Bisa ya dan bisa tidak.. Tapi aku lebih cenderung ke "ya"
disinilah saya merasa anda agak sedikit terlalu *otoriter* dan *diktator* terhadap filsafat. Anda terlalu berpegangan teguh pada definisi tersebut dan memaksakan filsafat masuk ke dalamnya. Menurut Doktor F Budi Hardiman dalam bukunya berjudul "FILSAFAT MODERN dari Machavelli hingga Nietzche":Dari definisi mbah wiki yang saya kutip
nyatanya filsafat tidak bermain di wilayah yang berbau empirik (rumus-rumus/kalkulasi dari percobaan).
Maka yang tersisa adalah :
Dimana, mencari solusi untuk itu <<<<< nampaknya tidak dilakukan dengan "melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan" atau hal-hal yang berbau empirik.
Lalu masalah seperti apa yang dimaksud dalam term filsafat tsb ?
Oleh karena itu di awal saya tanya : Apakah bertanya "Mana yang duluan ada, ayam apa telur ? " termasuk filsafat ?
Dan bagaimana filsafat "mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu."![]()
"Filsafat bukanlah ilmu biasa yang puas dengan fakta, melainkan terus berupaya untuk mengetahui hal-hal yang diseberang fakta. Karena itu sejarah filsafat adalah sejarah pemikiran-pemikiran tentang yang essensial (menyentuh hakekat kenyataan), fundamental (menyentuh dasar kenyataan), dan radikal (menyentuh akar kenyataan)"
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote