Gara-gara Ndableg merepet kek inang-inang, simbok jadi gugel anak manjat tiang bendera...
Sabar toh, Bleg. Anaknya ndak jatuh toh? Orangtua-nya saja ndak worry, kenapa Ndableg yang kesel??
Those who have nothing to lose, manjat tiang bendera lebih baik daripada ndak manjat tiang sama sekali, apalagi kalau dapet hadiah. Mungkin buat kita, manjat tiang bendera, manjat pinang, manjat pohon kelapa, ndak ada artinya, toh kita ndak butuh hadiah atau kalau mau kelapa muda tinggal beli. Tapi buat sebagian orang, itu prestasi atau pekerjaan mereka sehari-hari.
Kenapa harus kasiyan? Mungkin justru mereka yang kasiyan sama kita yang ndak bisa manjat apa pun, cemen ndak punya nyali.
Bule-bule di kampung sini nih, ndak punya temen curhat doang eh... depresi, jadi krisis nasional. Itu emak-emak Rohingya, anak-anak perempuannya pada hilang diculik orang, cuma bisa netesin air mata, ndak ada psikolog yang mau susah-susah dengerin mereka apalagi nolongin.
Beda dunia, beda budaya, ndak bisa dilihat dengan kacamata yang sama. Anak-anak bule, makan kacang aja alergi, ribet bener. Anak-anak Indonesia, makan kacang kalau bisa dengan kulit-kulitnya.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote