Gw klo dpt sms2 ky gitu ga pernah gw baca sampe abis.pasti langsung gw delete!
Gw klo dpt sms2 ky gitu ga pernah gw baca sampe abis.pasti langsung gw delete!
wa juga pernah kena tuh.. tau tiba2 ada layanan aja gitu katanya eh pas wa bales bah tiap wa isi pulsa pulsa wa ilang 4000 argh...
yang aku tahu, dari jaman dulu memang ada yang namanya sms premium, dan itu sah2 aja, karena emang termasuk hal baru, tentunya ga ada tanggapan miring (ada aja belom, gmn mau menanggapi) itu sebabnya ga ada aturan yang mengatur keberadaan si sms premium, maka bermunculanlah CP2 aneh, kerja sama ama provider.
awal mula modelnya iklan di tipi, ada reg spasi mantra, reg spasi cinta dll, nah itu orang2 masih sepi2 aja.
kesininya ada unsur "penipuan" (menurut aku) karena kok ga bisa2 di unreg? trus modelnya juga sms ke nomor kita, pake iming2 selangit, bodong banget...
nah pertanyaannya, yang salah sms premium (di mana sebagian orang emang yang memilih untuk ngirim atas kemauannya sendiri, misal minta ramalan), atau unsur penipuannya ntuh yang perlu dibenahi?
perlu ga bakar lumbungnya? atau cukup tikusnya? atau tuh lumbung emang udah terlalu bobrok jadi mending sekalian di eliminasi?
bagi saya pribadi sih, emang ga penting banget tuh sms premium, tapi ga tau juga ya yang laen
karena DPR kebanyakan peran deh kalo menurutku, urusan regulatif aja udah banyak banget, eh udah nuntut sebagai pemegang kunci pencalonan ketua KPK juga, pemilihan Jaksa agung, pemilihan ini itu (apa lagi gitu, ga apal hehehehe) jadinya tugas utamanya malah terbengkalai
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
hal seperti ini ga cuma via sms lho ya, seperti yang pernah L alami
L nelpon seseorang, nah ada RBTnya, agak lama kemudian (agara² ga cepet diangkat) ada penawaran "Jika anda menginginkan RBT seperti ini, tekan tombol x"
orang yang tidak mendengarkan, atau tidak fokus terhadap bunyi tersebut, kemungkinan akan menekan tombol tersebut, dan mengakibatkan kita teregritasi terhadap RBT barusan![]()
kasus yg marak beredar skrg kan kasusnya berupa "sms" resmi dr operator yg menyatakan bahwa user mendapatkan hadiah, bonus pulsa/games/dll. Tentu saja banyak user yg tergiur. Begitu ngeklik link yg ada di sms (atau menghubungin *sekian-sekian*sekian2#) maka tagihan sms premium membengkak drastis. Tiap hari bisa ampe 4 sms masuk. bahkan untuk meng-unreg pun keluar biaya sms premium. terus ada sms konformasi, itu pun pake pulsa premium
bayangkan, berapa ribu orang yang "lugu" (terutama di kampung2) yg kena penipuan model seperti ini?
Ini kan udah kategori sms spam![]()
you can also find me here
yah.... operator di Indo seneng sih, masih banyak orang "lugu" yang bisa dikerjain, ya ga heran juga sih, tiap hari tu hape diliatin, di utak utek melulu kaya nggak ada hiburan laen
saya setuju klo hasil pertemuan yang mengharuskan operator membuat iklan layanan soal premium service itu ditiadakan, lebih banyak mudharat nya dari pada manfaat
soalnya liat aja iklan sampo, keterangan bahwa sampo A akan efektif klo kondisi rambutnya bla bla bla tertulis ketjilllll sekali, bahkan nyaris tak terlihat
sama kaya tulisan visualisasi kreatif, jadi ditakutkan klo iklan layanan itu nanti nya hanya diselip2kan saja..... percuma
mesti diekspos terus nih karna pertemuan kominfo dgn operator tidak menunjukan sesuatu yang memuaskan pelanggan. lihat saja mereka pada demo setelah kominfo & operator selesai pertemuan...
http://www.detikinet.com/read/2011/1...991101mainnews
nanti lihat saja 'kejahatan kecil' ini akan menggerus orang2 & laporan2 polisi hanya akan menangani laporan kehilangan 1jutaan
Last edited by Joyko; 11-10-2011 at 07:44 PM.
Sms premium mau distop sama kominfo yah semoga permanen
inih kenapa sih solusi dr menkominfo sama sekali gak solutif, malah mematikan industri musik
RBT Dihentikan, Musisi dan Pelaku Industri Musik Gigit Jari
Metrotvnews.com, Jakarta: Mulai pukul 00.00 malam tadi atau mulai tanggal Selasa 18 Oktober hari ini, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menghentikan layanan RBT (ring back tone). Menurut BRTI, langkah itu diambil karena banyak kasus pencurian pulsa. Pelanggan sering terpotong pulsanya, padahal tidak mendaftar layanan RBT.
Namun penghentian layanan RBT oleh pemerintah itu mendapat penolakan dari kalangan musisi, penyanyi dan industri musik Indonesia. Menurut mereka, penghentian layanan RBT, walaupun sementara, akan berimbas besar terhadap masa depan musik Indonesia. RBT menjadi satu-satunya penghasilan musisi, penyanyi, dan pelaku industri musik, setelah mereka tidak dapat berharap banyak dari penjualan kaset dan CD album akibat maraknya pembajakan.
Namun, kemarin, artis-artis datang ke DPR, seperti Pasha Ungu, Giring Nidji, Ayu Ting-ting. Mereka mewakili artis lain yang justru dirugikan dalam RBT lewat telepon seluler. Kerugian yang diderita artis, ternyata selama ini mereka tidak dapat bayaran yang baik dari content provider.(DSY)
you can also find me here
yah masalahnya suka ada yang mendadak kepotong pulsanya, tau2nya dia dapet RBT yang dia gak langganan om...kayak kasus bu keremus gitu. Saya juga pernah, sampe sengaja gak isi pulsa selama 2 mingguan biar RBTnya mate sendiri baru pulsa aman
kamsudnya, si operator yg menikmati jatah dan pihak ketiga yg menikmati hasil rampokan, kok gak dikenapa-kenapain![]()
you can also find me here
hape pembokat ESIA, klo di telpon sama anaknya keluar lagu "TAK GENDONG" suara Mbah Surip.. gw bilang mbok.. orangnya udah meninggal loh.. mbok ya ringtonenya diganti tokh... nanti malem sampeyan disamperin si Mbah Surip loh... (si mbok bingung.. gak tau cara ngilangin ringtobe tsb. krn katanya masuk sendiri ke HPnya tanpa di undang. dia juga ngeluh hapenya baru di isi pulsa selalu cepet habis..)(gw candain pulsanya di sedot mbah surip)
Ahkirnya hape tsb. gw suruh anaknya bawa ke geray Esia utk di cabut ringtonya![]()
Ribet kalo kegerai cuma unreg rbt
ato jgn2 taktik operator supaya gerainyanya rame[mm]
udah di coba gak bisa-bisa.. makanya enakan langsung ke gerainyaOriginally Posted by Urzu 7
---------- Post added at 11:53 AM ---------- Previous post was at 11:49 AM ----------
udah dari kemaren.. hape gw semua terima...
Sesuai Surat BRTI No. 177/BRTI/X/2011 utk phentian slrh layanan premium, bg Anda yg blangganan layanan tsb akan dihentikan & registrasi ulang dibuka 19-10-2011
SMS Premium, Operator Nikmati Rp 3-4 Triliun
TEMPO Interaktif, Jakarta - Perusahaan operator seluler memperoleh pendapatan sekitar Rp 3-4 triliun dari layanan SMS Premium yang bekerja sama dengan penyedia konten.
Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia Sarwoto Atmosutarno mengatakan dari total pendapatan seluruh operator yang berkisar antara Rp 90-100 triliun sumbangan dari layanan SMS premium sekitar 7 persen.
Itu pun, kata dia, masih harus dibagi 40:60 persen dengan content provider. “Ya, jadi sekitar Rp 3-4 triliun,” kata Sarwoto di Jakarta, Senin, 17 Oktober 2011.
Penyataan tersebut disampaikan menanggapi tudingan yang menyebutkan operator seluler menikmati Rp 100 triliun dari bisnis layanan SMS premium. "Itu tidak benar. Kami semua kan perusahaan terbuka," katanya.
Pendapatan content provider pun, lanjut dia, juga tidak banyak. Sebab dari hasil bagi dengan operator, yang jumlahnya antara Rp 3-4 triliun tersebut, mesti diperebutkan dengan content provider yang jumlahnya ada 400 perusahaan. “Mereka itu masih dalam tahap developing,” katanya.
Namun anehnya Sarwoto mengakui bahwa pendapatan dari layanan content provider itu justru mengalami pertumbuhan yang tinggi melebihi layanan SMS dan suara. Bahkan pertumbuhan layanan content provider ini mencapai 50 persen per tahun. “Kalau ditanya growth-nya ya cukup tinggi dibanding jualan voice ataupun sms,” kata Sarwoto yang juga Direktur Utama Telkomsel ini.
Karena itu, kata Sarwoto, perusahaan operator seluler akan membina perusahaan-perusahaan content provider tersebut. Menurut dia, bisnis content provider ini bagian dari industri kreatif yang penting untuk dibina.
"Mereka itu kelompok kreatif, kami wajib mengarahkan jangan sampai terjadi kesalahpahaman dan ketidakwajaran,” katanya.
IQBAL MUHTAROM
---------- Post added at 04:17 PM ---------- Previous post was at 04:15 PM ----------
Operator Seluler Janji Kembalikan Pulsa yang Dicuri
TEMPO Interaktif, Jakarta - Perusahaan operator seluler yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia berjanji akan mengembalikan saldo atau pulsa yang selama ini sudah disedot akibat layanan content provider.
“Kami akan memberikan restitusi kepada pelanggan yang terbukti dirugikan,” kata Ketua Umum ASTI Sarwoto Atmosutarno saat konferensi pers di Jakarta, Senin 17 Oktober 2011.
Menurut Sarwoto sistem penggantian saldo atau pulsa tersebut merupakan suatu hal lazim dilakukan perusahaan operator, misalnya ketika terjadi system failure. “Pemberian restitusi itu sudah jamak kami lakukan dengan pelanggan,” kata Direktur Utama Telkomsel ini.
Sarwoto mengatakan pemberian restitusi ini akan diserahkan kepada mekanisme dan kebijakan setiap operator. Sarwoto mengimbau agar pelanggan melaporkan pengaduan kepada Call Center Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan call center di masing-masing operator.
Perusahaan operator seluler yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia telah sepakat menghentikan penawaran layanan SMS Premium. Langkah ini merupakan tanggapan operator atas surat edaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia.
“Anggota ATSI akan menghentikan penawaran konten komersial melalui SMS broadcast, pop-screen, voice broadcast terhitung sejak tanggal 18 Oktober 2011,” kata Sarwoto.
Menurut Sarwoto, penghentian layanan SMS premium tersebut dilakukan dalam batas waktu yang akan ditentukan oleh pemerintah atau regulator dalam hal ini BRTI. “Ini langkah konkret yang diambil ATSI untuk menyikapi perkembangan situasi terakhir,” katanya.
Selain itu, Sarwoto mengatakan para operator seluler akan melakukan penyempurnaan sistem kerja sama dengan perusahaan content provider. Penyempurnaan sistem itu akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak. “Perjanjian tersebut mengacu pada undang-undang baik itu menyangkut isi maupun cara-cara mengakses layanan,” kata Sarwoto yang juga Direktur Utama Telkomsel.
ATSI, kata Sarwoto, telah meminta para operator untuk tidak lagi bekerja sama dengan 60 content provider yang sudah di-black list oleh BRTI. ATSI mengkaim telah responsif menanggapi keluhan tentang layanan content provider ini. “Dari catatan BRTI lebih dari 90 persen keluhan yang masuk ke mereka sudah ditangani dengan baik,” katanya.
you can also find me here