apa pun bahan bakarnya, dengerinnya CD teuku wisnu![]()
^ bahaya kesamber kereta![]()
R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora
kalo gitu bikin kendaraan yang wajib pertamax.
pas beli, si SPG kudu sugestiin.
'pak, motor ini berteknologi tinggi, jadi ga bisa pake bahan bakar yang abal", bahan bakarnya kudu pertamax.
Kalo bapak ga pake pertamax, dalam 1 minggu motor ini udah harus masuk bengkel.
Dan karena teknologi tinggi tadi, kalo masuk bengkel, motor ini butuh biaya yang sangat mahal.'
![]()
Motor gw sih ga bisa dikasih minum pertamak. Bisa meledak overheat..
Maklum motor sepuh th 73...
Klo PP untuk kerja menghabiskan Pertamax sebesar 2 liter lebih baik menggunakan premium mbah.
Kita hitung:
=======================
Seorang pekerja X mempunyai hari kerja 6 hari. BBM yang dihabiskan untuk PP adalah 2 liter.
Pertamax = 6 x 4(minggu) x Rp. 18.000* = Rp. 432.000
Premium = 6 x 4 x Rp. 9.000 = Rp. 216.000
Bagaimana jika gaji pegawai itu UMR mbah? Premium adalah pilihan lebih baik.
* 1 lt Pertamax= Rp. 9.000
belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com
^ 2 liter pertamax Vs premium
menghasilkan jarak tempuh yg berbeda
R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora
eh nanya dunk,
pertamax, premium, solar, minyak tanah, avtur yang bikin ngebedain harga karena apa?
Premium itu pada dasarnya = Pertamax
Sama2 bensin.
Bedanya Pertamax itu adalah Premium yang diberi tambahan/aditif berupa zat kimia yg memiliki gugus oktana (C8).
Tambahan ini apa gunanya ?
gunanya adalah agar bensin tidak terbakar saat di kompres.
Kita butuh bensin yg hanya terbakar karena dipercik api oleh busi, bukan terbakar oleh tekanan tinggi.
Bensin dengan oktan rendah akan meledak saat diberi tekanan/kompresi tinggi, ledakan ini terjadi pada waktu yg salah yaitu saat piston belum mencapai titik balik.
Ledakan2 yg salah waktu ini akan membuat mesin "terluka", akan terjadi banyak baret2, kalau sudah parah piston bisa macet.
Mesin2 mobil terbaru biasanya menggunakan sistim tekanan tinggi, jadi bensin ditekan sebelum disemprotkan keruang bakar dan dipicu dengan api dari busi.
Dengan tekanan tinggi ini maka bensin yg sama bisa menghasilkan energy yg lebih besar dan hanya sedikit bensin yg terbuang karena tidak terbakar dengan sempurna.
Minyak tanah, solar, premium, pertamax itu pada dasarnya memiliki harga yg sama.
Yang membuat Premium dan Solar lebih murah adalah subsidi pemerintah.
(aditif untuk membuat premium jadi pertamax itu murah).
Sebetulnya tidak tepat kalau disebut subsidi, karena dengan menjual Premium seharga Rp 4500 itu Pertamina sudah untung banyak, cuma kalau bisa dijual Rp 9000 tentunya Pertamina bisa untung lebih banyak lagi.
Keuntungan yg banyak menjadi keuntungan yg tidak terlalu banyak itu sebenarnya lebih tepat disebut potential lost, bukan subsidi.
Biaya untuk menyedot minyak bumi dari tambang lalu disuling menjadi Premium dan distribusikan kepada masyarakat itu murah, mungkin dibawah Rp 1000/liter.
Pemerintah tidak pernah menanam minyak bumi, tidak pernah membuat minyak bumi, itu semua tinggal nyedot (kerjasama dengan asing).
Pada dasarnya semua rakyat Indonesia berhak atas harga minyak yg murah.
Cuma takutnya kalau minyak dijual lebih murah dari pasaran nanti banyak pihak2 yg menyelundupkan minyak dari indonesia keluar negri.
Banyak negara2 yg kekurangan minyak yg mau beli minyak dengan harga mahal, tidak mungkin pemerintah mampu memerangi penyelundupan semacam ini sampai tuntas.
Maka paling aman, minyak dijual mahal ke masyarakat, lalu keuntungan dari jualan minyak ini dipakai untuk membantu masyarakat miskin yg membutuhkan. Itu idealnya.
Tapi benarkah pemerintah bisa mengelola keuntungan minyak ini dengan jujur dan menyalurkannya kepada masyarakat tanpa di korup ? itu yg susah.
Jadi kita sebagai masyarakat awam, lebih baik konsumsi Premium dan nikmatilah kekayaan alam Indonesia, daripada kita berkorban tidak mau menikmati kekayaan alam negara kita, tapi pengorbanan kita hanya untuk memperkaya pemerintah korup...
Lebih baik beli Premium, lalu gunakan uang kelebihannya untuk bersedekah membantu orang2 miskin disekitar kita, jangan mengandalkan pemerintah untuk mendistribusikan uang kita.
^ thx atas informasinya om...
Btw, ude antipati duluan ama pemerintah om...![]()
what do u x'pect some1 do 2 u, do it 1st.
Eh, tapi bukannya kita sekarang dah net importir minyak? Jadinya bukan potential kehilangan keuntungan lagi, tapi beneran subsidi.
Kalo memang ada impor ya jadi subsidi.
Tapi Impornya kan gak 100%, mungkin 10%.
Yang impor itu dijadiin pertamax dong buat mobil2 mahal.
skrg daku lbh sering pake pertamax
mesin nya jadi lebih halus suaranya
tarikan lebih manteb
kalau hematnya, paling beda sehari dua hari
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
udah terlanjur pake premium donk ya motornya, motor jadul soalnyaenak bener dikasi minum pertamax
klo mobil di rumah si ya pake pertamax, sayang mesin kata bokap, gw sih ga ngerti urusan mesin, asal bisa jalan
![]()
Selama ini pemerintah ataupun pertamina memang tidak pernah transparan dalam urusan biaya produksi premium, yang dipermasalahkan adalah besaran subsidi karena mengacu ke harga minyak dunia. Pertamina merasa (berpontensi) rugi karena menjual premium di dalam negeri dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran dunia. Artikel di Bisnis Indonesia, biaya produksi premium Rp3.913 per liter. Jika kena pajak 5% seharga Rp4.522 per liter, kalaupun subsidi hanya Rp22 per liter. Pajak itu pengembaliannya ke pemerintah, jadi jika dilihat dari resource cost, Pertamina untung. Premium yang disubsidi oleh pemerintah mungkin yang diimpor dari Singapura, harga jual premium di Singapura Rp5.600 tapi kualitasnya beda dengan yang diimpor ke Indonesia.. Indonesia suka barang KW2 atau KW3![]()
Belum ada ya SPBU yang menjual bensin campuran antara Premium dan Pertamax jadi Pertamium or Premax gitu? Semacam strategi peralihan agar tidak ketergantungan dengan Premium yang notabene merupakan BBM bersubsidi yang seharusnya subsidi itu bisa dialihkan untuk pembangunan dan perawatan infrastruktur?
![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!