Salah satu sebabnya : panjangnya rantai distribusi.

Ini salah satu berita pendek yang dibahas salah satu stasiun TV hari ini.

Padahal konon, buah lokal lebih berkualitas ketimbang buah import.

Saya berpikir alangkah tragisnya. Jadi perjalanan jeruk Pontianak ke Jawa
bisa-bisa lebih panjang ketimbang perjalanan jeruk dari sebuah propinsi
di China (jeruk Pokan ? lupa namanya) hingga mendarat dalam kunyahan
orang Indonesia di Jawa.


Rasanya sok tahu dan mengeritik melulu kalau saya menyebut
kok ya negara ini kacau balau. Garam pun mesti import. Batu bara
atau Teh terbaiknya dilempar ke pasaran internasional, yang kualitas
lebih rendah ditujukan untuk konsumsi lokal.


Kasihan ya nasib petani di negeri ini.

Ngomong2, masihkah negara kita disebut negara agraris ?