Quote Originally Posted by Alip View Post
Saya mungkin bakal dicegat oleh beberapa Theis yang saya kenal for saying this, Bagi saya neraka adalah sebuah alat. Suatu konsep sederhana untuk menggambarkan konsekuensi logis dari perilaku yang destruktif-nya dominan, apalagi kalau neraka dihubungkan dengan istilah 'siksaan'. Hey, it is just a bunch of burning fire, isn't it?

Saya memakai metode neraka untuk mendidik diri saya sendiri untuk misalnya, tidak berusaha memperkosa perempuan dengan rok mini, membunuhnya, dan get away with it. Katakanlah saya punya kemampuan hebat sehingga bisa melakukan semua kejahatan itu tanpa meninggalkan jejak forensik. Saya menggunakan metode neraka untuk mengingat konsekuensi yang akan saya terima di alam sana (karena di alam sini saya too damn good to get captured)... sayangnya the tool only work when you believe in it, so I took the first step and believe
Mbah Alip juga mengatakan tuhan adalah pencipta kejadian. Ketika mbah Alip melakukan kejahatan, itu adalah sebuah kejadian. Balasan kejahatan adalah neraka. Itu berarti tuhan yg berbuat tetapi mbah Alip yg merasakan siksaan di neraka. Piye?