[Calcioscommesse] Sidang Banding – Carobbio Menghindari Konspirasi Internasional

Seperti yang telah kita ketahui bersama, kemarin telah diselenggarakan sidang banding pertama kasus Calcioscommesse. Antonio Conte & Angelo Alessio sebelumnya telah dikenai skorsing 10 bulan & 8 bulan akibat mengetahui namun tidak melaporkan tentang kegiatan ilegal betting saat keduanya masih berada di Siena. Dalam sidang banding yang diadakan di Roma ini, Conte beserta tim pengacaranya memperjuangkan agar semua tuduhan dicabut.
Usai memenangkan Trofeo Berlusconi Minggu malam, Conte tinggal di Milan dan pada senin pagi pukul 07.00 berangkat menuju ke Roma. Setelah melakukan pertemuan dengan tim pengacaranya, Conte tiba di pengadilan Roma pada pukul 13.30 atau sekitar 30 menit sebelum persidangan di mulai. Ditemani oleh tim pengacaranya yang terdiri dari Giulia Bongiorno, Antonio De Rensis dan Luigi Chiappero. Conte tampak santai dan menebar senyum ke puluhan wartawan yang sudah menunggu di luar. Sekilas tentang tim pengacara Conte, Antonio De Rennis adalah pengacara pribadi Conte, Luigi Chiappero merupakan pengacara dari Juventus dan yang paling fenomenal adalah Giulia Bongiorno. Giulia memang baru saja bergabung dengan tim pembela Conte usai komisi disiplin menjatuhkan skorsing 10 bulan beberapa waktu lalu. Namun pengacara wanita ini sangat terkenal di Italia. Bahkan The Guardian bahkan menyebutnya sebagai satu-satunya wanita yang ditakuti oleh Berlusconi.


Giulia Bongiorno Saat Tiba di Pengadilan Roma Kemarin

Kembali ke persidangan Roma. Persidangan dimulai pukul 14.00 CET dan diawali dengan pembelaan kasus-kasus lain sedangkan giliran Conte tiba pukul 17.00 waktu setempat. Dalam persidangan kemarin Beppe Marotta & Angelo Alessio juga hadir untuk memberi semangat kepada sang Alenatore.
Awalnya penulis tidak mengerti dengan alur sidang banding di Italia ini. Dimana masing-masing pembela hanya diberikan waktu masing-masing 5-10 menit untuk melakukan pembelaan. Tidak ada pemanggilan saksi atau bukti baru yang diajukan. Thanks to @fidanzata1897 yang memberikan pencerahan, bahwa keadilan di sini bersifat subjektif. Dimana hakim yang berbeda dapat memberikan vonis yang berbeda pula meskipun berdasarkan kepada bukti & saksi yang sama. Para pengacara, walaupun tidak memberikan bukti baru, namun tetap berkesempatan untuk menegaskan poin-poin penting dalam pembelaannya. Hanya saja perlu dicatat bahwa persidangan ini dilangsungkan di Federal Court. Jadi memang diselenggarakan oleh Pengadilan Negeri namun penyelenggaranya tetap FIGC, jadi hakim-hakimnya tetap ditunjuk oleh FIGC. Untuk pertanyaan yang bersifat teknis persidangan bisa diajukan langsung kepada rekan kami @Fidanzata1897. Kita kembali ke jalannya persidangan banding.

Setelah sempat diskorsing, baru pada pukul 18.38 tim pembela Conte diberi kesempatan menyampaikan pembelaan. Yang pertama kali berbicara adalah Giulia Bongiorno. Dalam kesempatan ini Giulia berusaha memaparkan fakta untuk merusak kredibilitas Carobbio dimata hakim.

“Strategi pembelaan yang dilakukan Carobbio sangat jelas sekali. Carobbio ingin menghindari hukuman akibat konspirasi kejahatan internasional dan mengalihkannya ke Sporting Fraud (Kecurangan Olahraga) yang bersifat lokal. Sebagai perbandingan, untuk kasus yang sama di Turki, pelaku konspirasi kejahatan internasional dijatuhi hukuman 13 tahun penjara. Carobbio ingin menghindari hal ini sehingga menuduh Conte dan rekan-rekannya untuk memperkecil peran Carobbio serta lingkup dalam skandal ini” Giulia Bongiorno
Pernyataan Giulia saat melakukan pembelaan di atas sangat jelas. Dengan menuduh Conte & Staff maka skandal ini akan fokus pada lingkup lokal, bukan konspirasi internasional. Giulia mengambil contoh skandal illegal betting yang mencuat di Turki tahun lalu. Saat itu banyak sekali tokoh yang dijebloskan ke penjara dimana tuntutan paling berat dikenakan kepada anggota organisasi konspirasi kejahatan internasional. Tuntutan jaksa di Turki bahkan ada yang sampai 42 tahun penjara. Ini sebagai acuan bahwa Carobbio terlibat dalam sebuah kejahatan serius dan untuk meringankan hukuman serta melokalisir kasus (tingkat lokal klub dan bukan konspirasi internasional) maka Carobbio menyeret nama Conte dan Staff.



Tidak hanya itu, Giulia Bongiorno juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang system pengadilan di Italia, khususnya kepada Jaksa penuntut Stefano Palazzi.

“Bagi komisi disiplin dan jaksa penuntut, Carobbio adalah Tuhan, yang tidak pernah berbohong dan pernyataannya dapat dipercaya 100%.”
“Saya punya banyak pengalaman di dunia persidangan dan satu-satunya cara untuk melakukan pembelaan adalah dengan melakukan pemeriksaan tandingan (cross-check). Disini Gervasoni sudah diintegorasi sebanyak 450 pertanyaan dan mengatakan bahwa Carobbio telah berbohong. Tapi temuan ini ditolak begitu saja oleh pengadilan. Tidak hanya itu, pengadilan membuat dalil sendiri dengan hanya mengandalkan logika bahwa jika Stellini (salah satu coach bawahan Conte) menerima plea bargain dan mengakui kesalahannya maka sudah pasti Conte juga terlibat. Sebuah logika bahwa jika bawahan terlibat maka atasan pasti terlibat. Pengadilan tinggi bahkan sudah mengakui bahwa ini adalah sebuah kesalahan logis.”
“Conte sama sekali tidak mengetahui adanya skandal ini, karena kejahatan seperti ini selalu tersentralisasi. Jika benar Conte tahu untuk apa dia membicarakannya di depan semua pemain?. Kami juga punya bukti bahwa Conte tidak mengetahui hal ini. Stellini adalah orang yang mendatangi Carobbio untuk menawarinya terlibat dalam skandal ini, tapi saat itu Stellini berkata kepada Carobbio: “Tenang saja, saya tidak akan mengatakan apapun kepada Conte” untuk menenangkan Carobbio.”
Giulia Bongiorno
Dari pembelaan yang dilakukan oleh Tim pengacara Conte di atas, logika-logika sudah dipaparkan sebagai pembelaan bahwa Conte tidak terlibat. Lebih jauh dalam persidangan kemarin Palazzi juga melakukan blunder saat membela diri dimana Ia mengatakan tidak melibatkan 23 pemain yang ada di kamar ganti Siena karena mereka bisa saja beralasan sedang ada di kamar kecil. Sedangkan para staff Conte semuanya tidak boleh meninggalkan ruangan hingga pasti tahu mengenai skandal ini. Jadi menurut Palazzi bisa saja ke semua 23 pemain itu pergi ke kamar kecil dalam waktu yang bersamaan.
Memang jika dilihat dari jalannya persidangan banding kemarin, tim pengacara Conte sudah melakukan tugas dengan baik. Terutama fakta bahwa Carobbio ingin menghindari tuntutan terlibat dalam konspirasi kejahatan internasional agar tidak dijatuhi hukuman penjara dalam waktu yang lama.
Kini semuanya kita kembalikan lagi ke Hakim Komisi Disiplin yang baru akan mengumumkan hasil sidang banding pada hari rabu.
Hari ini giliran Bonucci & Pepe yang hadir di persidangan Roma untuk menghadapi sidang banding. Kali ini Palazzi yang tidak puas dengan putusan bebas yang diterima Bonucci & Pepe hingga mengajukan banding. Kita tunggu saja kelanjutan dagelan calcioscommesse ini hari rabu mendatang.
just have read this ,

Conte: I'm innocent and want to return to the Juventus bench for Serie A opener

The 43-year-old has once again stressed that he did not do anything illegal, and expects to be acquitted to return to the dugout

Antonio Conte has maintained his innocence in the Scommessopoli scandal and wants to return to the Juventus bench for Saturday's Serie A opener against Parma.

The successful coach was handed a 10-month suspension for his failure to report two instances of attempted match-fixing during his time in charge of Siena, but Conte refuses to accept his punishment and has lodged an appeal.

The former Italy international is hopeful that his ban will be scrapped, and expects the judges to acquit him based on the evidence presented during a hearing on Monday.

"This entire situation is really painful for me. The accusations are not based on anything. It will be very hard for me to forget all this. This is an act of injustice and I'm confident that the judges will acquit me after reading the evidence," Conte stated to La Gazzetta dello Sport.

"I am innocent and I have a clear conscience. I am very calm and feel confident. I hope to return to the bench for this weekend's game against Juventus."

Conte initially negotiated a plea bargain with prosecutor Stefano Palazzi, but the disciplinary committee rejected the proposal for a three-month ban.

"I agree with the judges on one thing: 90 days wasn’t a suitable punishment - the right one is zero.

"Even if today I had the certainty of a three-month ban, my answer would have been 'no'. I didn’t do anything illegal and I didn’t fail to report anything."

Conte missed Juventus' 4-2 Supercoppa Italiana win over Napoli due to the suspension.
ngajuin banding , tapi di tolak , dan conte :
“Now I’ll talk”
If I could go back in time I would not accept a plea bargain because I’m innocent