diskriminasi tingkat intelegensi kali...?![]()
maksudnya gini:
klo sudah dibilang bhw ketiadaan = bukan apa2
trus darimana perumpamaan2 itu tercipta?
lalu, apa yng membedakan perumpamaan satu dng yng lainnya?![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
saya anggap perumpamaan itu teori ya? jadi pertanyaannya bagaimana teori ato kesimpulan itu tercipta?
kalo teori tercipta dari pemikiran sendiri.. brarti kembali lagi bahwa itu imajiner donk?![]()
Kalo bicara Tuhan, maka Dia itu Transendens sekaligus imanen, artinya tidak akan terjangkau akal manusia dan hanya bisa diyaqini, dalam komunitas agama semakin jauh dari persepsi manusia, maka semakin yakin akan keberadaannya.
Dimanapun didunia, bisa jadi gak disetiap desa ada sekolah , apalagi jaman dulu kala, tetapi tempat peribadatan akan selalu ada disekitar komunitas manusia terkecil sekalipun. ini menandakan fitrah manusia akan mencoba mencari dan menghubungi Tuhannya.
Bagi yg logikanya bagus pasti bisa memahami uraian saya mengenai imajiner dan nyata:
Titik adalah Imajiner karena tidak punya panjang, lebar, tinggi, maka titik hanya ada dalam imajinasi manusia.
Garis adalah Imajiner karena tidak punya lebar dan tinggi, maka tidak ada garis di dunianyata, hanya ada di khayalan manusia.
Bidang adalah imajiner karena tidak punya tinggi.
Benda yg benar2 nyata, pasti punya panjang, lebar tinggi.
Benda nyata bisa diukur dengan mengalikan Panjang x Lebar x Tinggi, hal ini bukan berarti benda tersebut ada 3.
------------------------------------
Tuhan yang Nyata punya 3 Pribadi, 3 Pribadi ini bukan berarti ada 3 Tuhan.
Kalau Tuhan hanya punya 2 pribadi atau 1 Pribadi atau tanpa Pribadi, maka Tuhan semacam itu hanya Imajiner, hanya khayalan manusia.
Halaman ini tidaklah kosong, hanja kalian beloemlah dapat melihat,
Djika ini soedah dapat membatjanja, itoe berarti halaman ini boekan kosong lagi ataoe soedah terkoeak, tidak gaib lagi...
Itoe berarti soedah menemoekan tjaranja....
tentoenja dalam menemoekan ataoe oentoek membatja toelisan ini tiap orang mempoenjai tjara jang berbeda.
Poen demikan dengan Toehan, sesoatoe yang beloem tampak boekan berarti tidak ada, namoen beloemlah kita menemoekan tjaranja jang tepat........
...Sufi bukan berarti filsuf/falasifah... arahnya lbh ke Mistikus... mm...walau mirip-mirip ya berbeda... *jadi inget surahwardi* ;d
Saya bingung sama topik ini, imajiner itu apa sih ?
Kamus bahasa Indonesia menyebutkan :
imajiner
ima.ji.ner
[a] hanya terdapat dl angan-angan (bukan yg sebenarnya); khayal
kyknya, imajiner ini berkaitan dengan sesuatu yang tidak nyata yang hanya ada dalam khayalan / angan-angan. Contoh : O2 (oksigen) dan jin BUKAN imajiner tetapi ghaib, karena ia nyata ada walaupun tidak nampak di depan mata.
Jadi sesuatu yang nyata itu tidak musti harus ada panjang, lebar, tinggi. Bahkan titik pun nyata karena ia ada, nyata dan bisa dilihat.
Saya kira, penjelasan mas PER cukup bagus untuk menjelaskan konsep ghaib.
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
gw jawab postingan pertama aja :
Tuhan itu imajiner
pendapat gw aja sih, hihihihi, secara gw cukup paham apa yg dimaksudkan TS![]()
because, imagination is a part of reality-
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
karena belum pernah melihatnya![]()
wahahahahahah
kalau saya bilang pernah merasakannya (bukan melihatnya)
maka rasa itu adalah rasa yang belum jelas
sehingga menurut saya belum pantas utk diputuskan
nah apakah Tuhan itu suatu "makhluk"?
apakah suatu "energi"?
apakah suatu "hukum alam"?
karena belum tahu kejelasannya maka kita
maaf, bukan kita, tetapi saya membuat sesuatu yang imajiner sebagai acuan![]()
dan itu disebut Tuhan (untuk sementara waktu yang tidak ditentukan)![]()
Last edited by beastmen85; 10-04-2011 at 03:53 AM.
because, imagination is a part of reality-
titik itu menunjukkan posisi koordinat x,y,z, dan titik bukan merupakan benda, posisi yang terukur, gak ada hubungannya dengan imajiner, wong menentukan posisi.
garis itu yang menguhubungkan dua titik, yang menghasilkan dimensi linier, berupa panjang, jarak dengan satuan panjang, gak ada hubungannya dengan imajiner.Garis adalah Imajiner karena tidak punya lebar dan tinggi, maka tidak ada garis di dunianyata, hanya ada di khayalan manusia.
bidang itu mempunyai satuan luas yang dibatasi oleh beberapa garis, gak ada hubungannya dengan imajiner.Bidang adalah imajiner karena tidak punya tinggi.
ketiga hal diatas terukur.
p x l x t = dimensi volume kalau itu saja yang dianggap reel, maka ente gak bisa beli sawah, lha luas atau bidang dianggap imajiner, berapa ha ente beli kebun? gak tahu luasnya sebab imajiner?Benda yg benar2 nyata, pasti punya panjang, lebar tinggi.
Benda nyata bisa diukur dengan mengalikan Panjang x Lebar x Tinggi, hal ini bukan berarti benda tersebut ada 3.
lagian kalau p,t,l adalah imajiner emang perkalian imajiner menghasilkan yang reel?, kayaknya gak pernah diajarin dah, gak tahu kalau elmu sekarang perkalian imajiner menghasilkan reel
dengan analog diatas, maksudnya pribadi 1 imajiner, peribadi 2 imajiner dan pribadi 3 juga imajiner, maka hasilnya reel gitu? weleh...weleh...weleh...analognya harus diperbaiki dulu lah masak kayak megalomanTuhan yang Nyata punya 3 Pribadi, 3 Pribadi ini bukan berarti ada 3 Tuhan.
Kalau Tuhan hanya punya 2 pribadi atau 1 Pribadi atau tanpa Pribadi, maka Tuhan semacam itu hanya Imajiner, hanya khayalan manusia.
O-ic, jadi sesuatu yang tidak pernah anda lihat, rasakan maka <<<< khayalan. Ibarat anda belum pernah melihat dan merasakan planet Pluto, maka anda katakan ia khayalan (gak eksis, cuman angan2 doang).
Sesuatu yang tidak bisa anda defisnikan atau anda ketahui bentuknya tidak serta merta merupakan benda imajiner. Udara (O2), bisa jadi anda katakan imajiner hanya karena anda tidak percaya bahwa kita menghirup udara. O2 adalah udara bukan imajiner hanya karena anda tidak tau rumus udara.
Tapi itu memang hak anda, jika anda menganggap semua yang tidak bisa anda rasakan dan anda sentuh sebagai imajiner![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Tuhan itu tidak terdefinisi
Titik
Habis
Selesai perkara.
ZZZZZzzzzzz.....
^ LOL,saya pernah liat planet Pluto oom, di foto, di wiki juga ada, udah jadi standar tanpa ada perdebatan dan macam aliran, tanpa ada perdebatan berkepanjangan ttg siapa benar, siapa salah
![]()
btw, saya nulisnya rasa ttg rasa yang belum jelas
saya juga menulis kata acuan, dan saya juga nulis "rasa yang belum jelas"
Spoiler for postingan Wallpapur:
acuan terhadap sesuatu, bukan berarti acuan terhadap segala hal, bukankah tidak mungkin melihat sesuatu yang tak terlihat hanya sebagai imajiner? yap! benar,... kalimat "bisa jadi" itu menunjukkan bahwa anda sudah membuat kesimpulan anda terhadap postingan saya
kesimpulan tanpa saya beritahukan acuan yang saya maksudkan
generalisasi neh, kita membicarakan Tuhan imajiner atau tidak, bukan udara/planet/ lain2 imjiner atau tidaksaya posting spt itu dan disimpulkan sbg sesuatu/semua yg tak terlihat saya anggap imajiner?
jangan telan mentah2 postingan saya yah,
ah, sudahlah, biarkan pendapat yang tidak relevan ini terus merongrong diri saya![]()
Last edited by beastmen85; 11-04-2011 at 01:09 AM.
because, imagination is a part of reality-
adalah org yg tidak benar benar mengenal Tuhan, yang mencoba mendefinisikan Tuhan lewat pemikiran, teori dan perasaan perasaan mereka yang fana...
hehehhe
Tuhan adalah segala sesuatu...bukan sesuatu
percayalah apa yg dikatakan ipon
![]()
Lah, jawaban anda ini kan umum
Jadi bisa dikaitkan dengan semua hal.karena belum pernah melihatnya
wahahahahahah
kalau saya bilang pernah merasakannya (bukan melihatnya)
maka rasa itu adalah rasa yang belum jelas
sehingga menurut saya belum pantas utk diputuskan
Padahal, banyak juga yang suka berdoa tiba2 mendapat petunjuk / bisikan dalam hati. Siapa yang membisiki tsb ? jika kita percaya adanya jin/setan, maka tidak menutup kemungkinan percaya adanya tuhan. Tapi jika anda tetap menuntut harus melihat untuk yakin ... maka yang anda lihat planet Pluto itu belum tentu sebenarnya karena mungkin anda hanya melihat dari gambar, dari film yang mana <<<< ini anda percayai 100% walau gak liat dengan mata kepala secara langsung.
Sama saja dengan hewan purbakala, anda ketahui dari gambaran para ahli, walau anda gak liat langsung toh anda percaya dengan omongan ahli tsb. Kenapa sulit percaya adanya tuhan hanya karena anda tidak dapat melihatnya langsung
Tapi sudahlah, itu toh keyakinan anda![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Tuhan adalah imajinasi manusia dlm merespon fenomena alam. Berarti tuhan sama saja dengan ********** religius.
![]()
wak poer nggak begitu dong saya sama pernyataan wak poer ....... mbok agak di jelaskan wak ?, sudah terbukti kan kalau membuat definisi nyata tuhan itu ternyata begitu sulit? , makanya bisa di simpulkan kalau tuhan itu sebenarnya sesuatu yang imajiner tertanam dalam khayalan kolektif sehingga seolah-olah nyata . kenapa tuhan bisa begitu nyata ? itu adalah karena tuhan adalah hasil khayalan yang di wariskan , ndak percaya ???... coba perhatikan diri anda masing-masing apa agama dan tuhan orangtua anda? lah itulah pemahaman tentang tuhan yang tertanam dalam diri anda. makanya saya menyebut di sini tuhan adalah warisan nenek moyang.
kalau ada yang menyangkal bahwa keimanan orang tua beda dengan keimanan dirinya sayapun dengan mudah belum tentu warisan jatuh dari hasil keturunan secara biologis tapi bisa pula jatuh ke tangan orang dekat sekitar pemberi waris.
nah karena kesulitan buat pembuktian ke real an tuhan maka salahkah bila saya menyebut tuhan itu imaginer????