Page 6 of 6 FirstFirst ... 456
Results 101 to 116 of 116

Thread: Apakah Tuhan menciptakan Kejahatan?

  1. #101
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Oooo... antara penerimaan dan perbuatan....
    Maap... sudah jawab panjang-panjang ternyata salah nangkep

    Quote Originally Posted by purba
    Mbah Alip melihat bahwa ajaran tuhan adalah ajaran kebaikan. Banyak sekali ajaran tuhan tsb. Ane ambilkan satu contoh dari ajaran tuhan tsb misalnya pengakuan tauhid dlm Islam atau percaya Yesus dlm Kristen sbg pintu keselamatan (ini bisa dicek di dlm kitab2 yg dianggap punya otoritas kesucian dlm agama2 tsb). Tuhan dlm Islam mengajarkan bahwa hanya pengakuan tauhidlah pintu masuk keselamatan. Juga tuhan dlm Kristen mengajarkan bahwa hanya percaya Yesuslah pintu masuk keselamatan. Itu artinya tuhan2 tsb menunjukkan bahwa orang2 yg tidak percaya mereka adalah orang2 yg tidak selamat. Nah, apakah ajaran tuhan seperti itu adalah ajaran kebaikan?
    Sejauh yang saya pahami, klaim tentang kebenaran yang spesifik dikeluarkan kedua agama tersebut berbicara tentang jalan yang lebih baik ketimbang yang ada pada saat itu.

    Ketika Yesus berjalan kaki dan kadangkala naik keledai menyebarkan ajaran kebaikan di daerah yang sekarang kita sebut Timur Tengah, di sana sedang menjadi protektorat Romawi dengan segala keburukan Kekaisaran itu di akhir masa kejayaannya. Begitu pula pemuka agama setempat, mereka tidak lain cuma pengekor penjajah yang menggunakan agama sebagai justifikasi atas ambisi mereka sendiri. Maka Yesus berbicara kepada para petani, nelayan, gembala, pemungut pajak, budak, hamba sahaya dan lainnya... "Akulah akan membawa kalian pada kebaikan" (redaksi aslinya mungkin berbeda, tapi maksudnya itu ). Dan kita sampai sekarang masih mengenal ajaran Yesus yang sangat mengutamakan cinta kasih. Sebuah revolusi dalam sistem kemanusiaan.

    Lima ratus tahun kemudian di sebuah kota kecil di tengah gurun pasir, Muhammad membawa pesan dari Tuhannya melawan sekelompok bangsawan lokal yang menggunakan kuil kuno berbentuk persegi berikut patung-patung di dalam dan sekelilingnya sebagai justifikasi atas kekuasaan mereka. Para bangsawan itu memraktekkan sistem ekonomi ultra-kapitalis yang menyebabkan orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin, bahkan sampai timbulnya perbudakan. Maka Muhammad mengemban misi menghancurkan sumber kekuatan mereka dan mengembalikan ekonomi dan masyarakat kepada kondisi saling asah dan asuh. Sebuah konsep masyarakat egalitarian, meskipun terdiri atas banyak suku dan agama. Lagi-lagi sebuah revolusi sosial.

    Itulah konteks jalan kebenaran yang saya pahami sesuai sejarahnya.
    Apakah orang-orang yang tidak menerima konsep ini adalah orang yang tidak selamat? Ya betul dalam konteks itu. Mereka adalah orang-orang yang tindakannya merusak dan menyebabkan kesulitan bagi orang lain dan masyarakat sekitar.

    Lalu dua ribu tahun kemudian, yaitu saat ini, apakah orang-orang yang tidak menerima konsep itu adalah orang yang tidak selamat? Masih betul... sejauh kita bicara tentang anggota DPR yang sedang disidik.

    Tapi apakah tidak menerima Tuhan dari agama tertentu berarti tidak selamat? Tindakan baiknya tidak diterima?

    Bahwa kemudian muncul interpretasi tentang nilai kebenaran dibandingkan dengan perbuatan kita, itu adalah perkembangan yang muncul belakangan, datang dari kebutuhan akan adanya identitas sebagai manusia yang paling benar. Eyang Purba tidak usah jauh-jauh berbicara tentang perbuatan baik, karena bagi beberapa orang tertentu, bahkan cara mencukur alis yang keliru bisa menyebabkan seseorang masuk neraka, meski Tuhan-nya sama. Kira-kira begitulah yang terjadi ...

    Bagi saya, karena saya tidak dapat berbicara atas nama Tuhan, maka saya hanya menganalisa di wilayah kemanusiaan kita. Tindakan Eyang Purba membantu seorang nenek menyebrang jalan tentu punya nilai kemanusiaan yang amat baik... maka kita bisa menjadi tetangga yang baik bagi satu sama lain. Adapun mengenai nilai perbuatan tersebut di mata Tuhan, dihubungkan dengan ke-atheis-an Eyang Purba, itu bukan wewenang saya untuk menjatuhkan putusan. Yang saya tahu, karena kita tidak dianjurkan untuk membujuk orang lain agar pindah ke agama kita sendiri, itu pertanda bahwa saya tidak perlu membedakan (discriminate) Eyang Purba berdasarkan keyakinan yang Eyang Purba anut.

    Tuhan sendiri mungkin geleng-geleng kepala kalau melihat saya yang hanya mau membantu perempuan seksi yang mengenakan rok mini...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  2. #102
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Sejauh yang saya pahami, klaim tentang kebenaran yang spesifik dikeluarkan kedua agama tersebut berbicara tentang jalan yang lebih baik ketimbang yang ada pada saat itu.

    Ketika Yesus berjalan kaki dan kadangkala naik keledai menyebarkan ajaran kebaikan di daerah yang sekarang kita sebut Timur Tengah, di sana sedang menjadi protektorat Romawi dengan segala keburukan Kekaisaran itu di akhir masa kejayaannya. Begitu pula pemuka agama setempat, mereka tidak lain cuma pengekor penjajah yang menggunakan agama sebagai justifikasi atas ambisi mereka sendiri. Maka Yesus berbicara kepada para petani, nelayan, gembala, pemungut pajak, budak, hamba sahaya dan lainnya... "Akulah akan membawa kalian pada kebaikan" (redaksi aslinya mungkin berbeda, tapi maksudnya itu ). Dan kita sampai sekarang masih mengenal ajaran Yesus yang sangat mengutamakan cinta kasih. Sebuah revolusi dalam sistem kemanusiaan.

    Lima ratus tahun kemudian di sebuah kota kecil di tengah gurun pasir, Muhammad membawa pesan dari Tuhannya melawan sekelompok bangsawan lokal yang menggunakan kuil kuno berbentuk persegi berikut patung-patung di dalam dan sekelilingnya sebagai justifikasi atas kekuasaan mereka. Para bangsawan itu memraktekkan sistem ekonomi ultra-kapitalis yang menyebabkan orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin, bahkan sampai timbulnya perbudakan. Maka Muhammad mengemban misi menghancurkan sumber kekuatan mereka dan mengembalikan ekonomi dan masyarakat kepada kondisi saling asah dan asuh. Sebuah konsep masyarakat egalitarian, meskipun terdiri atas banyak suku dan agama. Lagi-lagi sebuah revolusi sosial.

    Itulah konteks jalan kebenaran yang saya pahami sesuai sejarahnya.
    Apakah orang-orang yang tidak menerima konsep ini adalah orang yang tidak selamat? Ya betul dalam konteks itu. Mereka adalah orang-orang yang tindakannya merusak dan menyebabkan kesulitan bagi orang lain dan masyarakat sekitar.
    Ya itu artinya ada klaim sepihak dari Yesus ataupun Muhammad, bahwa merekalah yg benar pada saat itu, sementara orang2 di luar mereka diidentifikasikan sbg perusak dan pembuat keonaran. Nah, apakah itu juga sebuah ajaran kebaikan?

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Lalu dua ribu tahun kemudian, yaitu saat ini, apakah orang-orang yang tidak menerima konsep itu adalah orang yang tidak selamat? Masih betul... sejauh kita bicara tentang anggota DPR yang sedang disidik.

    Tapi apakah tidak menerima Tuhan dari agama tertentu berarti tidak selamat? Tindakan baiknya tidak diterima?

    Bahwa kemudian muncul interpretasi tentang nilai kebenaran dibandingkan dengan perbuatan kita, itu adalah perkembangan yang muncul belakangan, datang dari kebutuhan akan adanya identitas sebagai manusia yang paling benar. Eyang Purba tidak usah jauh-jauh berbicara tentang perbuatan baik, karena bagi beberapa orang tertentu, bahkan cara mencukur alis yang keliru bisa menyebabkan seseorang masuk neraka, meski Tuhan-nya sama. Kira-kira begitulah yang terjadi ...
    Coba lihat yg digarisbawahi. Itu pun dapat berlaku pada masa Yesus dan Muhammad dulu. Apa yg mbah Alip ceritakan di atas adalah interpretasi Yesus dan Muhammad ttg nilai kebenaran sehingga mereka menyalahkan orang2 di luar mereka pada masa itu. Perkembangan yg muncul belakangan adalah pengulangan yg terdahulu. Yg kita lihat sekarang sbg klaim kebenaran adalah juga yg dilakukan oleh Yesus dan Muhammad dulu. Gimana mbah?

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Tuhan sendiri mungkin geleng-geleng kepala kalau melihat saya yang hanya mau membantu perempuan seksi yang mengenakan rok mini...
    Wkwkwkwk...

  3. #103
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ya itu artinya ada klaim sepihak dari Yesus ataupun Muhammad, bahwa merekalah yg benar pada saat itu, sementara orang2 di luar mereka diidentifikasikan sbg perusak dan pembuat keonaran. Nah, apakah itu juga sebuah ajaran kebaikan?
    Pemaksaan kehendak secara sepihak memang bukan suatu hal yang nyaman, tentu saja. Saya sendiri sering keki kalau dibegitukan.
    Tapi kelihatannya klaim sepihak bukan hal yang selalu salah.

    Saya melarang keras anak saya bermain api dan pisau, saya memaksa dia melatih sopan-santun di lingkungan keluarga, memaksanya bermain sepeda ketimbang menonton TV ... dia dapat bertanya dan protes kenapa Bapaknya melakukan klaim sepihak macam itu, tapi saya tidak akan mundur dari aturan main yang saya buat. Ini contoh pemaksaan dan klaim kebenaran yang kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya tahu saya benar dan semoga anak saya kelak akan belajar bahwa bapaknya melakukan hal yang benar untuk kepentingan dia.

    Katakanlah kita melihat deretan orang-orang disiksa dan disalib dalam keadaan telanjang di pinggir jalan sepanjang wilayah Yudea, perempuan-perempuan direnggut paksa dari keluarga mereka untuk dijadikan pelayan kuil (berikut segala konsekuensinya), semua anak laki-laki yang baru lahir harus dibunuh karena raja setempat mendapat mimpi buruk, rantai kekerasan dan pembalasan terjadi di mana-mana ... jika ada seseorang yang maju ke depan dan mengatakan, "ini salah dan harus kita akhiri... mari menuju ke jalan yang lebih baik", maka kita layak mendengarkan dia, dan bahwa dia mengklaim jalannya yang benar, bolehlah kita coba.

    Pada kenyataannya, sejarah mencatat hasil yang memang baik.

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Coba lihat yg digarisbawahi. Itu pun dapat berlaku pada masa Yesus dan Muhammad dulu. Apa yg mbah Alip ceritakan di atas adalah interpretasi Yesus dan Muhammad ttg nilai kebenaran sehingga mereka menyalahkan orang2 di luar mereka pada masa itu. Perkembangan yg muncul belakangan adalah pengulangan yg terdahulu. Yg kita lihat sekarang sbg klaim kebenaran adalah juga yg dilakukan oleh Yesus dan Muhammad dulu. Gimana mbah?
    Jika kita menghadapi hal yang identik, tentu saja bisa kita rujuk kembali ke interpretasi awal. Itulah mengapa ajaran-ajaran waktu itu dimaktub dalam sebuah kitab ajaran. Dengan begitu kita tidak reinventing the wheel. Sejauh secara obyektif interpretasi itu masih produktif, maka selalu bisa kita gunakan.

    Yang saya maksud adalah orang-orang yang memiliki interpretasi sendiri dari pemakluman yang sudah ada, dan memaksakan interpretasi itu pada orang lain sebagai suatu kebenaran mutlak, apalagi sampai menggunakan kekerasan dan ancaman.

    Sayangnya mereka memang ada...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  4. #104
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Alip
    Yang saya maksud adalah orang-orang yang memiliki interpretasi sendiri dari pemakluman yang sudah ada, dan memaksakan interpretasi itu pada orang lain sebagai suatu kebenaran mutlak, apalagi sampai menggunakan kekerasan dan ancaman.

    Sayangnya mereka memang ada...
    Seruput dulu kopinya mbah...

    Hehehe.. siapa mereka ini? Katakanlah Habib Riziq dgn FPI-nya. Apakah yg dilakukan oleh Habib Riziq tidak terjadi pada Muhammad? Jawabnya kembali pada kita masing2 bagaimana melihat sejarah Muhammad dan bagaimana menginterpretasikannya. Ane melihat apa yg dilakukan oleh Habib Riziq juga terjadi pada Muhammad dulu. Habib Riziq meyakini bahwa yg dilakukannya sekarang adalah juga yg dilakukan oleh junjungannya dulu. Tentunya dgn penampakan yg berbeda. Yg tidak setuju dgn Habib Riziq akan mengatakan bahwa sang Habib telah salah dlm menginterpretasikan sejarah atau ajaran Muhammad. Tapi siapa yg punya otoritas utk menentukan bahwa ini adalah interpretasi yg benar dan itu yg salah selama semua setuju bahwa itu adalah sebuah interpretasi. Gimana menurut mbah?

  5. #105
    Apakah Tuhan menciptakan kejahatan--ini topiknya.


    Ini bisa menuju ke pertanyaan dan masalah berikut :

    1. Konsepsi Tuhan yang bagaimana ?
    2. Apakah anda percaya Dia itu pencipta ?
    3. Kejahatan adalah kelakuan. Dilakukan pelaku.
    4. JIka anda percaya Tuhan dan bahwa Dia sebagai pencipta manusia sebagai pelaku kejahatan,
    apakah dia mengurusi hal-hal detil (Aha, ini perdebatan klasik sejak zaman A;l Ghazali) atau
    tidak ?

    5. Jika anda percaya Tuhan sebagai pencipta, bagaimana dengan konsep Kehendak Bebas, takdir
    atau nasib ?

    6. Jika TUhan pencipta kejahatan atau kebaikan lalu Dia meminta pertanggungjawaban kita,
    bukankah Dia sungguh kurang kerjaan dan tidak adil ?
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  6. #106
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Seruput dulu kopinya mbah...
    Asyiiikkk... moga-moga yang de-cafeinated

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Hehehe.. siapa mereka ini? Katakanlah Habib Riziq dgn FPI-nya. Apakah yg dilakukan oleh Habib Riziq tidak terjadi pada Muhammad? Jawabnya kembali pada kita masing2 bagaimana melihat sejarah Muhammad dan bagaimana menginterpretasikannya. Ane melihat apa yg dilakukan oleh Habib Riziq juga terjadi pada Muhammad dulu. Habib Riziq meyakini bahwa yg dilakukannya sekarang adalah juga yg dilakukan oleh junjungannya dulu. Tentunya dgn penampakan yg berbeda. Yg tidak setuju dgn Habib Riziq akan mengatakan bahwa sang Habib telah salah dlm menginterpretasikan sejarah atau ajaran Muhammad. Tapi siapa yg punya otoritas utk menentukan bahwa ini adalah interpretasi yg benar dan itu yg salah selama semua setuju bahwa itu adalah sebuah interpretasi. Gimana menurut mbah?
    Setuju sekali, Eyang Purba. Apalagi kita bicara tentang satu periode seribu lima ratus tahun lalu, siapa yang bisa mengatakan secara persis apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana kita bisa jelas tanpa keliru membedakan antara mitos, fakta sejarah, atau manipulasi sejarah?

    Hanya saja, kita bisa berpegang pada satu hal, yaitu bahwa di dalam Agama Islam (berhubung Abang Riziq membawa agama ini) tidak ada otoritas yang berhak menentukan kebenaran suatu interpretasi, tidak ada lembaga inkuisisi yang menghitam-putihkan kehidupan, yang ada hanya gerakan komunal untuk membangun interpretasi yang produktif dan semua penganut Agama Islam adalah bagian dari gerakan ini.

    Kaum muslim perlu menerima Habib Riziq sebagai bagian dari dinamika hidup beragama Islam. Setuju atau tidak, dia adalah bagian dari sebuah tindakan interpretasi. Selanjutnya tinggal kita lihat, jejak macam apa yang ditinggalkan beliau sepanjang perjalanannya...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  7. #107
    Quote Originally Posted by keremus View Post
    Apakah Tuhan menciptakan kejahatan--ini topiknya.


    Ini bisa menuju ke pertanyaan dan masalah berikut :

    1. Konsepsi Tuhan yang bagaimana ?
    2. Apakah anda percaya Dia itu pencipta ?
    3. Kejahatan adalah kelakuan. Dilakukan pelaku.
    4. JIka anda percaya Tuhan dan bahwa Dia sebagai pencipta manusia sebagai pelaku kejahatan,
    apakah dia mengurusi hal-hal detil (Aha, ini perdebatan klasik sejak zaman A;l Ghazali) atau
    tidak ?

    5. Jika anda percaya Tuhan sebagai pencipta, bagaimana dengan konsep Kehendak Bebas, takdir
    atau nasib ?

    6. Jika TUhan pencipta kejahatan atau kebaikan lalu Dia meminta pertanggungjawaban kita,
    bukankah Dia sungguh kurang kerjaan dan tidak adil ?
    1. Tuhan yang maha pencipta
    2. Emang ada konsep Tuhan yang enggak pencipta?
    3. Benar.
    4. Ya.
    5. Sama, itu juga diciptakan sama yang bersangkutan.
    6. Bisa dibilang begitu. Mau gimana lagi.

    Kesimpulan, Tuhan memang menciptakan kejahatan. Tapi, itu tetap gak mengurangi rasa hormat gw atas misteri yang ditimbulkannya pada alam semesta ini.

    Kepusingan yang masih gw bawa-bawa sejak SD sampai sekarang.

  8. #108
    Itulah mengapa Nietze percaya bahwa tuhan sudah mati. Jika tidak kita sulit memahami tuhan yang menciptakan kebaikan dan kejahatan, keadilan dan kesengsaraan.

    Namun jika kita ikut juga dengan kekacauan paham di atas maka nerakalah bagian kita.

    Tuhan adalah segalanya yang awal yang ahir, yang zahir dan yang bathin, jadi termasuk kita didalamnya. Anna al haq kata Al Hallaj, Tri tunggal kata ummat kristiani. Atau di post lain rekan kita danalingga mengatakan mati selagi hudup atau mati sebelum mati. Intinya adalah kita meniadakan ego kita.

  9. #109
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Mau nanya dong dari cerita TS, jaman einstein sekolah udah ada tipi ya? Udah ada acara buser gitu?

  10. #110
    Nharura;72
    Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

    Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

    Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

    Profesor itu terdiam.
    Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
    Bundana, anda jeli ya hahahaha

    just info

    http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi
    Pada tahun yang sama pula, Philo Farnsworth berhasil membuat sistem televisi pertama di dunia dengan pemindai elektronik pada kedua perangkat tampilan dan pickup,[13]dimana temuannya ini pertama kali ia demonstrasikan di depan media pers pada 1 September 1928

    http://id.wikipedia.org/wiki/Einstein
    Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") pada tahun 1905 dari Universitas Zürich.

    Case closed, cerita di atas adalah Hoax, hoeks , whateverlah




    - - - Updated - - -

    Kalau saya jadi muridnya, pasti saya jawab, ya iyalah pak, Tuhan kan maha segalanya, termasuk yg ini nih, kalau dia gak kepo menciptakan dunia dan seisinya, kan gak bakalan ruwet begini dan gue gak usah jawah pertanyaan tololmu pak.
    Last edited by daylight; 15-06-2012 at 11:35 AM.

  11. #111
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Content perenungannya truly, bagus. Hanya saja pencatutan nama orang ngetop menjadikan perenungan ini jadi tidak baik.

    Seperti buku kisah2 abunawas atau nasrudin, tidak perlu mencatut tokoh terkenal untuk mengajak orang berpikir
    Last edited by BundaNa; 15-06-2012 at 03:13 PM.

  12. #112
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    kita sepakat bahwa Tuhan itu Maha ideal

    kita juga sepakat bahwa tidak ada manusia yang Ideal (termasuk isi kepalanya)


    dengan demikian, membicarakan keidealan Tuhan, dengan menggunakan logika2 kepala yg tidak ideal, sampe dunia kiamat 7x pun nggak akan pernah nyampe or terpecahkan.

    kesimpulan : menimpakan semua kejahatan yg tjd di dunia ini kepada Tuhan adalah contoh nyata betapa bodohnya manusia

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  13. #113
    Tuhan tidak terlibat secara langsung dengan dunia phisik, sehingga kebaikan dan kejahatan tidak melibatkan Tuhan.

  14. #114
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by mencari_makna View Post
    Tuhan tidak terlibat secara langsung dengan dunia phisik, sehingga kebaikan dan kejahatan tidak melibatkan Tuhan.
    ah masa ? kayaknya tergantung kacamata mana yg dipake deh

  15. #115
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    ah masa ? kayaknya tergantung kacamata mana yg dipake deh
    Manusia adalah sebuah kemungkinan yang terbuka, menjadi ada atau menjadi tidak ada. Manusia "ada" adalah manusia yang menzahirkan Tuhan pada dirinya. Anna Al Haqq kata Al Hallaj, dengan demikian Tuhan menjadi terlibat pada dunia nyata. Pada manusia "tidak ada", seperti kata Nietze Tuhan sudah mati, pada manusia semacam ini Tuhan menjadi tidak terlibat pada dunia nyata...

  16. #116
    coba-coba menyan's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Location
    pengepul
    Posts
    17
    widih keren banget broh si einstein
    gw banget broh

    baru gw mo bilang :

    tuhan itu kaga ciptain kejahatan, tapi ciptain free will - tabiat manusia yg layaknya binatang, abis itu barulah tuhan ciptain kebaikan/agama dan tuhan berdiri di sisi itu

    nah kapan kejahatan nongol ? ya sejak tuhan create kebaikan, kaga semua mau terima alias ada yg nolak. namanya evil/iblis. jadilah ada kejahatan.

    napa jadi tuhan disalahin nohope bgt dah

Page 6 of 6 FirstFirst ... 456

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •