Terima kasih pada sekelompok penggiat advokasi hak-hak pengguna ponsel
yang pulsanya kesedot dengan berbagai modus operandi.


Saya rasa hal seperti ini lebih realistik dan membumi untuk diurusi Menkominfo
dan segenap kawanannya ketimbang mengomentari hal-hal yang bukan
urusannya.


Ponsel telah menjadi semacam kebutuhan pokok masyarakat. Membeli
pulsa menjadi salah satu hajat hidup orang banyak. Kalau pulsa dirompak
seenaknya, sungguh sangat mengesalkan.


Pernah saya tiba-tiba dapat RBT tanpa saya sadari.
Lagu Nike Ardilla.

Kawan SMA saya mengolok-olok : "cie..cie...kenapa seleramu jadi aneh ? Nike
nih yeee.."

Saya jadi bingung lalu mendengarkan sendiri. Tentu saja saya mengomel.
Kapan saya berlangganan kojk ya tiba2 ketimpa Nike Ardilla ?

Selain merompak pulsa saya, lagunya saya tidak suka, masih mending kalau
lagu itu saya suka


Yang untung adalah provider yang lagaknya pura-pura tidak tahu.
Kebanyakan pelanggan bingung bagaimana menghentikan perompakan
tersebut. Seperti ibu saya yang akhirnya mengisi salah satu ponsel-nya
dengan satuan-satuan Rp.5000,- saking kerap tersedot tidak jelas.


Moga kita sebagai konsumen bisa berkuasa penuh atas pulsa yang
kita beli