untuk game" mobile free to play terutama keluaran Asia emang kerasa banget kayak sapi perah. player diberi pilihan item mall, cosmetic yg nambah stat, stat upgrade, VIP membership dkk. tapi toh tetap laris, developer emang butuh uang sih, dan itu salah satu cara mereka biar bisa bertahan hidup. diantara system" tersebut yg paling buruk kayaknya yg sering dipakai distributor game Indonesia "sistem sewa senjata".

btw belum ada yg jawab pertanyaannya, kalau kalian masih muda atau anak kalian nanti mau jadi atlit eSport setuju ga?