Page 5 of 6 FirstFirst ... 3456 LastLast
Results 81 to 100 of 116

Thread: Apakah Tuhan menciptakan Kejahatan?

  1. #81
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    kebebasan yg saya maksud adalah kebebasan dalam memilih, ketika saya hendak menyeberang jalan saya diberikan kebebasan apakah ingin menyeberang jalan dengan hati-hati atau menyeberang jalan dengan ceroboh, jika saya memilih menyeberang jalan dengan hati-hati tentu konsekuensi yg akan saya terima adalah saya akan selamat di seberang jalan, namun jika saya memilih menyeberang jalan dengan ceroboh, maka konsekuensi yg akan saya terima adalah mati disambar mobil
    Tidak mungkin anda memilih menyeberangi jalan dengan sembrono kalau tujuannya memang ingin menyeberang jalan, kecuali tujuan anda mau bunuh diri dgn cara ditabrak kendaraan maka bolehlah anda bilang memilih sembrono.

    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    tidak, manusia yg melakukan kejahatan benar-benar sadar betul bahwa pilihannya adalah salah, tetapi tetap saja melakukan kejahatan karena godaan yg menginginkan kenikmatan secara instan
    Bagaimana mungkin orang yg ditabrak kendaraan ketika menyeberang adalah sadar akan ditabrak. Konyol ah...

  2. #82
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    Tuhan bisa saja menghapus kemampuan manusia
    untuk berbuat kejahatan, cuma apa enaknya hidup
    tanpa "tantangan" dan "ujian"?
    Jadi ente gak sudi masuk surga?

  3. #83
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636

    Wink

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Mbah Alip juga mengatakan tuhan adalah pencipta kejadian. Ketika mbah Alip melakukan kejahatan, itu adalah sebuah kejadian. Balasan kejahatan adalah neraka. Itu berarti tuhan yg berbuat tetapi mbah Alip yg merasakan siksaan di neraka. Piye?

    Oooo... kalau pertanyaannya seperti itu, it is simply an invitation for barbecue... Eyang Purba suka yang setengah mateng atau yang gosong? Ibarat kata pepatah, "di surga denger kutut manggung, di neraka bikin api unggun..."


    As far as I concern,
    Sesudah memperkosa dan membunuh perempuan cantik nan seksi yang mengenakan rok mini di metromaksi, saya masuk penjara... karir dan nama baik saya hancur, istri saya harus bekerja keras memenuhi kebutuhan anak-anak, mereka harus hidup menanggung malu dan menahan hukuman sosial dari masyarakat yang memang kejam... mmm... nope... not a good option...

    Karenanya setiap ketemu perempuan yang mengenakan rok mini dan saya merasakan -menurut istilah Foke- ada yang "bergerak", maka saya memilih menahan diri dan menjaga kesejahteraan semua orang. Itulah yang bisa saya lakukan di tataran kesadaran saya. Nggak gampang sih... apalagi kalau "sudah lama tidak" (Aslan!! bobok sanah... ini bukan buat anak kecil!!!)... Dalam kasus ini mengingat Tuhan dan neraka lebih mudah buat saya daripada mengingat penjara dan hukuman sosial, khususnya kalau waktunya mepet dan "gerakan" sudah demikian kuat. Geez... I have a powerful tool

    Bahwa di tataran kesadaran Illahiah segala sesuatunya sudah ditentukan mengikuti sebuah skenario besar dan bahwa sesungguhnya saya tidak membuat pilihan apapun... well, I let God minds his own business, saya tidak membutuhkan pengetahuan ketuhanan untuk membuat saya memilih... I do my part, He does His... then we enjoy coffee in nearby cafe...

    Eyang Purba doyan Tenderloin?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  4. #84
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Jadi ente gak sudi masuk surga?
    Definisi Surga (versi Theis) yang loe pahami ngga
    sama dengan definisi Surga yang gw pahami, brur

  5. #85
    pelanggan setia bradon heat's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    ~Yooniverse~ xD
    Posts
    5,057
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    yah elo, udah tahu loe bukan bagian dari sample
    yang diinginkan oleh surveyor, kok ya loe masih
    mau disurvey? ngisi jawaban di quisioner pula.

    rusak dong hasil surveynya, jadi ngga valid
    ini yg dihindari kalau bisa 100% referensi buku ...
    untuk data valid sih saya lebih refer ke jurnal2 , bukan source semacam blog yg sering copy-paste terlalu riskan, contohnya seperti yg di bahas sekarang tentang kutipan atau lebih tepatnya pencatutan nama orang2 besar blm tentu kebenarannya.

    maaf oot

    Quote Originally Posted by E = mc² View Post
    Lalu, kenapa orang membuat istilah "fiksi" dan "nonfiksi"? "fakta" dan "kebohongan"? "metode ilmiah" dan "asal-asalan"?

    lihat dong Don, kasus di Einstein ini. Pencatutan nama Einstein ini bukan sembarangan asal milih. Pencatutan nama Einstein ini adalah DALIH untuk membenarkan pendapatnya agar orang percaya bahwa pendapatnya benar. Seolah ini kebenaran mutlak karena Einstein Sang Jenius saja mengakui pendapatnya--dalam kasus ini, pendapat dia yang mengatakan bahwa kejahatan bukan bagian dari ketuhanan.

    Dalih untuk membenarkan opini pribadi secara membabibuta dan menciptakan dusta. Ih

    Kalau ada buku yang isinya menceritakan adanya nubuat tentang Indonesia yang bakal damai sejahtera jika dipimpin oleh si X. Kamu menerimanya begitu saja? Isinya kan bagus banget,tapi si X ternyata si Nazarudin yang kabur ke Kolombia...

    Banyak yang mengeluh kalau media informasi telah menjerumuskan orang pada sikap fanatisme buta, anarkis, gampang terprovokasi, dsb adalah karena mereka suka menelan apa saja tanpa mengecek keabsahannya.


    Kembali ke topik, jadi, inti masalah ini adalah tentang Personal God vs Impersonal God yah?
    sure, that's why, i am ask for that question ..
    tentang bobot isi dan kebenaran kutipannya ....

    maaf oot
    BEYOND GENIUS !!!!!!!!


  6. #86
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Oooo... kalau pertanyaannya seperti itu, it is simply an invitation for barbecue... Eyang Purba suka yang setengah mateng atau yang gosong? Ibarat kata pepatah, "di surga denger kutut manggung, di neraka bikin api unggun..."
    Wah tergantung yg ngundang. Yg masih ada darahnya bisa, yg gosong lebih terbiasa.

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    As far as I concern,
    Sesudah memperkosa dan membunuh perempuan cantik nan seksi yang mengenakan rok mini di metromaksi, saya masuk penjara... karir dan nama baik saya hancur, istri saya harus bekerja keras memenuhi kebutuhan anak-anak, mereka harus hidup menanggung malu dan menahan hukuman sosial dari masyarakat yang memang kejam... mmm... nope... not a good option...

    Karenanya setiap ketemu perempuan yang mengenakan rok mini dan saya merasakan -menurut istilah Foke- ada yang "bergerak", maka saya memilih menahan diri dan menjaga kesejahteraan semua orang. Itulah yang bisa saya lakukan di tataran kesadaran saya. Nggak gampang sih... apalagi kalau "sudah lama tidak" (Aslan!! bobok sanah... ini bukan buat anak kecil!!!)... Dalam kasus ini mengingat Tuhan dan neraka lebih mudah buat saya daripada mengingat penjara dan hukuman sosial, khususnya kalau waktunya mepet dan "gerakan" sudah demikian kuat. Geez... I have a powerful tool
    Ane percaya deh keteguhan mbah Alip dlm memegang keyakinan.

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Bahwa di tataran kesadaran Illahiah segala sesuatunya sudah ditentukan mengikuti sebuah skenario besar dan bahwa sesungguhnya saya tidak membuat pilihan apapun... well, I let God minds his own business, saya tidak membutuhkan pengetahuan ketuhanan untuk membuat saya memilih... I do my part, He does His... then we enjoy coffee in nearby cafe...
    Ok, ini hanya obrolan ttg tuhan.. santai aja.

    Bener, pilihan tidak butuh pengetahuan ketuhanan, tetapi ketika mbah Alip (hanya contoh saja) menahan utk tidak melakukan kejahatan karena teringat siska eh siksa neraka, itu menunjukkan mbah Alip mengakui kredibilitas tuhan sbg penentu jahat dan baik. Bagaimana mbah Alip bisa "bersandar" pada tuhan yg penuh dgn konflik?

  7. #87
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by Purba
    Ok, ini hanya obrolan ttg tuhan.. santai aja.
    Hohohoho... betul Eyang, rileks saja kok...

    Quote Originally Posted by Purba
    Bener, pilihan tidak butuh pengetahuan ketuhanan, tetapi ketika mbah Alip (hanya contoh saja) menahan utk tidak melakukan kejahatan karena teringat siska eh siksa neraka, itu menunjukkan mbah Alip mengakui kredibilitas tuhan sbg penentu jahat dan baik. Bagaimana mbah Alip bisa "bersandar" pada tuhan yg penuh dgn konflik?
    Saya kenal satu orang di kantor yang namanya Siska, dan akan berbuat banyak hal supaya tidak disiksa dia.... wkwkwkwkwkkkk... she is hell

    Itu cuma pilihan saja, Eyang Purba, berdasarkan informasi dan daya olah saya yang terbatas. Saya tidak merambah ke analisa takdir atau teologi eksistensial karena informasinya memang paradoks, seperti yang sudah disebut sendiri oleh Eyang Purba dan saya setujui kenyataannya.

    To lots of people’s disappointment, pencarian keagamaan (religius pursuit) bagi saya bukanlah pencarian atas kebenaran sejati atau pengetahuan hakiki (ultimate truth/knowledge), tapi lebih kepada upaya aktif untuk terus menerus menjadi manusia produktif yang berkontribusi bagi bangunan masyarakat dan kemanusiaan. IMHO, "kebenaran" tanpa fungsi aktif dalam kehidupan tidak lain dari sekedar pembenaran (excuses).

    ***

    Yang saya lakukan cuma telaah sebab-akibat sederhana. Dokumen-dokumen baku konsep ketuhanan yang dipercaya masyarakat luas di seluruh dunia semuanya menginginkan kebaikan bagi manusia, pelarangan kekuasaan absolut, dominasi ekonomi, dan penindasan terhadap manusia atau alam. Secara konsisten ada penekanan atas cinta kasih dan kesejahteraan bersama umat manusia. Di agama yang saat ini saya anut -setahu saya- tidak ada pemaksaan atas kepemilihan kita atas Tuhan, dan tidak ada konsekuensi buruk yang harus dijatuhkan pada orang yang memilih Tuhan yang berbeda. Hukuman yang tegas dan jelas dalam catatan agama saya semuanya terkait dengan tindakan-tindakan kriminal antar manusia, kerugian-kerugian badaniah, finansial, ataupun psikis yang disebabkan oleh manusia pada manusia lain, bukan manusia kepada Tuhan.

    Buat saya itu adalah sebuah konsistensi dan kredibilitas...

    ... meskipun Tuhan-nya sendiri adalah konsep yang paradoks, tapi kehadiran-Nya memiliki dampak yang baik bagi manusia. Atau kalau kita menggunakan bahasa yang lebih netral, Tuhan adalah sebuah teknologi sosial yang menyejahterakan dan meninggikan martabat manusia.

    Jadi, seandainya Tuhan ternyata memang tidak ada, konsep ini adalah sebuah teknologi yang membudayakan manusia, sehingga sisi paradoksnya adalah ekses yang bisa ditinggalkan, toh, Tuhan-nya sendiri memang tidak ada, kenapa paradoks tentang eksistensi-nya harus direnungkan lagi?

    ... seandainya Tuhan itu ada, Dia adalah sosok yang bertujuan baik bagi manusia... seluruh konsep baku-nya mengarah ke sana. Adapun mengenai eksistensi dan atributnya yang menjadi paradoks, ya seperti saya sebut sebelumnya, tidak ada relevansinya dengan fungsi kehadiran Dia dalam kehidupan kita, jadi bukan hal yang penting untuk diselami.

    ***

    Nah, dengan berfokus pada "manfaat" konsep Tuhan, mengapa saya memilih percaya dan bersandar pada Tuhan ketimbang tidak? apalagi konsep ini kan penuh dengan kekacauan dan kebalauan...

    Lagi-lagi masalah praktis... lebih mudah untuk menggunakan teknologi ini kalau kita percaya pada keberadaan-Nya... hihihi... maaf kalau kurang canggih filsafatnya ya, Eyang Purba.


    Saya bukan orang yang cukup cerdas atau peduli untuk memahami konsep penciptaan, eksistensialisme, personfikasi Tuhan dan sebagainya itu... singkatnya, kalau saya percaya bahwa Dia ada di dekat urat leher saya ketika saya sedang latihan menjadi manusia baik -misalnya sholat-, maka latihan itu akan jauh lebih efektif. Begitu pula halnya bila saya dihadapkan pada perempuan seksi yang mengenakan rok mini...


    Jadi saya termasuk orang yang mungkin dianggap terbelakang oleh teman-teman theis... saya memilih untuk percaya, lalu melatih diri, memupuk kepercayaan itu berdasarkan fakta-fakta terbatas yang bisa saya cerna. Keyakinan saya dipupuk dari akumulasi hal-hal sederhana yang sangat duniawi... bukan pemahaman tinggi tentang ketuhanan.Saya bukan tipe-tipe yang telah memecahkan teka-teki ketuhanan sehingga menjadi manusia berkeyakinan sempurna...

    ***

    Mungkin kalau dirangkum, kecintaan saya terhadap Tuhan adalah akumulasi dari kebersamaan kami. Seperti saya mencintai istri yang telah bersama-sama saya melewati suka duka kehidupan selama bertahun-tahun. Meskipun di mata saya perempuan satu ini adalah paradoks besar, susah dimengerti (bahkan setelah menikah sekian lama), dan suka melanggar rencana keuangan yang sudah saya buat dengan rapih dan teliti , tapi yang namanya cinta mati... ya terima nasib ... semua itu jadi tidak lagi penting...

    Mungkin cinta ini cuma ilusi, cuma endhorphine di otak, cuma bayangan yang tidak penting... but hey, it works
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  8. #88
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Yang saya lakukan cuma telaah sebab-akibat sederhana. Dokumen-dokumen baku konsep ketuhanan yang dipercaya masyarakat luas di seluruh dunia semuanya menginginkan kebaikan bagi manusia, pelarangan kekuasaan absolut, dominasi ekonomi, dan penindasan terhadap manusia atau alam. Secara konsisten ada penekanan atas cinta kasih dan kesejahteraan bersama umat manusia. Di agama yang saat ini saya anut -setahu saya- tidak ada pemaksaan atas kepemilihan kita atas Tuhan, dan tidak ada konsekuensi buruk yang harus dijatuhkan pada orang yang memilih Tuhan yang berbeda. Hukuman yang tegas dan jelas dalam catatan agama saya semuanya terkait dengan tindakan-tindakan kriminal antar manusia, kerugian-kerugian badaniah, finansial, ataupun psikis yang disebabkan oleh manusia pada manusia lain, bukan manusia kepada Tuhan.
    Ane hargai cara mbah Alip "melihat" tuhan.

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    ...Tuhan adalah sebuah teknologi sosial yang menyejahterakan dan meninggikan martabat manusia.
    Mungkin lebih tepatnya tuhan seperti pisau, dapat utk membunuh tapi dapat juga utk memotong apel. Tapi jangan lupa, makan apel pun bisa tanpa perlu kehadiran pisau.

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    ... seandainya Tuhan itu ada, Dia adalah sosok yang bertujuan baik bagi manusia... seluruh konsep baku-nya mengarah ke sana. Adapun mengenai eksistensi dan atributnya yang menjadi paradoks, ya seperti saya sebut sebelumnya, tidak ada relevansinya dengan fungsi kehadiran Dia dalam kehidupan kita, jadi bukan hal yang penting untuk diselami.
    Bagaimana mbah Alip melihat kenyataan adanya (misalnya) genocide atas nama tuhan? Bukankah kehadirannya justru jadi bikin masalah?

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Mungkin kalau dirangkum, kecintaan saya terhadap Tuhan adalah akumulasi dari kebersamaan kami. Seperti saya mencintai istri yang telah bersama-sama saya melewati suka duka kehidupan selama bertahun-tahun. Meskipun di mata saya perempuan satu ini adalah paradoks besar, susah dimengerti (bahkan setelah menikah sekian lama), dan suka melanggar rencana keuangan yang sudah saya buat dengan rapih dan teliti , tapi yang namanya cinta mati... ya terima nasib ... semua itu jadi tidak lagi penting...

    Mungkin cinta ini cuma ilusi, cuma endhorphine di otak, cuma bayangan yang tidak penting... but hey, it works
    I see...

  9. #89
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Mungkin lebih tepatnya tuhan seperti pisau, dapat utk membunuh tapi dapat juga utk memotong apel. Tapi jangan lupa, makan apel pun bisa tanpa perlu kehadiran pisau.
    Saya sendiri lebih suka makan apel tanpa pisau, gragot is the best
    Tapi menghilangkan pisau sama sekali dari budaya kita kok rasanya tidak bisa. Bagaimanapun juga bilah pisau atau apapun yang memiliki sisi tajam adalah penemuan teknologi dasar yang menjadi pondasi bagi teknologi lainnya. Demikian pula konsep ketuhanan, banyak sekali teknologi sosial yang kita nikmati dan taken for granted saat ini didasari oleh teknologi ketuhanan. Misalnya HAM, kemerdekaan, egalitarianisme, dan beberapa aliran psikologi eksistensial.

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Bagaimana mbah Alip melihat kenyataan adanya (misalnya) genocide atas nama tuhan? Bukankah kehadirannya justru jadi bikin masalah?
    Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri. Sejarah memang mencatat banyak kegiatan biadab dilakukan atas nama Tuhan. Tapi seperti halnya rok mini yang kita bahas di sebelah, kita perlu memisahkan antara rok mini dan otak pemerkosa. Rok mini tetap hanya sebuah teknologi, yaitu memberi informasi maksimal dengan biaya minimal, yang kehadirannya terpisah dari naluri psikopatik yang sudah tertanam di otak para pemerkosa.

    Kalau kita mencermati banyak kasus genosida, kita akan termukan bahwa Tuhan dalam kasus-kasus tersebut adalah pelengkap penderita, akar genosida biasanya bisa dilacak pada dendam antar etnis atau suku tertentu.

    Satu hal yang saya perhatikan, bahwa identitas keagamaan biasanya menyatu dengan identitas lainnya. Kecuali pada kasus-kasus pindah agama yang luar biasa, pada umumnya kepemelukan agama ditentukan oleh etnis, kondisi budaya, identitas sosial, pandangan politik, dan bahkan status kewargaan. Akibatnya, kita seringkali rancu menerjemahkan genosida oleh satu etnis terhadap etnis lain sebagai bagian dari proyek yang mengatasnamakan ketuhanan. Saya sih percaya, kitab suci agama-agama besar yang saat ini masih dipeluk oleh manusia di muka bumi ini, tidak satupun yang mendukung kegiatan genosida semacam itu.

    Mungkin berbeda dengan sebagian orang, saya lebih berharap bahwa konsep ketuhanan akan berkembang sampai pada tahap di mana agama sudah lepas dari ikatan keetnisan. Bahwa ketuhanan bukan lagi masalah identitas, yaitu saya umat apa, tapi kepada apa yang bisa saya lakukan untuk kesejahteraan semua umat di muka bumi... bahwa perbedaan ada untuk membuat kita saling mengenal dan bekerja sama dengan menyinergikan kekuatan dan kelemahan kita masing-masing... bukan untuk diperuncing dan membuat kita saling bertikai.

    Jadi bukan menghilangkan teknologinya, tapi menelitinya lebih dalam dan menggunakannya dengan lebih produktif
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  10. #90
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Mungkin berbeda dengan sebagian orang, saya lebih berharap bahwa konsep ketuhanan akan berkembang sampai pada tahap di mana agama sudah lepas dari ikatan keetnisan. Bahwa ketuhanan bukan lagi masalah identitas, yaitu saya umat apa, tapi kepada apa yang bisa saya lakukan untuk kesejahteraan semua umat di muka bumi... bahwa perbedaan ada untuk membuat kita saling mengenal dan bekerja sama dengan menyinergikan kekuatan dan kelemahan kita masing-masing... bukan untuk diperuncing dan membuat kita saling bertikai.

    Jadi bukan menghilangkan teknologinya, tapi menelitinya lebih dalam dan menggunakannya dengan lebih produktif
    Kalau ane lihat penjelasan mbah Alip, tampaknya mbah Alip lebih memperhatikan ajaran (yg diyakini dari) tuhan dari pada tuhan itu sendiri. Kemudian mbah Alip melihat bahwa ajaran tuhan pada esensinya adalah kebaikan. Tapi bagaimana dengan ajaran Kristen yg mengatakan keselamatan hanya melalui Yesus dan ajaran Islam ttg tauhid sbg pintu surga? Apakah ajaran seperti itu adalah sebuah kebaikan?


  11. #91
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636

    terus terang saya nggak terlalu ngerti pertanyaannya, Eyang Purba. Mungkin karena terlalu lama pakai kacamata orang Theis, jadinya tidak langsung nangkep...


    Dalam hal apa klaim Kristen bahwa keselamatan hanya melalui Yesus dan klaim Islam bahwa tauhid sebagai pintu surga bukan merupakan kebaikan?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  12. #92
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Alip
    ...Dokumen-dokumen baku konsep ketuhanan yang dipercaya masyarakat luas di seluruh dunia semuanya menginginkan kebaikan bagi manusia, pelarangan kekuasaan absolut, dominasi ekonomi, dan penindasan terhadap manusia atau alam. Secara konsisten ada penekanan atas cinta kasih dan kesejahteraan bersama umat manusia. Di agama yang saat ini saya anut -setahu saya- tidak ada pemaksaan atas kepemilihan kita atas Tuhan, dan tidak ada konsekuensi buruk yang harus dijatuhkan pada orang yang memilih Tuhan yang berbeda...
    Perhatikan yg digarisbawahi.

    Dlm Islam ada ajaran tauhid dimana pengingkaran thd tauhid adalah dosa tidak terampuni (sebuah konsekuensi buruk). Juga orang bisa disebut muslim setelah mengucapkan syahadat. Apakah ini sebuah ajaran kebaikan?

    Dlm Kristen ada ajaran bahwa hanya melalui Yesuslah manusia akan selamat. Artinya penolakan kepada Yesus berakibat tidak selamat (juga sebuah konsekuensi buruk). Apakah ini juga sebuah ajaran kebaikan?

  13. #93
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Oooo.... gituuuu....

    Moga-moga pemahaman saya atas pertanyaan Eyang Purba nggak keliru...

    Soal konsekuensi buruk,
    Dari apa yang saya pahami atas agama saya, tidak ada penghakiman atau hukuman boleh dijatuhkan pada seseorang semata-mata atas pemilihan agama. Penghakiman hanya boleh dilakukan atas tindakan seseorang di masyarakat, bukan karena pilihan agamanya. Bahkan memaksakan agama juga bukan hal yang dianjurkan.

    Adapun soal ketentuan untuk menerima Tuhan dari satu agama tertentu ketika kita ingin menjalani agama tersebut, itu adalah sebuah syarat perlu. Seperti kita bicarakan sebelumnya, susah juga sholat kalau tidak menerima kehadiran Allah, atau menjadi Kristen yang pengasih tanpa menghayati kehadiran Yesus.

    Lalu mungkin ini yang dimasalahkan Eyang Purba, kalau ada dua klub besar yang mengklaim kebenaran, jadi siapa yang akan masuk neraka? Penganut Liverpool atau Manchester United? Secara para fans fanatik pada keagungan klub mereka masing-masing...

    Dalam benak saya, selama tidak ada hooligan terlibat, tidak ada masalah .
    Selesai pertandingan, masing-masing fans bisa pergi ke pub terdekat untuk minum bir dan membicarakan pertandingan seru yang baru mereka tonton. Besoknya mereka bisa kembali ke tempat kerja masing-masing dengan lebih fresh...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  14. #94
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Pusing bacanya

    Tuhan itu BAIK.

    Kejahatan timbul karena manusia diciptakan dengan FREE WILL.
    Konsekuensi logis dari Free Will adalah kebaikan dan kejahatan.

    Dengan adanya FREE WILL maka manusia BERTANGGUNG JAWAB 100% atas semua yg dia perbuat,
    tanggung jawab bukan berada pada sang penciptanya.

    Kalau masih ada orang yg berusaha mengatakan bahwa kejahatan manusia akibat Tuhan memberikan Free Will sehingga timbul kejahatan, artinya orang itu belum paham yg namanya Free Will.

    FREE WILL memutus tanggung jawab sang pencipta terhadap kelakuan ciptaannya karena 100% kebebasan ada ditangan ciptaan.

  15. #95
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    Harusnya judulnya diganti kenapa tuhan memberi free will kepada manusia yang mengakibatkan munculnya perilaku jahat pada manusia

  16. #96
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Soal konsekuensi buruk,
    Dari apa yang saya pahami atas agama saya, tidak ada penghakiman atau hukuman boleh dijatuhkan pada seseorang semata-mata atas pemilihan agama. Penghakiman hanya boleh dilakukan atas tindakan seseorang di masyarakat, bukan karena pilihan agamanya. Bahkan memaksakan agama juga bukan hal yang dianjurkan.
    Di Iran, seorang muslim diancam hukum gantung jika keluar dari Islam dan mereka melakukan itu atas keyakinan bahwa itu adalah perintah tuhan. Jika mbah Alip menolak pemahaman seperti di Iran itu, itu boleh saja. Tapi bukan itu yg ane maksud..

    Mbah Alip melihat bahwa ajaran tuhan adalah ajaran kebaikan. Banyak sekali ajaran tuhan tsb. Ane ambilkan satu contoh dari ajaran tuhan tsb misalnya pengakuan tauhid dlm Islam atau percaya Yesus dlm Kristen sbg pintu keselamatan (ini bisa dicek di dlm kitab2 yg dianggap punya otoritas kesucian dlm agama2 tsb). Tuhan dlm Islam mengajarkan bahwa hanya pengakuan tauhidlah pintu masuk keselamatan. Juga tuhan dlm Kristen mengajarkan bahwa hanya percaya Yesuslah pintu masuk keselamatan. Itu artinya tuhan2 tsb menunjukkan bahwa orang2 yg tidak percaya mereka adalah orang2 yg tidak selamat. Nah, apakah ajaran tuhan seperti itu adalah ajaran kebaikan?

    Misalnya si purba berbuat kebaikan, misalnya juga menolong seorang nenek menyeberangi jalan (contoh klasik ). Tetapi karena si purba tidak mengakui Allah swt sbg tuhan atau tidak percaya Yesus sbg tuhan, maka bagi tuhan2 tsb, si purba adalah orang yg merugi, orang yg tidak selamat, orang yg celaka, orang yg tidak berbuat baik, dst. Nah, apakah ajaran tuhan seperti itu adalah ajaran kebaikan?

    Last edited by purba; 04-10-2011 at 09:56 PM.

  17. #97
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    FREE WILL memutus tanggung jawab sang pencipta terhadap kelakuan ciptaannya karena 100% kebebasan ada ditangan ciptaan.
    Nah, apakah keputusan tuhan utk memberikan 100% freewill kepada manusia adalah sebuah keputusan yg bijak?

  18. #98
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Di Iran, seorang muslim diancam hukum gantung jika keluar dari Islam dan mereka melakukan itu atas keyakinan bahwa itu adalah perintah tuhan. Jika mbah Alip menolak pemahaman seperti di Iran itu, itu boleh saja. Tapi bukan itu yg ane maksud..

    Mbah Alip melihat bahwa ajaran tuhan adalah ajaran kebaikan. Banyak sekali ajaran tuhan tsb. Ane ambilkan satu contoh dari ajaran tuhan tsb misalnya pengakuan tauhid dlm Islam atau percaya Yesus dlm Kristen sbg pintu keselamatan (ini bisa dicek di dlm kitab2 yg dianggap punya otoritas kesucian dlm agama2 tsb). Tuhan dlm Islam mengajarkan bahwa hanya pengakuan tauhidlah pintu masuk keselamatan. Juga tuhan dlm Kristen mengajarkan bahwa hanya percaya Yesuslah pintu masuk keselamatan. Itu artinya tuhan2 tsb menunjukkan bahwa orang2 yg tidak percaya mereka adalah orang2 yg tidak selamat. Nah, apakah ajaran tuhan seperti itu adalah ajaran kebaikan?

    Misalnya si purba berbuat kebaikan, misalnya juga menolong seorang nenek menyeberangi jalan (contoh klasik ). Tetapi karena si purba tidak mengakui Allah swt sbg tuhan atau tidak percaya Yesus sbg tuhan, maka bagi tuhan2 tsb, si purba adalah orang yg merugi, orang yg tidak selamat, orang yg celaka, orang yg tidak berbuat baik, dst. Nah, apakah ajaran tuhan seperti itu adalah ajaran kebaikan?

    Dalam Kristen, orang bisa selamat apabila 100% tidak berdosa, jadi Purba tidak usah percaya Yesus dan bisa masuk sorga kalau tidak pernah berdosa.
    Dosa adalah hutang, Neraka adalah tempat pembayaran hutang.

    Quote Originally Posted by purba
    Nah, apakah keputusan tuhan utk memberikan 100% freewill kepada manusia adalah sebuah keputusan yg bijak?
    Beberapa Filsuf seperti Hegel sudah membahas masalah ini, kesimpulannya adalah dunia yg sekarang adalah option terbaik dari pilihan2 apapun.
    Bila manusia diciptakan tanpa Freewill maka manusia bisa dicipta 100% baik tapi tanpa moral, sama seperti robot, ini adalah option yg lebih buruk daripada pemberian Freewill.

  19. #99
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Dalam Kristen, orang bisa selamat apabila 100% tidak berdosa, jadi Purba tidak usah percaya Yesus dan bisa masuk sorga kalau tidak pernah berdosa.
    Dosa adalah hutang, Neraka adalah tempat pembayaran hutang.
    Kristen mengajarkan bahwa manusia berdosa sejak Adam terbuang dari surga. Artinya apa? Tidak ada orang yg 100% tidak berdosa. Semua orang berdosa dan hanya bisa bersih dari dosa tsb jika percaya Yesus tuhan. Apakah ini sebuah ajaran tuhan yg baik?

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Beberapa Filsuf seperti Hegel sudah membahas masalah ini, kesimpulannya adalah dunia yg sekarang adalah option terbaik dari pilihan2 apapun.
    Bila manusia diciptakan tanpa Freewill maka manusia bisa dicipta 100% baik tapi tanpa moral, sama seperti robot, ini adalah option yg lebih buruk daripada pemberian Freewill.
    Jadi surga lebih buruk dari dunia?

  20. #100
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Kristen mengajarkan bahwa manusia berdosa sejak Adam terbuang dari surga. Artinya apa? Tidak ada orang yg 100% tidak berdosa. Semua orang berdosa dan hanya bisa bersih dari dosa tsb jika percaya Yesus tuhan. Apakah ini sebuah ajaran tuhan yg baik?

    Dosa Adam memang mengakibatkan kerusakan di dunia, tapi manusia tetap harus mempertanggung jawab kan perbuatannya masing2, jadi kalau Purba tidak berdosa ya tidak usah bayar hutang apa2 alias masuk surga.

    Quote Originally Posted by purba
    Jadi surga lebih buruk dari dunia?

    Surga baru bisa disebut baik karena merupakan konsekuensi dari Freewill

Page 5 of 6 FirstFirst ... 3456 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •