Wah malah gak apa ngebahas doang daripada gak ngapa2in.
Secara umum ada dua pekerjaan besar dalam fisika, teoretis dan eksperimen. Apa yg terjadi di CERN adalah eksperimen. Sedangkan yg dikerjakan Einstein misalnya hingga melahirkan teori relativitas adalah pekerjaan teoretis alias ngebahas doang. Indonesia baru mampu pada level teoretis tsb karena tidak butuh dana terlalu besar. Sementara negara2 berduit, seperti USA, Jepang, Jerman, dan Eropa (CERN), mampu membuat lab utk eksperimen.
Pekerjaan eksperimen dan teoretis adalah timbal balik, saling membangun satu dengan lainnya. Eksperimen menghasilkan pengamatan terukur terhadap suatu fenomena alam. Teori menghasilkan penjelasan yg memadai bagaimana fenomena alam tersebut terjadi. Kemudian teori memberikan prediksi2. Trus, eksperimen mengamati kembali apakah prediksi2 tsb ada atau tidak. Jika ada, itu akan memperkuat teori tadi. Jika tidak, maka teori tadi akan diperbaharui. Begitu seterusnya. Itulah sains, aktivitas yg dinamis.
Ketika ane tanya bagaimana dgn Indonesia, itu merupakan sindiran thd negeri ini. Malaysia (saudara muda) sudah jauh meninggalkan Indonesia dlm hal pengembangan sains dasar. Sebentar lagi Vietnam (anak kemarin sore) juga akan menyalip Indonesia dalam hal pengembangan sains dasar. Jepang dan Korea Selatan adalah contoh negara2 yang kekuatan ekonominya ditopang oleh pengembangan sains dasar. Sedan hibrid Toyota dan teve datar Samsung, misalnya, adalah produk ekonomis yg dihasilkan dari pengembangan sains dasar tadi. Malaysia dan Vietnam sedang melangkah di belakang Jepang dan Korea, sementara Indonesia jalan di tempaaaaat.. grakkk!!!.. sejak merdeka tahun 1945 lalu. Silly....
Ngebahas di kopimaya doang.. Sampe yg ga ahli jadi ahli...
Tapi ane percaya kalo purba ini ahlinya.. dalam hal exakta.
Indonesia enggak dalam urusan ini doang kali ye... Masalah orang indonesia kan investasi. Ga ada/jarang orang2 kaya indonesia atau pemerintah yg mau investasi utk macam proyek2 spt ini... banyak takutnya.. takut rugi jelas. Mungkin karena ga ngerti. Tapi mudah2an bang purba ini tambah kaya jadi berani investasi utk bidang ini..Secara umum ada dua pekerjaan besar dalam fisika, teoretis dan eksperimen. Apa yg terjadi di CERN adalah eksperimen. Sedangkan yg dikerjakan Einstein misalnya hingga melahirkan teori relativitas adalah pekerjaan teoretis alias ngebahas doang. Indonesia baru mampu pada level teoretis tsb karena tidak butuh dana terlalu besar. Sementara negara2 berduit, seperti USA, Jepang, Jerman, dan Eropa (CERN), mampu membuat lab utk eksperimen.
Pekerjaan eksperimen dan teoretis adalah timbal balik, saling membangun satu dengan lainnya. Eksperimen menghasilkan pengamatan terukur terhadap suatu fenomena alam. Teori menghasilkan penjelasan yg memadai bagaimana fenomena alam tersebut terjadi. Kemudian teori memberikan prediksi2. Trus, eksperimen mengamati kembali apakah prediksi2 tsb ada atau tidak. Jika ada, itu akan memperkuat teori tadi. Jika tidak, maka teori tadi akan diperbaharui. Begitu seterusnya. Itulah sains, aktivitas yg dinamis.
Ketika ane tanya bagaimana dgn Indonesia, itu merupakan sindiran thd negeri ini. Malaysia (saudara muda) sudah jauh meninggalkan Indonesia dlm hal pengembangan sains dasar. Sebentar lagi Vietnam (anak kemarin sore) juga akan menyalip Indonesia dalam hal pengembangan sains dasar. Jepang dan Korea Selatan adalah contoh negara2 yang kekuatan ekonominya ditopang oleh pengembangan sains dasar. Sedan hibrid Toyota dan teve datar Samsung, misalnya, adalah produk ekonomis yg dihasilkan dari pengembangan sains dasar tadi. Malaysia dan Vietnam sedang melangkah di belakang Jepang dan Korea, sementara Indonesia jalan di tempaaaaat.. grakkk!!!.. sejak merdeka tahun 1945 lalu. Silly....
Sip lah..
Oh ya mobil hybrid?? http://www.asiaone.com/Motoring/News...21-205874.html
Indonesia's first hybrid car takes 15 mins to start?Oh ya mobil hybrid?? http://www.asiaone.com/Motoring/News...21-205874.html
Aduh, judulnya very not flattering
Tapi angkat topi buat effortnya deh.
Dari hasil baca2, Fermilab tahun 2007 sudah pernah melakukan percobaan serupa dengan yang dilakukan OPERA, hasilnya pun sama. Tapi pihak fermilab menyangsikan, margin errornya kelewat besar karena sistem pengukurannya nggak akurat, untuk itu perlu diupgrade sistemnya, tahun depan (2012) baru bisa dioperasikan.
time travel secara teori dimungkinkan, tapi nggak di alam semesta yang kita diami ini.
kalo penasaran google aja, keyword : godel universe atau godel "time travel"