ada yg karena ngga biasa berbicara dengan suara yg keras, ketika berusaha berbicara keras malah terdengar nada marah atau kasar.
untuk menghindari hal hal seperti ini, ada beberapa hal yg bisa dilakukan:
pertama, kalo lu tugas nya untuk memantau, kan biasanya sebelum kerja ada briefing tuh. Nah elo sedikit demi sedikit tingkatin volume suara nya hari demi hari. Jadi anak anak makin lama makin terbiasa denger suaranya. Jangan langsung tiba tiba keras
kedua, Bagi orang yg tidak terbiasa berbicara dengan suara yg keras, jangan berbicara ketika sedang emosi, nanti kelihatan banget perubahan nya.
Ketiga, ini perkerjaan, jadi jangan dimasukan ke hati. Pengertian ini juga musti di kasi tau ke anak anak yg lain. Bicara keras bukan berarti emosi
mudah mudahan membantu![]()
aku malah gak bisa bicara pelan.. Karena menurutku (kebiasaan di rumah) kalau bicara lirih, gak didengar.. Jadi ya harus keras ngomongnya... Kebiasaan sih ya pur..
Atau kamu coba menyanyi aja... Di kamar mandi.. Dengan lantang..
coba kalau ada pesanan coba set di pikiran lo kayak mau menyampaikan berita buruk ( exp: ada kebakaran! , awas mobil!!! , injak rem! , kantip!, hantuu , kuntiiii ,pocooong ,...etc ) lo ngomongnya pasti lepas dan pasti juga di dengerin
![]()
gimana wall? hasil training tereak2nya? sukses ga?
keknya suara kudu bulet deh, jadi kedengarannya jelas. cethoooo nek wong jowo ngomong
btw buswe, gw juga ga bisa tereak,
tapi ada dua katakata mutiara yang jadi fave yang selalu keluar selama di jakarta ini.
hanya keluar pada saat2 tertentu dan biasa diterapkan di jalanan yang crowded dan ada orang yang nyrobot.,
katakata mutiara tersebut adalah..
jrengg jrenggg
Spoiler for kata mutiara atau kromo inggil kali yah ;D:
Wallpapur bukannya jawa juga ya?
meski bagian jawa timur![]()
Jawa Timur mestinya bisa suara keras dong.
Perlu diragukan ke-Jawa-Timur-annya..
Coba tarik nafas dulu. Tenangkan diri.. baru teriak.
Kalau belum biasa teriak, kalau terburu-buru, malah suaranya gak keluar.
Duh, enak banget sih orang yang suaranya pelan...saya selalu ditegur sama lawan bicara, ssstttt... gak usah teriak-teriak gitu!!!!, padahal perasaan saya udah bisik-bisik
Kalau ngelihat konteks kebutuhannya, yang diperlukan bukan suara yang keras, tapi artikulasi yang jelas... kecuali kalau antara meja dan dapur jaraknya selapangan bola....
Jadi daripada berusaha teriak sampai leher sakit, coba kalimatnya yang dipanjangin... "Oooyyyy... Baagiaaannn sambeeeeelll.... bikin lagiii duaaaa killloooooooooooo..." Ini akan lebih kedengeran ketimbang "OI BAGIAN SAMBEL... BIKIN LAGI DUA KILO!!!"
Kayak pemimpin upacara gitu loh... walaupun gak terlalu keras... tapi dipanjang-panjangin sehingga kedengeran....
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"