yup tinggal di rumah mashroom dengan atap yang kemerahan.
anakanak kecil berlarian ke sana ke mari,
ga ada konflik politik, apalagi SARA
segala kebutuhan hidup diupayakan sendiri dengan sistem barter.
ga perlu beli, ga perlu pelit apalagi orang2 culas bertransaksi,
mereka hidup dengan kerelaan dan selalu merasa berlimpah.
itulah awal mula tak pernah ada konflik, karena tak pernah ada rasa iri.
kalaupun ada rasa iri, itu untuk membarengi agar menjadi lebih baik.
bukan untuk menjadi tokoh antagonis.
lalu ada air masih jernih melimpah, ada sungai kecil di belakang rumah yang suara gemericiknya kedengaran,
di dekat sungai itu sengaja dibuat rongga kecil, ditaruh sebuah tempayan.
untuk penyimpanan makanan secara alami dengan memanfaatkan dari sejuknya air tersebut..
ada tetangga yang pandai menenun benang, lalu menjadikannya kain.
kain itu lantas dijahit sendiri menjadi baju dengan warna2 pastel.
ga ada transportasi yang menggunakan bahan bakar, jadi bebas polusi,
kalau bepergian menggunakan unicorn, kuda putih yang mempunyai cula dan mampu terbang
dan jika saat terbang di malam hari, dari bawah akan terlihat pendaran kilau butir2 ajaib tapak jejak unicorn
langit selalu cerah, dan kalau malam selalu banyak bertaburan bintang.
makan malam di luar tanpa digigit nyamuk, d
dengan lentera diikatkan di dahan pohon ek,
lalu permadani hasil jahitan nenek dihamparkan menjadi alas tempat duduk.
selalu ada buah kebaikan yang setiap hari dilakukan, dengan cara2 yang sederhana.
dan kebaikan itu meluas setiap harinya. damai banget yah rasanya...
ini efek sejak kecil dan bacaannya buku cerita dongeng semua