....![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote


--dosen saya ampe facepalm gak tau mesti ngomong gimana 