Page 4 of 4 FirstFirst ... 234
Results 61 to 62 of 62

Thread: Pengendara motor biang kerok kemacetan dan kecelakaan

  1. #61
    mass transport kite itu masih jauh sih, orang naek mortor selain lebih murah juga segi waktu. bawa mobil lebih nyaman pake ac, busway masih banyak bolotnya ketimbang tepatnya, naek busway kudu naek angkot 3 kali dulu, ribed memang.

  2. #62
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,690


    Naik Motor Protolan, Bocah SMP Menangis Histeris Saat Ditangkap Polisi


    sumber : http://news.detik.com/read/2014/10/2...tangkap-polisi


    Blitar - Seorang anak 13 tahun bernama Dicky Affandi menangis tersedu-sedu di depan Brigade Pol Teddy, seorang petugas Satlantas Polres Blitar. Dicky yang masih duduk di bangku SMP ini tertangkap petugas saat mengendari motor tanpa mengenakan helm. Bahkan, motor yang dikendarianya brondol alias tidak standat.

    Kejadian ini terjadi, saat Dicky dan Suprayitno temannya, melintas di depan Mapolres Blitar Kota. Saat itu, Brigade pol Teddy tengah keluar halaman mapolres dengan mengendarai sepeda motor. Melihat Dicky tak mengenakan helm, Teddy langsung mengejar hingga di depan cafe one way.

    Tak bisa meloloskan diri, Dicky akhirnya menyerah dan langsung menangis sejadi-jadinya. "Ampun pak, saya jangan ditilang. Saya tersesat pak," Kata Dicky sambil menangis.

    Saat diminta menunjukkan surat kelengkapan berkendara, tangis Dicky justru semakin keras. "Tidak bawa pak. Saya tadi hanya jalan-jalan. Saya jangan dihukum pak," kata Dicky, dengan suara tangisan yang semakin keras.

    Kepada detikcom, Brigpol Teddy menjelaskan jika ia melihat Dicky dan Suprayitno mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm. Ia pun lantas mengejar.

    "Tadi saya melihat dua orang anak yang berkendara sepeda motor tanpa mengenakan helm. Saya barusan keluar mapolres. Saya kejar. Eh dia malah menangis. Ini akan saya bawa ke kantor (untuk dimintai keterangan)," ujar Teddy kepada detikcom di lokasi kejadian, Sabtu (25/10/2014).

    Brigpol Teddy pun akhirnya membawa Dicky dan temannya ke Mapolres Blitar Kota. Di ruang SPKT, tangisan Dicky semakin menjadi-jadi. Polisi yang meminta nomor HP orang tuanya ditolak oleh Dicky.

    "Jangan pak, nanti saya dimarahi ayah," teriak Dicky sambil terus menangis.

    Beberapa anggota polisi yang tengah berjaga, mencoba menenangkan Dicky. Namun semua usaha tersebut sia-sia. Dicky justru semakin keras menangis.

Page 4 of 4 FirstFirst ... 234

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •