bersyukur sama ga dengan menghibur diri?

atau sama dengan denial atau bentuk penyangkalan ?
misalnya.... saat abg jadi remaja yang tidak 'eksis' tidak ada yang tau dia siapa dan apa..lalu untuk menghibur diri dia berkata : Syukurlah...walaupun begini bla..bla..bla

atau : diputusin pacar : syukurlah, untung di putusin sekarang (padahal dia diputusin karena ' kesalahannya'

atau bersyukur supaya sekedar dilihat dan ingin di nilai 'religius? Syahrini contohnya