pilih si bayi/anak untuk diperjuangkan hidupnya.
Yang tua kalau dibiarkan hidup, akan stress kare
na mengetahui hidupnya bertumbalkan nyawa se
orang anak kecil.
pilih si bayi/anak untuk diperjuangkan hidupnya.
Yang tua kalau dibiarkan hidup, akan stress kare
na mengetahui hidupnya bertumbalkan nyawa se
orang anak kecil.
kata siapa anak mati bisa bikin lg? anak yg tiada itu lalu lahir anak lain justru makin m'buat ortunya galau![]()
ya itu kan pilihan masing2. no right no wrong. dan ga usah maksain yg kita rasain harus sama dgn yg org lain rasain.
^ kepinginnya kan? tapi tetep aja nggak bisa dipaksakankrn dipaksakan oleh pihak yg memaksa dan minimnya empati dr pihak yang dipaksa, makanya terjadi clash
Kalo gak salah di panduan pernikahannya katolik, seseorang wajib mendahulukan pasangannya daripada anaknya, misalnya di kapal tenggelam dan kamu cuma bisa menyelamatkan 1 orang, maka selamatkan pasanganmu dan korbankan anakmu.
CMIIW
intinya gw ga minta org ngerasain apa yg gw rasain ketika kehilangan anak, tapi m'bahas ga semudah itu ambil keputusan
---------- Post added at 05:11 PM ---------- Previous post was at 05:07 PM ----------
teorinya lebih baik kehilangan hidup buat yg tdk ada harapan, tetapi prakteknya tidak semudah itu. meski harus memiih jg
Biarkanlah Tuhan yang memilih, Dia zahir melalui siapa.........