Page 2 of 5 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 21 to 40 of 87

Thread: Termasuk Filsafat kah ?

  1. #21
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Bukan saya otoriter (walau kata ini tidak tepat ditujukan ke saya), tetapi kita sendiri sering mengunggul-unggulkan filsafat seolah ia merupakan bapak dari segala ilmu.
    Bisa ya dan bisa tidak.. Tapi aku lebih cenderung ke "ya"
    Dari definisi mbah wiki yang saya kutip

    nyatanya filsafat tidak bermain di wilayah yang berbau empirik (rumus-rumus/kalkulasi dari percobaan).

    Maka yang tersisa adalah :



    Dimana, mencari solusi untuk itu <<<<< nampaknya tidak dilakukan dengan "melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan" atau hal-hal yang berbau empirik.

    Lalu masalah seperti apa yang dimaksud dalam term filsafat tsb ?


    Oleh karena itu di awal saya tanya : Apakah bertanya "Mana yang duluan ada, ayam apa telur ? " termasuk filsafat ?


    Dan bagaimana filsafat "mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu."
    disinilah saya merasa anda agak sedikit terlalu *otoriter* dan *diktator* terhadap filsafat. Anda terlalu berpegangan teguh pada definisi tersebut dan memaksakan filsafat masuk ke dalamnya. Menurut Doktor F Budi Hardiman dalam bukunya berjudul "FILSAFAT MODERN dari Machavelli hingga Nietzche":
    "Filsafat bukanlah ilmu biasa yang puas dengan fakta, melainkan terus berupaya untuk mengetahui hal-hal yang diseberang fakta. Karena itu sejarah filsafat adalah sejarah pemikiran-pemikiran tentang yang essensial (menyentuh hakekat kenyataan), fundamental (menyentuh dasar kenyataan), dan radikal (menyentuh akar kenyataan)"
    Last edited by Agitho_Ryuki; 27-02-2011 at 01:18 AM.
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  2. #22
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    ic, jadi filsafat bukan ilmu pasti, katanya menjiwai semua ilmu

    Lalu bagaimana dikatakan bahwa filsafat adalah seni berfikir jika tidak ada jawaban mutlaq yang dapat dijadikan pegangan ?
    Bahkan ketika kita berpegangan pada baja yang kuat sekalipun masih bisa patah bukan??
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  3. #23
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    Bahkan ketika kita berpegangan pada baja yang kuat sekalipun masih bisa patah bukan??
    Ada batas toleransi yang mampu dipikul baja <<<< pasti karena diperoleh dari kalkulasi hitungan empirik.

    CMIIW

    Jadi bagi saya, filsafat tidak menjamah hal tsb kecuali jika hanya dikatakan sebagai "seni mempertanyakan" semata

    So back to topik : "Mana yang duluan ada, ayam apa telur ? "
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  4. #24
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Esse est percipi begitulah George Berkeley mengatakan... Sesuatu itu ada karena sesuatu itu bisa dipersepsi didalam pikiran kita. So.. Jadi lebih dulu mana antara ayam dan telur? Dalam persepsi saya ayam lebih dulu ada. Karena ketika terdengar kata "telur" maka dalam pikiran saya ada ayam (binatang) yang bertelur, atau ada semacam benda berbentuk oval yang ada di kandang ayam belakang rumah. Tapi ketika saya mendengar kata ayam maka saya tidak mempersepsikkan "telur" dalam pikiran saya. Dalam pesepsi saya ayam ---> semacam binatang berkokok yang ada di kandang belakang rumah saya. Bukan telurnya.

    Mudah-mudahan bisa dipahami, walaupun tidak bisa diterima.
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  5. #25
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Jawaban anda bisa benar bisa salah tergantung argumen yang diberikan, walau saya setuju 100% dengan jawaban anda tsb, dengan dasar bahwa telur itu benda mati, ia tidak akan menghasilkan makhluk bernyata, berbeda dengan ayam ia adalah benda hidup, darinya lah muncul kehidupan selanjutnya.

    Serupa dengan manusia, jika menilik konsep agama maka manusia adalah makhluq yang diciptakan Allah SWT dari tanah secara berpasangang (menilik konsep al-Qur'an), maka darinya dikembang biakan keturunan yang banyak. Serupa dengan manusia, semisal itu pulaha kehidupan lainnya.

    You see, tanpa perlu belajar filsafat saya bisa memberikan jawaban yang sama dengan anda walau dengan argumen yang berbeda. Artinya .... tanpa filsafat, saya bisa menjawab pertanyaan tsb. Dengan demikian, filsafat bukanlah segala-galanya bagi saya, karena saya tidak bergantung kepada filsafat, tetapi saya bergantung pada informasi yang saya terima dari agama saya.

    Adapun soal bahwa filsafat adalah seni berfikir, atau seni mempertanyakan, atau apalah namanya maka saya pun tidak bergantung pada ilmu filsafat tsb. Tanpa perlu mempelajari filsafat, saya bisa melakukan kajian atas suatu pertanyaan yang muncul berdasarkan pemahaman dan ilmu yang saya miliki.


    Oleh karena itu, dikatakan bahwa filsafat adalah bapak segala ilmu <<<< absurb, karena bagi saya bapak segala ilmu itu merupakan pembuka jalan dan pengatur ilmu, dimana semua ilmu bergantung kepadanya.

    Ini serupa dengan paham bahwa "Nahwu (tata bahasa Arab) itu bapaknya ilmu dan ilmu Sharaf (tata cara pemebitukan kata dalam bahasa Arab) adalah ibunya ilmu" bahwa ia hanya terbatas pada bidang bhs Arab karena tanpa menguasai kedunya maka kita tidak bisa terampil berbahasa Arab dengan benar namun faham seperti in tidak menjangkau bidang keilmuan lain.

    Maka bagi saya, filsafat bukanlah bapak segala ilmu apalagi ibunya ilmu karena ilmu itu tidak lahir dari filsafat semata. Bahkan saya melihat, pengkultusan filsafat dan diskusi soal filsafat adalah sia-sia.

    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  6. #26
    @Asum: Tapi tanpa berfilsafat jawaban mengenai tentang ayam dan telur itu tanpa proses berpikir jadinya.

    Dan soal filsafat sebagai sumber ilmu pengetahuan -- mungkin maksudnya lebih kepada bahwa prosess berpikir adalah sumber ilmu pengetahuan. Dalam hal ini filsafat diasosiasikan sebagai prosess berpikir mengenai suatu hal/masalah.

    Misalkan, kita ambil contoh soal penciptaan yang diterangkan oleh Agama samawi. Jika orang-orang hanya menerimanya tanpa proses berpikir, rasanya teori darwin tidak akan ada.

    Oh, iya, kalo dalam soal penciptaan itu, orang yang berfilsafat akan bertanya: apa benar memang proses penciptaan seperti ini? Apa benar asal mula mahluk hidup memang seperti ini? Lalu dia berusaha mencari jawabannnya.

    Nah, kalo saya melihat bahwa proses berpikir ini (berfilsafat) malah bisa menjadi sarana meneguhkan iman kepada agama. Misalnya, dalam soal ayam dan telur ini, bro Aghito menemukan jawaban yang sama dengan Agamanya sehingga dia akhirnya menjadi semakin yakin dengan agamanya tersebut.

    Tapi ya memang segala sesuatu terlalu berlebihan itu tidak bagus. Termasuk terlalu berlebihan pada Filsafat (terlalu mengagungkan filsafat misalnya).

    Nah, sekarang pertanyaan besar saya adalah apakah memang proses berpikir mengenai suatu hal/masalah dapat dianggap telah berfilsafat?

    Jika iya maka beragama itu juga melibatkan berfilsafat seperti contoh mengambil deduksi dari cerita penciptaan bahwa ternyata ayamlah yang duluan.
    Last edited by danalingga; 27-02-2011 at 12:42 PM.

  7. #27
    Ah, baru baca nih pengertian filsafat:

    Philosophy is the study of general and fundamental problems, such as those connected with existence, knowledge, values, reason, mind, and language.[1][2] It is distinguished from other ways of addressing such problems by its critical, generally systematic approach and its reliance on rational argument.[3] The word "philosophy" comes from the Greek φιλοσοφία (philosophia), which literally means "love of wisdom".[4][5][6]
    sumber dari wikipedia nginglish

    Ternyata filsafat itu adalah soal mempelajari masalah secara umum dan mendasar dari suatu hal. Jadi tidak heran jika filsafat dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan karena setahuku, ilmu pengetahuan memang lahir dari prosses mempelajari sesuatu -- yang dalam hal ini secara umum pasti terlibat (dan beberapa kali secara mendasar).

    Keknya yang versi wikipedia Indonesia itu tidak terlalu benar menerjemahkan apa itu filsafat ya?

  8. #28
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Ah, baru baca nih pengertian filsafat: sumber dari wikipedia nginglish

    Ternyata filsafat itu adalah soal mempelajari masalah secara umum dan mendasar dari suatu hal. Jadi tidak heran jika filsafat dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan karena setahuku, ilmu pengetahuan memang lahir dari prosses mempelajari sesuatu -- yang dalam hal ini secara umum pasti terlibat (dan beberapa kali secara mendasar).
    Jika itu anda claim sebagai filsafat, maka saya mengatakannya sebagai proses akal manusia dalam mencoba memahami hidup dan memecahkan masalah kehidupan untuk mendapatkan kesejahteraan hidup. <<< akan saya sebut sebagai الحِكْمَةُ Hikmah, yang artinya adalah "kebijaksanaan", atau جَوْدَةُ الرَّأيِ jauwdatur ro'yi (bagusnya/sehatnya pendapat/pikirannya).

    Maka apakah perlu saya mempelajari filsafat yang jika tidak saya pelajari akan menutup semua pintu bagi saya dan membuat saya hilang arah ?


    Tidaaakkkk .... saya cukupkan dengan hikmah dari hasil olah pikir saya yang Allah SWT berikan kepada saya 'Aql (akal) untuk dipergunakan memikirkan ciptaannya dan sebab akibat yang terjadi di muka bumi. <<<< jelas tidak saya tentang/tolak konsep filsafat yang saya akui sebagai hikmah.

    Last edited by Asum; 27-02-2011 at 02:12 PM. Reason: Menambahkan huruf Arab
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  9. #29
    Lah, emang filsafat bisa dipelajari? Gue juga baru tahu nih. Kalo menurut saya filsafat itu natural. Kalo yang dipelajari di kuliah-kuliah itu menurutku hanya sebagian filsafat atau filsafat dalam arti sempit.

  10. #30
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Jawaban anda bisa benar bisa salah tergantung argumen yang diberikan, walau saya setuju 100% dengan jawaban anda tsb, dengan dasar bahwa telur itu benda mati, ia tidak akan menghasilkan makhluk bernyata, berbeda dengan ayam ia adalah benda hidup, darinya lah muncul kehidupan selanjutnya.

    Serupa dengan manusia, jika menilik konsep agama maka manusia adalah makhluq yang diciptakan Allah SWT dari tanah secara berpasangang (menilik konsep al-Qur'an), maka darinya dikembang biakan keturunan yang banyak. Serupa dengan manusia, semisal itu pulaha kehidupan lainnya.

    You see, tanpa perlu belajar filsafat saya bisa memberikan jawaban yang sama dengan anda walau dengan argumen yang berbeda. Artinya .... tanpa filsafat, saya bisa menjawab pertanyaan tsb. Dengan demikian, filsafat bukanlah segala-galanya bagi saya, karena saya tidak bergantung kepada filsafat, tetapi saya bergantung pada informasi yang saya terima dari agama saya.

    Adapun soal bahwa filsafat adalah seni berfikir, atau seni mempertanyakan, atau apalah namanya maka saya pun tidak bergantung pada ilmu filsafat tsb. Tanpa perlu mempelajari filsafat, saya bisa melakukan kajian atas suatu pertanyaan yang muncul berdasarkan pemahaman dan ilmu yang saya miliki.


    Oleh karena itu, dikatakan bahwa filsafat adalah bapak segala ilmu <<<< absurb, karena bagi saya bapak segala ilmu itu merupakan pembuka jalan dan pengatur ilmu, dimana semua ilmu bergantung kepadanya.

    Ini serupa dengan paham bahwa "Nahwu (tata bahasa Arab) itu bapaknya ilmu dan ilmu Sharaf (tata cara pemebitukan kata dalam bahasa Arab) adalah ibunya ilmu" bahwa ia hanya terbatas pada bidang bhs Arab karena tanpa menguasai kedunya maka kita tidak bisa terampil berbahasa Arab dengan benar namun faham seperti in tidak menjangkau bidang keilmuan lain.

    Maka bagi saya, filsafat bukanlah bapak segala ilmu apalagi ibunya ilmu karena ilmu itu tidak lahir dari filsafat semata. Bahkan saya melihat, pengkultusan filsafat dan diskusi soal filsafat adalah sia-sia.

    Tidak kah anda sadar apa yang anda pikirkan dan anda tulis disini?? Untuk mebndapatkan suatu kesimpulan:
    "Maka bagi saya, filsafat bukanlah bapak segala ilmu apalagi ibunya ilmu karena ilmu itu tidak lahir dari filsafat semata. Bahkan saya melihat, pengkultusan filsafat dan diskusi soal filsafat adalah sia-sia"
    sesungguhnya anda telah berfilsafat..
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  11. #31
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Lah, emang filsafat bisa dipelajari? Gue juga baru tahu nih. Kalo menurut saya filsafat itu natural. Kalo yang dipelajari di kuliah-kuliah itu menurutku hanya sebagian filsafat atau filsafat dalam arti sempit.
    Setuju.. Filsafat itu dilakukan yaitu berfilsafat. Sedangkan yang dipelajari dalam kuliah "filsafat" adalah memahami cara berfilsafat orang-orang yang dianggap sebagai tokoh-tokoh filsafat jaman dulu. Seperti Rene Descartes dengan *Cogito Ergo Sum"nya dalam berfilsafat. Leibniz dengan *monad*nya dalam berfilsafat , John Locke dengan *Aku transedentalnya* dalam berfilsafat, dll.
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  12. #32
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Jika itu anda claim sebagai filsafat, maka saya mengatakannya sebagai proses akal manusia dalam mencoba memahami hidup dan memecahkan masalah kehidupan untuk mendapatkan kesejahteraan hidup. <<< akan saya sebut sebagai الحِكْمَةُ Hikmah, yang artinya adalah "kebijaksanaan", atau جَوْدَةُ الرَّأيِ jauwdatur ro'yi (bagusnya/sehatnya pendapat/pikirannya).

    Maka apakah perlu saya mempelajari filsafat yang jika tidak saya pelajari akan menutup semua pintu bagi saya dan membuat saya hilang arah ?


    Tidaaakkkk .... saya cukupkan dengan hikmah dari hasil olah pikir saya yang Allah SWT berikan kepada saya 'Aql (akal) untuk dipergunakan memikirkan ciptaannya dan sebab akibat yang terjadi di muka bumi. <<<< jelas tidak saya tentang/tolak konsep filsafat yang saya akui sebagai hikmah.

    Sekali lagi anda berusaha untuk membuat anti tesis dari tesis yang dimiliki oleh um Danalingga... Dengan demikian anda sudah berfilsafat.. Masihkah berfikir filsafat adalah sia-sia??
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  13. #33
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Karena saya tidak pernah merasa berfilsafat, maka saya belum merubah pendapat saya tsb. Apa yang diklaim sebagai filsafat bagi saya "TIDAK ADA", karena semua hal tsb merupakan proses pemikiran yang ada dalam otak manusia yang saya sebut Hikmah BUKAN Filsafat.

    Ingat kisah Nabi Ibrahim mencari tuhannya ? (lihat QS 6:75~79). <<< apakah perjalanan rohani yang didasarkan pemikirannya merupakan bentuk filsafat ?

    Jika anda katakan "ya", sesungguhnya Ibrahim hidup +/- 1900 - 2000 SM sedangkan bapak Filsafat Barat yang sering diagung-agungkan sebagai pendiri filsafat hidup jauh sesudah jaman Ibrahim. Padahal, apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim (jika itu dianggap sebagai filsafat) merupakan slah satu bentuk hikmah (kebijaksaan dalam berfikir).

    Begitu pula kisah Qabil dalam QS5:31, mungkin bisa dikatakan sebagai "Filsafat", padahal apa yang dicapai oleh Qabil tsb terjadi jauh sebelum para bapak pendiri Filsafat Barat ada.

    Maka, bagi saya ... penisbatan Filsafat kepada hasil olah pikir manusia dalam memecahkan masalah kehidupan dsb tidak layak diklaim sepihak sebagai Filsafat. Tanpa perlu mengenal apa itu definisi Filsafat dan proses2 dalam berfilsafat, manusia sudah dibekali dengan Hikmah yang mungkin bisa dikatakan sebagai natural wisdom
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  14. #34
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Sepertinya anda malah lebih parah dari sekedar diktator atau otoriter.. Maaf ya..
    Saya merasa anda *belum* kenal dengan yang namanya filsafat.. Ketika ditanya siapa pertama kali filsafat dikenal?? Bahkan dosen filsafatku pun tak bisa menjawab dengan pasti waktu itu. Beliau menjawab sesungguhnya filsafat sudah ada sejak peradaban itu ada... Ketika anda merasa bahwa filsafat itu *TIDAK ADA* tidak masalah, karena memang lebih baiknya filsafat itu berawal dari *TIDAK ADA*.
    Quote Originally Posted by Asum
    Jika anda katakan "ya", sesungguhnya Ibrahim hidup +/- 1900 - 2000 SM sedangkan bapak Filsafat Barat yang sering diagung-agungkan sebagai pendiri filsafat hidup jauh sesudah jaman Ibrahim. Padahal, apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim (jika itu dianggap sebagai filsafat) merupakan slah satu bentuk hikmah (kebijaksaan dalam berfikir).
    ku akui ya... Tapi itu adalah bapak filsafat yang tercatat... Bapak filsafat Barat adalah Rene Descartes lahir tahun 1596, bahkan ada setelah perang salib. Sedangkan Filsafat Islam sendiri tokohnya adalah:
    . Al Ghazali :
    Nama lengkapnya Abu Hamid Muhammad Al Ghazali, lahir di Thus, Persi, 1059. karya-karyanya diantaranya adalah Maqasid al Falasifa (Maksud Filsafat) dan Tahasut Al Falasifa (kerancuan filsafat) karya ini menyerang secara sarkasme terhadap filosof. Latar belakangnya adalah kecenderungan para filsafat menjadi pemikir bebas yang cenderung menolak paham Islam dan mengabaikan dasar ritual ibadat yang menurut mereka tidak pantas bagi pencapaian intelektual. Tahun 1095 Al Ghazali mengalami krisis pribadi, kemudian keluar dari jabatan guru besar sebagian menyebut beliau adalah Rektor Universitas dan meninggalkan Baghdad, kemudian menjalani hidup Sufi dan merantau ke Damaskus, Kairo, Mekah dan Madinah. Setelah berhasil mengatasi krisis, mulai menulis karya Sufistik -Ihya Ulum Al Din (menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama), ini adalah kitab moral terbesar dan karya Master Piece-nya. Al Ghazali walaupun Sufi dari literatur tidak tercatat bahwa beliau merupakan anggota salah satu tarekat. Ada tharekat Al Ghazaliyah.. didirikan oleh pengikutnya bukan didirikan oleh Al Ghazali sendiri secara langsung. Al Ghazali dianggap para sarjana latin seperti AL Farabi dan Ibnu Sina sebagai filosof peri-patetik dan Neo Platonis.

    2. Al Farabi
    Al Farabi adalah filosof terbesar muslim Neo Platonis pertama yang besar dan dijuluki guru kedua (al Muallim Al Tsani) wafat. 950 M. Guru pertAmanya adalah Aristoteles (Al Muallim Al Awwal). Menurut Ibna Sina, bahwa Al Farabilah yang membantu Ibnu Sina memahami ajaran metafisika Aristoteles. Al Farabi lahir di Desa Wasij wilayah Farab - Persia, tahun 870M. Al Farabi juga disebut-sebut sebagai musikus handal. Kitabmusik karyanya Buku Besar Tentang Musik (Kitab Al Musiq Kabir).


    3. Ibn Sina
    Ibn Sina (980-1037), Ibn Sina adalah filosof dan ahli kedokteran. Sepeti filosof lain pada jamannya ia percaya bahwa manusia punya tubuh dan jiwa. Ibn Sina membagi tiga bagian jiwa manusia : Jiwa alami (nabati), jiwa hewani (hayawani) dan jiwa rasional, Tiap bagiannya mempunyai tujuannya (entelechy) masing-masing dan mengatur daya-daya yang melakukan khusus. Buku-buku karangan Ibn Sina kebanyakan tentang ilmu kedokteran diantaranya yang populer : Al Qanun fi al Tibb (buku kedokteran ditulis 14 jilid, ditulis saat usia 16 tahun).

    Sesungguhnya masih banyak lagi tokoh filsafat Islam.
    Lihat perkembangan filsafat Islam lebih dulu ada daripada Filsafat Barat. Pada jaman itu Islam jauh lebih berkembang daripada barat. Jika anda berpikir filsafat = filsafat barat, maaf anda sangat terlalu absurd.. Bahkan saya sekarang sedang mencari-cari filsafat jawa... Tidak ada yang melarang anda untuk skeptis terhadap Filsafat, tapi alangkah bijaksananya jika berusaha mengenali dan memahami lebih dulu sebelum menilai positif atau negatif.
    sambil ngupi ngupi dulu..
    Last edited by Agitho_Ryuki; 28-02-2011 at 10:07 AM.
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  15. #35
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Keliru bos, Rene Descartes itu pencetus filsafat modern. Sedangkan orang yang pertama di-claim pendiri filsafat adalah Socrates (470 SM - 399 SM).

    Nah, jika asal mula istilah Filsafat dinisbatkan kepadanya dan penerusnya seperti Plato dan Aristoteles, sesungguhnya saya katakan bahwa nabi Ibraim as pun mulai berpikir kristis untuk memcari kebenaran tuhannya yang saya sebut perjalanan rohani dia dalam mencari tuhan yang haq <<< juga bisa masuk kategori filsafat. CMIIW

    Nah, jika demikian, saya membantah bahwa ini itu adalah filsafat. Seolah Filsafat adalah merek dagang bagi kemampuan berfikir manusia yang absolute. Padahal, kemampuan berfikir manusia itu sudah ada sejak jaman penciptaan manusia itu sendiri. Contoh sederhana seperti kisah Qabil itu, dimana dari pengamatan nya maka dia dapat menguburkan Habil sodaranya yang dibunuh (apakah ini akan sdr Agitho masukkan dalam filsafat atau tidak, saya tidak tahu). Dan kemudian nabi Ibrahim as, yang anda akui sedang berfilsafat juga.

    Dari sini, maka saya katakan :
    Karena saya tidak pernah merasa berfilsafat, maka saya belum merubah pendapat saya tsb. Apa yang diklaim sebagai filsafat bagi saya "TIDAK ADA", karena semua hal tsb merupakan proses pemikiran yang ada dalam otak manusia yang saya sebut Hikmah BUKAN Filsafat.
    Bagaimana bisa dikatakan sebagai bapak Filsafat sedangkan kemampuan manusia untuk berfikir dan memikirkan alam serta mencari solusi dari permasalah tsb merupakan bawaan alamiah manusia sesuai kemampuan akalnya ?

    Maka saya katakan :
    penisbatan Filsafat kepada hasil olah pikir manusia dalam memecahkan masalah kehidupan dsb tidak layak diklaim sepihak sebagai Filsafat. Tanpa perlu mengenal apa itu definisi Filsafat dan proses2 dalam berfilsafat, manusia sudah dibekali dengan Hikmah yang mungkin bisa dikatakan sebagai natural wisdom
    Mudah2an anda bisa memahaminya ...
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  16. #36
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Socrates disebut bapak Filsafat bukan karena dia yang pertama berfilsafat apalagi pendiri filsafat, ini adalah sesuatu yang perlu diluruskan. Socrates disebut bapak filsafat karena dia adalah filsuf tertua yang selama ini tercatat..

    penisbatan Filsafat kepada hasil olah pikir manusia dalam memecahkan masalah kehidupan dsb tidak layak diklaim sepihak sebagai Filsafat. Tanpa perlu mengenal apa itu definisi Filsafat dan proses2 dalam berfilsafat, manusia sudah dibekali dengan Hikmah yang mungkin bisa dikatakan sebagai natural wisdom
    dan Filsafat secara harfiah adalah love of wisdom...
    Last edited by Agitho_Ryuki; 02-03-2011 at 10:40 AM.
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  17. #37
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Kalau begitu, anda boleh mengatakan filsafat sebagai love of wisdom, dan saya hanya mengakui hikmah sebagai natural wisdom tanpa ada embel2 filsafat
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  18. #38
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    hm, jadi ini hanya masalah perbedaan definisi?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  19. #39
    Filsafat memang mengenai wisdom karena asal mula kata philosophy adalah Sophia yang berarti wisdom atau kebijaksanaan.

  20. #40
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    Socrates disebut bapak Filsafat bukan karena dia yang pertama berfilsafat apalagi pendiri filsafat, ini adalah sesuatu yang perlu diluruskan. Socrates disebut bapak filsafat karena dia adalah filsuf tertua yang selama ini tercatat..
    Yup.. dan kata2 tercatat itu musti di tebelin..

Page 2 of 5 FirstFirst 1234 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •