Sebenarnya, sangat tidak mengherankan untuk mendengar bahwa Starvision merilis seri ketiga dari franchise Get Married, Get Married 3, pada liburan Lebaran tahun ini. Walaupun seri kedua dalam franchise ini, Get Married 2 (2009), secara jelas menunjukkan adanya sebuah penurunan kualitas yang cukup signifikan, namun Get Married 2 masih mampu tampil sebagai salah satu film dengan raihan jumlah penonton terbanyak pada tahun rilisnya. Jelas merupakan sebuah pertanda bahwa franchise ini masih mampu tampil menarik bagi banyak orang sekaligus memiliki potensi besar untuk kembali menghasilkan keuntungan jika kisahnya dilanjutkan. Dan Get Married 3 pun akhirnya menemui masa rilisnya.
Jika pada Get Married 2 menandai perubahan nama yang bertanggung jawab pada departemen penulisan naskah – Cassandra Massardi menggantikan posisi Musfar Yasin yang menulis naskah Get Married (2007) – maka pada Get Married 3 posisi Hanung Bramantyo sebagai seorang sutradara kini digantikan oleh Monty Tiwa. Cassandra Massardi masih duduk sebagai penulis naskah pada seri ketiga ini dengan menuliskan naskah dari ide cerita yang dicetuskan oleh Din Syamsuddin (Yep! Din Syamsuddin sang pemuka agama tersebut). Bukan bermaksud untuk memandang sebelah mata, namun perpaduan Cassandra Massardi (Kabayan Jadi Milyuner, 2010) dengan Monty Tiwa (Laskar Pemimpi, 2010)? Jelas akan membuat banyak orang telah dapat mengetahui kualitas penceritaan seperti apa yang akan mereka dapatkan pada film ini.
Kekuatan utama Get Married 3 jelas berada pada para jajaran pemerannya yang mampu tampil menghidupkan karakter maupun dialog mereka dengan baik. Selain Fedi Nuril dan beberapa pemeran pendukung, seluruh jajaran pemeran utama memang merupakan para pemeran yang telah turut serta menghidupkan franchise Get Married semenjak awal. Wajar saja bila Nirina Zubir, Meriam Bellina, Jaja Mihardja, Ira Wibowo, Deddy Mahendra Desta, Ringgo Agus Rahman dan Amink mampu tampil sangat nyaman dengan karakter yang mereka bawakan sekaligus mampu mempertahankan chemistry yang erat antara setiap karakter yang ada di dalam jalan cerita.
Fedi Nuril sendiri cukup mampu tampil menyesuaikan diri dengan jajaran pemeran lainnya. Walau pada beberapa bagian Fedi masih terlihat terlalu serius (dan terlalu cerdas) untuk memerankan karakter Rendy yang kadang clueless tentang kehidupan sekitarnya, namun kehadiran Fedi setidaknya tidak semakin menambah buruk kualitas franchise komedi ini. Walaupun karakter yang ia perankan cukup dangkal, Ratna Riantiarno masih mampu memberikan kemampuan akting unggulannya – seperti biasa – dalam memerankan karakter Nyai. Ratna mampu membuat karakter Nyai menjadi sesosok wanita dengan ‘masa lalu gelap’ yang kemudian mempengaruhinya untuk berbuat ‘sadis’ terhadap orang-orang di sekitarnya. Sebuah penggambaran yang komikal, namun mampu diterjemahkan dengan baik oleh Ratna.
Mungkin, bagi penonton yang hanya ingin mencari hiburan semata tanpa mau terlalu dalam melihat plot cerita dan segala hal filmis yang hadir dalam sebuah film, Get Married 3 masih mampu menghadirkan sebuah jalan cerita yang menghibur. Pun begitu, hal tersebut hanya akan bertahan pada setengah dari durasi film saja. Kedangkalan jalan cerita dan penggalian karakter lama-kelamaan akan membuat Get Married 3 terasa terlalu dipaksakan untuk tampil melucu. Jajaran pemeran film ini masih cukup mampu untuk tampil menghibur. Namun tetap saja, hal tersbeut tidak akan banyak membantu penurunan kualitas dari seri komedi yang sepertinya telah benar-benar harus diakhiri ini.
sumber