Page 4 of 6 FirstFirst ... 23456 LastLast
Results 61 to 80 of 116

Thread: Apakah Tuhan menciptakan Kejahatan?

  1. #61
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Apa maksudnya tuhan di atas baik dan jahat?

    Teis bisa juga mengatakan tidak ada kejahatan, yg ada adalah kebaikan yg berjenjang. Tuhan menciptakan kebaikan yg berjenjang. Kebaikan terendah adalah kejahatan tertinggi dan begitu juga sebaliknya. Tapi sama saja dgn tuhan menciptakan kejahatan berjenjang. Sulit 'kan mempertahankan keberadaan tuhan? Utk mengatasi kesulitan2 tsb, teis mengambil jalan pintas dgn mengatakan tuhan di atas kejahatan dan kebaikan. Piye iki?

    Ketakutan mencampakkan tuhan karena konsep tuhan sudah diajarkan sedari kecil. Tuhan diperkenalkan dengan segala keberingasannya. Awas! Masuk neraka kalau tidak mempercayaiKu! Begitu ancaman tuhan. Seandainya tidak ada ancaman tsb, manusia akan dgn mudah melupakan tuhan. Tuhan hanya akan diingatnya kembali ketika si manusia merasa kesepian atau kesusahan.

  2. #62
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by bradon heat View Post
    jadi apakah semua buku harus dipandang kebenaran dari kutipan nya ...
    bukan karena isi ???

    validasi adalah hal terpenting dalam membaca buku ???
    Silahkan saja bro, bila nanti loe bikin skripsi dengan
    memakai kutipan wikipedia misalnya

    Seperti penjelasan E=MC2, cerita ini tadinya biasa
    saja, tapi begitu, sampai pada pernyataan "maha-
    siswa itu Albert Einstein", maka ia menjadi luar
    biasa.

  3. #63
    pelanggan tetap nerissa's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Posts
    1,574
    *ijin duduk di kelas yaa..
    Wah ramai sekali..penuh orang orang pintar...

    Jika isi ujian essai saya adalah sepenggal kalimat : apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Jawaban saya adalah : Mungkin. Saya tidak tau pasti, tapi kalau memang tidak menciptakan kejahatan, lalu untuk apa dia menciptakan polisi?

    *
    Silakan di lanjut bapak bapak...

  4. #64
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Kalo ane ditanya "Apakah tuhan menciptakan kejahatan?", ya ane gak bisa jawab. Sebab buat ane pertanyaan tsb sudah salah dgn sendirinya, lha wong tuhan kagak ada, kok ditanyain seolah2 tuhan ada. Pertanyaan itu cocok buat para teis yg meyakini tuhan ada. Makanya di posting sebelumnya ane sempat bertanya "Jadi kesimpulannya apa nih, apakah tuhan menciptakan kejahatan atau kagak?".

    Ok, penjelasan ane begini. Di sini ada tiga terminologi yg sedang diperbincangkan: Tuhan, kejahatan, dan kebaikan. Sebagai ateis tulen, ane punya pemahaman tersendiri dari term2 tsb. Semuanya adalah persepsi manusia ttg hal-hal di sekitarnya. Tuhan adalah persepsi ttg sesuatu yg tidak dikuasai manusia, kejahatan adalah persepsi ttg sesuatu yg negatif, dan kebaikan adalah persepsi ttg sesuatu yg positif . Yg ada adalah persepsi2 tsb. Semuanya adalah karya cipta manusia.

    Ketidakmampuan manusia dilimpahkan pada sosok yg lebih kuat, yaitu tuhan. Ketika seorang teis gagal dalam suatu ujian masuk PNS, dia akan mengatakan "Aku sudah berusaha maksimal, tetapi tuhanlah yg menentukan." Buat ane yg ateis, kegagalan tsb bukan karena campur tangan tuhan, tapi karena ada sesuatu yg ane kurang kuasai sehingga ane gagal dlm ujian tsb. Dgn kata lain ane tidak qualified utk dijadikan PNS.
    yah elo, udah tahu loe bukan bagian dari sample
    yang diinginkan oleh surveyor, kok ya loe masih
    mau disurvey? ngisi jawaban di quisioner pula.

    rusak dong hasil surveynya, jadi ngga valid

  5. #65
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Jadi?

    Yg Islam cenderung mengatakan tuhan di atas kejahatan dan kebaikan. Kejahatan adalah alat seleksi manusia2 yg takwa. Tuhan mengizinkan iblis utk mempengaruhi manusia melakukan kejahatan, tapi hanya manusia yg takwa yg akan terhindar dari pengaruh iblis.

    Yg Kristen cenderung mengatakan tuhan tidak menciptakan kejahatan, melainkan iblis. Tuhan akan menyelamatkan manusia dari kejahatan2 yg diciptakan iblis, sang malaikat tuhan yg mbalelo.

    Yg Yahudi cenderung mengatakan bahwa kejahatan adalah ciptaan orang Arab.

  6. #66
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Jadi ada tiga topik dalam satu thread... soal peran Albert dalam kisah pengantar thread ini, soal Tuhan menciptakan atau tidak kejahatan, dan soal kejahatan menurut pandangan atheis... heheheh... di mana tombol untuk ngasih tanda bintang?


    Quote Originally Posted by purba View Post
    Apa maksudnya tuhan di atas baik dan jahat?

    Teis bisa juga mengatakan tidak ada kejahatan, yg ada adalah kebaikan yg berjenjang. Tuhan menciptakan kebaikan yg berjenjang. Kebaikan terendah adalah kejahatan tertinggi dan begitu juga sebaliknya. Tapi sama saja dgn tuhan menciptakan kejahatan berjenjang. Sulit 'kan mempertahankan keberadaan tuhan? Utk mengatasi kesulitan2 tsb, teis mengambil jalan pintas dgn mengatakan tuhan di atas kejahatan dan kebaikan. Piye iki?
    Saya malah baru denger konsep ini?
    Saya 'gak paham tentang Tuhan berada di atas kebaikan atau kejahatan, yang saya tangkap adalah Dia menciptakan kejadian, dan kita mengategorikan itu sebagai kebaikan atau kejahatan, sesuai dengan persepsi kita terhadap dampaknya. Per definisi ini, maka iya, Tuhan menciptakan kejahatan... tapi tanpa perlu segala menempatkan Dia di atas kejahatan atau kebaikan segala... memangnya kenapa kalau Tuhan adalah pencipta kejahatan?

    Gak salah dong pembuatan kategori macam itu, karena dengannya kita bisa memilih kejadian yang lebih produktif bagi kemajuan pribadi maupun masyarakat. Lalu pemahaman ini diturunkan ke generasi berikut sebagai sebuah ketentuan baku... berupa tradisi, budaya, atau agama. Kadang apa yang dulu produktif sekarang tidak lagi produktif, maka diadakan interpretasi ulang... dibakukan lagi... dan begitu terus.

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ketakutan mencampakkan tuhan karena konsep tuhan sudah diajarkan sedari kecil. Tuhan diperkenalkan dengan segala keberingasannya. Awas! Masuk neraka kalau tidak mempercayaiKu! Begitu ancaman tuhan. Seandainya tidak ada ancaman tsb, manusia akan dgn mudah melupakan tuhan. Tuhan hanya akan diingatnya kembali ketika si manusia merasa kesepian atau kesusahan.
    Sekarang topiknya beralih ke pemilihan Theis atau Atheis....
    mana nih yang mau diomongin?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  7. #67
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Yg Yahudi cenderung mengatakan bahwa kejahatan adalah ciptaan orang Arab.
    Wakakakakakkkkkkk
    .... dan begitu pula sebaliknya... isn't belief such interesting topic?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  8. #68
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    Iya bener, tapi ntar kalau ditanya balik:

    Yang menciptakan "yg-bersangkutanlah-yg-memilih-menjadi-banci" itu siapa?
    ya Tuhan, tapi manusia-lah yg memilih untuk menjadi banci
    Tuhan maha tahu, trus kenapa ia ciptakan iblis?
    karena Tuhan memberikan kebebasan, walaupun setiap kebebasan yg dipilih pasti ada konsekuensinya, iblis memilih kebebasan untuk membangkang
    saya pernah baca sebuah buku, sesungguhnya yg bikin manusia spesial itu adalah dosa
    keunikan yg dimiliki manusia dan jin adalah memiliki akal dan nafsu, hanya 2 golongan makhluk ini saja yg memiliki keduanya
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  9. #69
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Saya malah baru denger konsep ini?
    Itu model saja utk menghindari tuhan sbg pencipta kejahatan. Kebaikan berjenjang dan surga berjenjang (neraka adalah surga yg nilai kenikmatannya terendah) adalah cara melihat tuhan dgn berbaiksangka.
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Saya 'gak paham tentang Tuhan berada di atas kebaikan atau kejahatan, yang saya tangkap adalah Dia menciptakan kejadian, dan kita mengategorikan itu sebagai kebaikan atau kejahatan, sesuai dengan persepsi kita terhadap dampaknya. Per definisi ini, maka iya, Tuhan menciptakan kejahatan... tapi tanpa perlu segala menempatkan Dia di atas kejahatan atau kebaikan segala... memangnya kenapa kalau Tuhan adalah pencipta kejahatan?

    Gak salah dong pembuatan kategori macam itu, karena dengannya kita bisa memilih kejadian yang lebih produktif bagi kemajuan pribadi maupun masyarakat. Lalu pemahaman ini diturunkan ke generasi berikut sebagai sebuah ketentuan baku... berupa tradisi, budaya, atau agama. Kadang apa yang dulu produktif sekarang tidak lagi produktif, maka diadakan interpretasi ulang... dibakukan lagi... dan begitu terus.
    Ok mbah Alip berpendapat tuhan menciptakan kejadian (genderless). Kemudian yg memilah2 kejadian ini jahat dan itu baik adalah manusia (aktor bias gender). Sampai di sini, tuhan masih selamat dari tuduhan pencipta kejahatan. Tapi tuhan sendiri memberikan pengajaran melalui para utusannya bahwa yg ini jahat dan yg itu baik. Di sini, tuhan benar2 menjadi pencipta kejahatan. Juga peran tsb menjadi bertabrakan dgn peran aktor bias gender tadi. Gimana solusinya, mbah?

    Ok tuhanlah pencipta kejahatan, tapi mengapa manusia yg disiksa di neraka nanti, padahal tuhan biangkeroknya?

  10. #70
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    ya Tuhan, tapi manusia-lah yg memilih untuk menjadi banci

    karena Tuhan memberikan kebebasan, walaupun setiap kebebasan yg dipilih pasti ada konsekuensinya, iblis memilih kebebasan untuk membangkang

    keunikan yg dimiliki manusia dan jin adalah memiliki akal dan nafsu, hanya 2 golongan makhluk ini saja yg memiliki keduanya
    Itu kebebasan semu. Kebebasan sejati adalah bebas memilih apa saja dgn konsekuensi yg sama. Jika jahat ganjarannya neraka dan baik ganjarannya surga, sebenarnya tidak ada kebebasan. Mana ada manusia yg mau memilih utk disiksa.

    Manusia yg melakukan kejahatan adalah manusia yg lupa utk memilih kebaikan. Lha yg menciptakan lupa siapa, bukannya tuhan juga?

  11. #71
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ok mbah Alip berpendapat tuhan menciptakan kejadian (genderless). Kemudian yg memilah2 kejadian ini jahat dan itu baik adalah manusia (aktor bias gender). Sampai di sini, tuhan masih selamat dari tuduhan pencipta kejahatan.
    Nggak kok... saya melihat Tuhan memang sebagai pencipta kejahatan, tidak perlu diselamatkan. Seperti saya bilang di awal, saya tidak tertarik berurusan dengan Tuhan yang Omnipotent tapi cuma menciptakan separuh dari alam semesta

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Tapi tuhan sendiri memberikan pengajaran melalui para utusannya bahwa yg ini jahat dan yg itu baik. Di sini, tuhan benar2 menjadi pencipta kejahatan.
    Betulll... cocok dengan jawaban saya di atas kan? Beberapa hal sudah dilabeli sendiri oleh Tuhan sebagai kejahatan... anggaplah ini sebagai bantuan bagi kita supaya tidak memulai pendefinisian kita dari nol kecil


    Quote Originally Posted by purba View Post
    Juga peran tsb menjadi bertabrakan dgn peran aktor bias gender tadi. Gimana solusinya, mbah?
    Nggak tabrakan kok? Kan memang beberapa hal secara obyektif menimbulkan kerusakan bagi kemanusiaan...

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ok tuhanlah pencipta kejahatan, tapi mengapa manusia yg disiksa di neraka nanti, padahal tuhan biangkeroknya?
    Saya mungkin bakal dicegat oleh beberapa Theis yang saya kenal for saying this, Bagi saya neraka adalah sebuah alat. Suatu konsep sederhana untuk menggambarkan konsekuensi logis dari perilaku yang destruktif-nya dominan, apalagi kalau neraka dihubungkan dengan istilah 'siksaan'. Hey, it is just a bunch of burning fire, isn't it?

    Saya memakai metode neraka untuk mendidik diri saya sendiri untuk misalnya, tidak berusaha memperkosa perempuan dengan rok mini, membunuhnya, dan get away with it. Katakanlah saya punya kemampuan hebat sehingga bisa melakukan semua kejahatan itu tanpa meninggalkan jejak forensik. Saya menggunakan metode neraka untuk mengingat konsekuensi yang akan saya terima di alam sana (karena di alam sini saya too damn good to get captured)... sayangnya the tool only work when you believe in it, so I took the first step and believe

    Mengenai kebenaran obyektif tentang keberadaan neraka dan siksaannya... well... itu masalah keyakinan dan tentu pembicaraannya nggak nyambung dengan seorang atheis (two of my cousins are atheis, by the way, and we enjoy good companionship nevertheless). Saya memilih percaya, dan saya menggunakan beberapa penggambaran yang ada untuk memasukkan konsep baik buruk ke bawah sadar saya. Jadi tiap kali saya mau berbuat kejahatan, otomatis bulu tengkuk saya merinding... such a way to control my behaviour

    Saya tidak keberatan dengan atheis yang pandai macam Eyang Purba, yang bisa memilah baik dan buruk secara obyektif dan kemudian menyusun perilaku sedemikian rupa agar bisa berkontribusi positif bagi masyarakat. You don't need the tool. Great. Saya tidak sependapat dengan keyakinan sebagian Theis yang mengatakan bahwa kaum Atheis karena tidak punya Tuhan, dus tidak punya aturan soal baik-buruk. Damn... many of the atheists are good and nice people. Kalau soal konsekuensi dari kepercayaan atau ketidakpercayaan kita terhadap Tuhan ... let's mind our own business...

    Again... it is just me. Theis lain mungkin punya pandangan berbeda, dan bisa jadi mereka yang benar dan saya keliru besar.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  12. #72
    Itu Tuhan diatas baik dan jahat maksud saya ya melingkupi baik dan jahat itu sendiri. Jadi kejahatan juga punya Tuhan seperti halnya kebaikan.

  13. #73
    Quote Originally Posted by bradon heat View Post
    jadi apakah semua buku harus dipandang kebenaran dari kutipan nya ...
    bukan karena isi ???

    validasi adalah hal terpenting dalam membaca buku ???
    Lalu, kenapa orang membuat istilah "fiksi" dan "nonfiksi"? "fakta" dan "kebohongan"? "metode ilmiah" dan "asal-asalan"?

    lihat dong Don, kasus di Einstein ini. Pencatutan nama Einstein ini bukan sembarangan asal milih. Pencatutan nama Einstein ini adalah DALIH untuk membenarkan pendapatnya agar orang percaya bahwa pendapatnya benar. Seolah ini kebenaran mutlak karena Einstein Sang Jenius saja mengakui pendapatnya--dalam kasus ini, pendapat dia yang mengatakan bahwa kejahatan bukan bagian dari ketuhanan.

    Dalih untuk membenarkan opini pribadi secara membabibuta dan menciptakan dusta. Ih

    Kalau ada buku yang isinya menceritakan adanya nubuat tentang Indonesia yang bakal damai sejahtera jika dipimpin oleh si X. Kamu menerimanya begitu saja? Isinya kan bagus banget,tapi si X ternyata si Nazarudin yang kabur ke Kolombia...

    Banyak yang mengeluh kalau media informasi telah menjerumuskan orang pada sikap fanatisme buta, anarkis, gampang terprovokasi, dsb adalah karena mereka suka menelan apa saja tanpa mengecek keabsahannya.


    Kembali ke topik, jadi, inti masalah ini adalah tentang Personal God vs Impersonal God yah?
    you can also find me here

  14. #74
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    kok jadi Tuhan diatas kebaikan dan kejahatan? ntar malah ada dimensi yg lebih tinggi, dan tuhanlah itu

    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Itu Tuhan diatas baik dan jahat maksud saya ya melingkupi baik dan jahat itu sendiri. Jadi kejahatan juga punya Tuhan seperti halnya kebaikan.
    gw setuju.

    jadi gini, ada baik ada jahat, Tuhan adalah pemilik keduanya namun bukan berarti lebih tinggi, kata2 "lebih tinggi" membuat saya berpikir bahwa tanpa kejahatan dan kebaikan tuhan bisa eksis dengan sendirinya
    menurut saya, Tuhan hanya eksis jika ada kebaikan dan kejahatan, nah... apa itu kebaikan dan kejahatan? itu seperti yg kop @Purba bilang ttg persepsi

    Quote Originally Posted by Purba
    Ok, penjelasan ane begini. Di sini ada tiga terminologi yg sedang diperbincangkan: Tuhan, kejahatan, dan kebaikan. Sebagai ateis tulen, ane punya pemahaman tersendiri dari term2 tsb. Semuanya adalah persepsi manusia ttg hal-hal di sekitarnya. Tuhan adalah persepsi ttg sesuatu yg tidak dikuasai manusia, kejahatan adalah persepsi ttg sesuatu yg negatif, dan kebaikan adalah persepsi ttg sesuatu yg positif . Yg ada adalah persepsi2 tsb. Semuanya adalah karya cipta manusia.
    im agree

    tapi persepsi tiap orang pun berbeda2 jadi kita tidak akan pernah jelas mana yang baik mana yg jahat, itu tidak mungkin jadi dengan orang yg berbeda persepsi pun akan berbeda...
    persepsi akan mana yg baik pada tiap orang berbeda
    persepsi akan mana yg jahat pada tiap orang jg berbeda
    so, persepsi akan Tuhan pun berbeda

    mungkin theis menyebutnya sebagai dewa, Tuhan, allah, atau apapun itu
    tapi atheis juga punya, meski tidak jelas apa sebutannya... karma? nasib? hukum alam?

    because, imagination is a part of reality-

  15. #75
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    menurut saya, Tuhan hanya eksis jika ada kebaikan dan kejahatan,

    mungkin theis menyebutnya sebagai dewa, Tuhan, allah, atau apapun itu
    tapi atheis juga punya, meski tidak jelas apa sebutannya... karma? nasib? hukum alam?
    gw dari dulu sudah geli mendengarnya. Kenapa sih
    Atheis selalu mengurusi Theis? Kenapa selalu mem-
    mencari versi Atheis dari sesuatu yang dimiliki Theis?

    mbo' ya bikin konsep sendiri yang orisinil. Tapi bisa
    ngga ya, secara menamakan diri saja masih tidak
    orisinil, masa kata Theis cuma diawali A

  16. #76
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    gw dari dulu sudah geli mendengarnya. Kenapa sih
    Theis selalu mengurusi Atheis?
    like dis post
    because, imagination is a part of reality-

  17. #77
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    Itu kebebasan semu. Kebebasan sejati adalah bebas memilih apa saja dgn konsekuensi yg sama. Jika jahat ganjarannya neraka dan baik ganjarannya surga, sebenarnya tidak ada kebebasan. Mana ada manusia yg mau memilih utk disiksa.
    berarti anda lebih memilih kebebasan yg tidak berkeadilan, silahkan saja
    orang jahat pasti ada ganjarannya, siapa suruh berbuat kejahatan, yg berbuat kejahatan pasti siksaanlah ganjarannya, itulah keadilan, keadilan bagi para korban yg telah menjadi korban kejahatannya

    kebebasan yg saya maksud adalah kebebasan dalam memilih, ketika saya hendak menyeberang jalan saya diberikan kebebasan apakah ingin menyeberang jalan dengan hati-hati atau menyeberang jalan dengan ceroboh, jika saya memilih menyeberang jalan dengan hati-hati tentu konsekuensi yg akan saya terima adalah saya akan selamat di seberang jalan, namun jika saya memilih menyeberang jalan dengan ceroboh, maka konsekuensi yg akan saya terima adalah mati disambar mobil
    Manusia yg melakukan kejahatan adalah manusia yg lupa utk memilih kebaikan. Lha yg menciptakan lupa siapa, bukannya tuhan juga?
    tidak, manusia yg melakukan kejahatan benar-benar sadar betul bahwa pilihannya adalah salah, tetapi tetap saja melakukan kejahatan karena godaan yg menginginkan kenikmatan secara instan
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  18. #78
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Saya mungkin bakal dicegat oleh beberapa Theis yang saya kenal for saying this, Bagi saya neraka adalah sebuah alat. Suatu konsep sederhana untuk menggambarkan konsekuensi logis dari perilaku yang destruktif-nya dominan, apalagi kalau neraka dihubungkan dengan istilah 'siksaan'. Hey, it is just a bunch of burning fire, isn't it?

    Saya memakai metode neraka untuk mendidik diri saya sendiri untuk misalnya, tidak berusaha memperkosa perempuan dengan rok mini, membunuhnya, dan get away with it. Katakanlah saya punya kemampuan hebat sehingga bisa melakukan semua kejahatan itu tanpa meninggalkan jejak forensik. Saya menggunakan metode neraka untuk mengingat konsekuensi yang akan saya terima di alam sana (karena di alam sini saya too damn good to get captured)... sayangnya the tool only work when you believe in it, so I took the first step and believe
    Mbah Alip juga mengatakan tuhan adalah pencipta kejadian. Ketika mbah Alip melakukan kejahatan, itu adalah sebuah kejadian. Balasan kejahatan adalah neraka. Itu berarti tuhan yg berbuat tetapi mbah Alip yg merasakan siksaan di neraka. Piye?


  19. #79
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    Mbah Alip juga mengatakan tuhan adalah pencipta kejadian. Ketika mbah Alip melakukan kejahatan, itu adalah sebuah kejadian. Balasan kejahatan adalah neraka. Itu berarti tuhan yg berbuat tetapi mbah Alip yg merasakan siksaan di neraka. Piye?
    tampaknya anda tidak bisa membedakan apa yg disebut dengan perbuatan yg dikehendaki oleh Tuhan dan perbuatan yg bisa diperbuat karena suatu kemampuan

    manusia diberikan kemampuan untuk berbuat, berbuat baik dan juga bisa berbuat jahat

    berbuat baik itulah perbuatan yg dikehendaki oleh Tuhan
    berbuat jahat itulah perbuatan yg bisa diperbuat karena suatu kemampuan
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  20. #80
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Mbah Alip juga mengatakan tuhan adalah pencipta kejadian. Ketika mbah Alip melakukan kejahatan, itu adalah sebuah kejadian. Balasan kejahatan adalah neraka. Itu berarti tuhan yg berbuat tetapi mbah Alip yg merasakan siksaan di neraka. Piye?

    Tuhan bisa saja menghapus kemampuan manusia
    untuk berbuat kejahatan, cuma apa enaknya hidup
    tanpa "tantangan" dan "ujian"?

Page 4 of 6 FirstFirst ... 23456 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •