-
SAJAK PERKAWINAN (Hal.20)
cahaya yang ini, Siapakah?
(kelopak-kelopak malam
berguguran) kaki langit yang kabur
dalam kamar, dalam Persetubuhan
butir demi butir
(Kau dan aku, aku
dan serbuk malam) tergelincir
menyatu
Perkawinan tak di mana pun, tak
kapan pun
kelopak demi kelopak terbuka
malam pun sempurna
1968
you can also find me here 
-
KUPANDANG KELAM YANG MERAPAT KE SISI KITA (Hal. 22)
kupandang kelam yang merapat ke sisi kita;
siapa itu disebelah sana, tanyamu tiba-tiba
(malam berkabut seketika); barangkali menjemputku
barangkali berkabar penghujan itu
kita terdiam saja di pintu; menunggu
atau ditunggu, tanpa janji terlebih dahulu;
kenalkah ia padamu, desakmu (kemudian sepi
terbata-bata menghardik berulang kali)
bayang-bayangnya pun hadir sampai di sini; jangan
ucapkan selamat malam; undurlah perlahan
(pastilah sudah gugur hujan
di hulu sungai itu); itulah Saat itu, bisikku
kukecup ujung jarimu; kaupun menatapku:
bunuhlah ia, suamiku (kutatap kelam itu
bayang-bayang yang hampir lengkap mencapaiku
lalu kukatakan: mengapa Kau tegak di situ)
1968
you can also find me here 
Tags for this Thread
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules