gak cuma supremasi kulit putih, tapi juga yang lain. Kalau kulit hitam, harus demokrat. kalau LGBT, harus demokrat, kalau perempuan, harus demokrat. Dan Republik dicap hanya sebagai partainya "white, straight, christian male".
Anyway, meski gue setuju-setuju aja kalau Presiden diganti, tapi mengingat gantinya Prabowo-Sandi, gue jadi mikir banget ya.
Soal Prabowo, ya semua pun tau, milih orang ini berisiko tinggi. Rekam jejak udah gak ada bagus2nya, nafsu kekuasaan tinggi, dan maunya dikelilingin orang-orang yang berprinsip ABS.
Yang unik itu Sandi. Pas di era dia kampanye buat Pilgub DKI kemaren, dia membuat dirinya seakan-akan memiliki darah betawi (padahal istrinya)
https://news.okezone.com/read/2016/0...i-orang-betawi
Sekarang dia ngaku-ngaku NU (padahal mertuanya)
http://wartakota.tribunnews.com/2018...-bisa-terpecah
Dan masih terhitung orang Indonesia Timur (ngikut2 JK)
https://regional.kompas.com/read/201...ira-pelantikan
politik identitas dimainkan sedemikian rupa, sampai semua label berusaha ditempel.
Jangan sampe aja ntar orang Batak ngasih marga buat ni orang, trus dia bisa ngaku2 Batak.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote