ha.. Arrahmah tah.
Setahuku pendapat org2 garis keras macam mereka bkn mainstream masy. kita.
Apapun dalil yg mereka paksakan, smua itu bkn ajaran bener, mereka tdk mewakili agama apapun
ha.. Arrahmah tah.
Setahuku pendapat org2 garis keras macam mereka bkn mainstream masy. kita.
Apapun dalil yg mereka paksakan, smua itu bkn ajaran bener, mereka tdk mewakili agama apapun
^jgn koar2 di sini dong masuk , join dan koar 2 d sana ... Gw ntar nonton kok .... Dr jarak jauh
Yg jadi masalah apakah situs tersebut memang mempengaruhi pelaku melakukan pengeboman tsb.
Kalo iya diblokir aja situs tsb dan sejenisnya
^
kudu tanya ama pelakunya Ju
gimana kalo pelakunya dipesan, sebelum beraksi mampir warnet dan buka situs KM ?
^^
krucil tuh apaan mbah??
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
diajak ke rsj km aja.. pasti akan berubah pikiran...
berubah mau nge bom rsj nya![]()
www.arrahmah.com?
gw pernah join di situ, cuma 4 post, account gw
langsung di banned setelah adu argumen dengan
salah seorang penggiatnya.
mudah-mudahan dengan ini loe bisa menghapus
pre-judice buruk terhadap Pemikiran "Garis Keras"
oh ya:
Turut berduka cita atas korban-korban tak bersalah
dalam peledakan ini. Mudah-mudahan Allah SWT
segera menghapus kezaliman dari negeri ini.
Last edited by Ronggolawe; 26-09-2011 at 03:27 PM.
gw curiga mereka ada 1 situs lagi untuk berkomunikasi... Gr2 sering terekspos media ... Mereka bodoh ... !! Internet itu wilayah kekuasaan amrik ... Setiap data2 yang ada mrka bisa dgn mudah mendapatkan karn mrk ada golden eyes. Tak ada yg aman di inet semua data2 disadap ...email, fb, sms
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
kalo menurutku sih ga bisa mempengaruhi, situs2 kayak gitu cuman media pelampiasan ego aja dari oknum2 tertentu atas pilihan keyakinannya.
sedangkan untuk bisa mempengaruhi perlu proses panjang, tatap muka, kajian, lingkaran "kekeluargaan" yang dibangun secara intensif, bukan sekedar posting forum
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
perekrutan selain di forum mereka juga memulai dari ceramah2, lalu bimbingan blajar . Buku2...
Pola2 mereka suda maju.mereka mengikuti jaman , kalo dibilang teroris cuman hidup di gua ambil baca dan doa. mereka nga tau apa2 , setiap sell bisa bergerak sendiri jika waktu diperlukan bisa diaktifkan kembali.
Teori ini sih dulu dipake cia ngehantem uni soviet , tapi senjata makan tuan
lah iya, pan gw bilang ga cuman sekedar forum, ujug2 orang jadi teroris.. ga ada ceritanya orang baca forum, langsung jadi teroris.
baca buku "temanku teroris" di situ dijelaskan proses2nya, latar belakang, pendidikannya, pilihan keyakinannya dll
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Serangan Bom Bunuh Diri Solo Hanya Pengalihan Target
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semenjak serangan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo, kelompok fardiah jaringan Klaten dan Sunda bak hilang ditelan bumi. Komunikasi handphone yang kerap dilakoni tiba-tiba senyap.
"Setelah serangan Solo, mereka mematikan HP," kata Pengamat Intelijen Dynno Chressbon kepada Tribunnews.com, Senin (26/9/2011).
Atas kejadian tersebut, Dynno pun memberi warning kepada aparat Densus. Dynno menengarai, serangan ke Solo sebagai pengalihan isu. Ada target besar yang akan dilakukan kelompok teroris di Indonesia.
"Saya mendapat informasi 50 orang mereka sudah berada di wilayah Indonesia timur," ujarnya seraya mengemukakan, para mujahidin ini tengah menanti pasokan bahan untuk melancarkan aksi mereka.
Hayat sendiri masuk dalam lima daftar buronan yang diburu Tim Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri, selain Mochammad Syarif pengebom bunuh diri di masjid adzikra.
Empat orang tersisa yang masih menjadi incaran Densus adalah Nanang Irawan alias Nang Ndut alias Gndutt alias Ndut, Heru Komarudin, Yadi al Hasan alias Abu Fatikh alias Vijay alias Yadi, dan Beni Asri.
you can also find me here
Orang Tua Yakini Pengebom Solo Achmad Yosepa Hayat
TEMPO Interaktif, Cirebon - Orang tua Achmad Yosepa, M. Daud Turani dan Hindun, meyakini bahwa pelaku peledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, kemungkinan besar adalah anaknya.
"Saya lihat foto-foto di media. Saya 90 persen yakin itu anak saya," kata Daud saat ditemui di warung bakso miliknya di Jalan Pandesan, Kota Cirebon, Senin, 26 September 2011.
Daud dan Hindun mengaku belum diperiksa polisi. Tapi mereka sudah mendengar kabar bahwa istri dan anak Achmad sudah diperiksa. "Ya, mau bagaimana lagi. Sebagai orang tua saya pasrah," kata Daud yang mengatakan sudah lama tak bertemu atau berhubungan dengan anaknya itu.
Markas Besar Kepolisian RI pun tidak buru-buru mengumumkan identitas pelaku peledakan bom bunuh diri Solo itu. "Harus dilakukan tes DNA supaya tidak salah," kata juru bicara Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, kemarin.
Menurut Anton, polisi sudah mengambil sampel DNA dari seorang perempuan dan anak terduga pelaku. Polisi akan mencocokkan sampel DNA jenazah dengan DNA kedua orang yang diduga istri dan anak pelaku. "Semua sedang berjalan, tunggu sampai selesai," kata Anton kembali menolak memastikan identitas pelaku dan keluarganya.
Achmad Yosepa Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo adalah salah satu buron polisi. Dia diduga terlibat dalam jaringan pengebom Masjid Al-Dzikra, di kompleks Kepolisian Resor Cirebon, April lalu.
Hampir seharian tim dari Indonesia Automatic Fingerprints Identification System memeriksa mayat yang tiba di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, sejak pagi hari kemarin. Mereka dibantu tim Disaster Victim Identification.
Sekitar pukul 14.10 WIB, seorang perempuan berbusana biru dan merah muda keluar dari pintu belakang ruang forensik rumah sakit. Menggendong anak kecil, perempuan itu melewati koridor ruang rawat tahanan. Seorang laki-laki berbadan tegap mengiringi wanita berusia 20-30 tahun itu. Mereka lalu menuju Kijang Innova berpelat nomor H (Semarang).
Seorang penyidik yang turut mendampingi perempuan itu membisikkan bahwa identitas jasad pengebom Solo sudah bisa dipastikan. "Ya, seperti yang diduga, Achmad itu," ujarnya.
you can also find me here
ada 50 orang di indonesia timur... disiapin untuk akhir tahun kah???
kan konon ada kaitannya dg kasus ambon
btw,
Terorisme, Kominfo Blokir 300 Situs Kekerasan
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika sampai akhir Agustus 2011 ini telah menerima aduan untuk memblokir sekitar 900-an situs yang berbau kekerasan demi antisipasi tindak terorisme. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi aksi pengeboman seperti yang terjadi di Solo, Minggu 25 September 2011 lalu.
“Tapi baru sekitar 300-an yang telah diblokir saat ini, lainnya masih perlu pencermatan secara mendalam,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring usai membuka 1st ICT USO Expo and Conference di Gedung Jogja Expo Center, Yogyakarta, Senin 26 September 2011.
Aduan tersebut lantaran situs-situs itu dinilai berpotensi mengarah pada aksi terorisme. Situs itu isinya mengandung kebencian bernuansa sara dan lainnya. "Desakan dan imbauan untuk menutup situs yang mengagitasi dan menghina agama tertentu memang ada dan secara bertahap masih kami lakukan,” kata dia.
Menteri Tifatul mengatakan pemblokiran tidak bisa dilakukan langsung karena situs itu sering berganti-ganti nama. Tifatul berjanji segera melakukan tindakan jika ada laporan dari masyarakat. “Tapi kan tidak langsung blokir begitu saja karena seharusnya yang melakukan pemblokiran juga para operator, bukan hanya Kominfo,” kata dia.
Dikhawatirkan, jika asal blokir akan muncul persepsi negatif. “Kalau langsung blokir kan seperti menghalalkan situs itu mengagitasi orang. Bisa saja konten situs itu berupa pengetahuan, kalau diblokir berarti seperti menghalangi akses informasi pendidikan," tutur dia.
Menurut Tifatul, akar masalah kekerasan dan terorisme harus dilihat lebih mendalam. Ia menilai pada dasarnya aksi itu dipicu dari pemahaman atas ideologi ataupun agama yang salah dan setengah-setengah. “Jadi tidak semata karena adanya situs-situs kekerasan dari Internet,” kata dia.
Guru besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung Romli Atmasasmita saat acara Sosialisasi Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme di Hotel Sahid Yogyakarta akhir pekan lalu menuturkan selama ini penanganan terorisme di Indonesia masih bersifat reaktif, ada kejadian baru bertindak.
“Ini yang harus lebih dikembangkan menjadi upaya preventif, tapi yang positif,” kata dia. Romli memisalkan tindakan preventif itu seperti membenahi kurikulum di pesantren, bagaimana agar nilai-nilai kebhinekaan Pancasila dan UUD 1945 tetap menjadi sentral hidup berbangsa.
you can also find me here