Asumsi bahwa orang ke Bandung untuk jalan2 mengelilingi Bandung, itu menurut gue sangat Jakarta-sentris. Gak semua orang dari Jakarta ke Bandung itu tujuannya jalan2. Sangat banyak "imigran" asal Bandung yang bekerja di Jakarta dan pulang setiap akhir minggu untuk melihat keluarganya--tidak melulu jalan2 dan keliling2 Bandung. Banyak yang nge-kos di Jakarta tanpa memiliki kendaraan pribadi dan justru meninggalkan kendaraannya di Bandung.

Sulit untuk memperkirakan pangsa pasar kereta cepat Jakarta-Bandung. Tapi dari semua moda transportasi yang tersedia saat ini, pangsa pasar pengguna transportasi Jakarta-Bandung itu terbilang sangat beragam dan tidak didominasi oleh salah satu kelompok demografi saja (karena kita harus melihat Jakarta ke Bandung, dan juga Bandung ke Jakarta). Banyak pekerja dan pelajar di Bandung yang domisili aslinya di Jakarta, begitu juga sebaliknya. Banyak wisatawan dari Jakarta ke Bandung, begitu juga sebaliknya (Jakarta memiliki banyak fasilitas yang tidak dimiliki oleh Bandung).

Soal penjadwalan, ini juga jadi pertanyaan. berhubung proyek kereta cepat ini setau gue akan memiliki jalur baru dan sama sekali tidak menggunakan jalur kereta parahyangan, sangat aneh kalau jadwalnya tidak lebih banyak dari Parahyangan saat ini (yang bisa 2 jam sekali). Tapi jadwal ini juga sepenuhnya akan bergantung pada lokasi stasiun pemberhentian di Jakarta dan di Bandung itu sendiri. Kalau penempatannya kurang tepat, jadwal bisa jadi akan lebih jarang.