Dalam bahasa-bahasa Han modern sebuah kata bisa terdiri dari lebih 1 huruf. Kata itu dibentuk dari penggabungan kata-kata(dasar) yang sudah ada dan membentuk arti lain yang bisa berhubungan secara langsung atau tidak langsung dengan makna asli kata-kata yang menyusunnya.
Sebagai contoh, dalam Bahasa Mandarin ada kata Dong (nada 1) 東 yang berarti Timur dan kata Xi (nada 1) 西 yang berarti Barat. Kedua kata dasar itu jika dikombinasikan dapat mempunyai 2 arti yaitu 東西 Dong(1)Xi(1) yang berarti Timur (dan) Barat, dan 東西 Dong(1)Xi(netral) yang berarti barang. Jadi bisa kita lihat bahwa nadanya berubah walau lafal dan hurufnya sama.
Contoh lain, kata Ni (nada 3) 你 yang berarti kamu dan kata Hao (nada 3) 好 yang berarti baik, jika dikombinasikan akan membentuk kata 你 好 Ni(2)Hao(3) yang digunakan untuk menyapa orang. Disini juga ada perubahan nada dari nada 3 menjadi nada 2.
Dalam Bahasa Mandarin perubahan ini biasanya hanya meliputi nada saja. Namun dalam bahasa-bahasa Han yang lain, terutama bahasa-bahasa Han yang memiliki tradisi oral yang lebih kuat, ada kemungkinan perubahan ini juga meliputi lafalnya. Dari posting-posting sebelumnya di thread ini bisa dilihat bahwa dalam Bahasa Hokkian memang belum ada keseragaman pendapat tentang huruf-huruf yang dipakai melambangkan sebuah bunyi. Bahkan tidak sedikit huruf-huruf yang mempunyai beberapa lafal.
Jadi sepanjang belum ada bukti yang meyakinkan bahwa huruf Chai dalam kata Ciak Chai itu berbeda dengan huruf Cai dalam kata Cap Cay, maka saya berpendapat bahwa kedua bunyi itu dilambangkan dengan huruf yang sama. Kecuali nanti jika sudah ada kesepakatan di kalangan linguist Hokkian bahwa memang hurufnya berbeda maka akan saya katakan berbeda.
Sebetulnya memang saya ada sedikit keraguan tentang huruf dalam kata Ciak Chai itu. Tetapi keraguan saya justru pada huruf Ciak, bukan pada huruf Chai. Huruf Ciak yang saya tulis itu adalah 吃. Namun ada kemungkinan juga bahwa tulisannya adalah 食. Dalam Bahasa Hokkian huruf itu dilafalkan Ciak atau C'iak. Bahkan dalam Middle Chinese huruf ini dibaca (*jhiək). Dalam Bahasa Mandarin huruf 食 dilafalkan Shi(2), Si(4) atau Yi(4).
Kata 吃素 Chi(1)3Su(3), dalam Bahasa Hokkian dilafalkan Ciak Sou. Memang kata ini adalah kata yang secara resmi berarti vegetarian. Namun pemakaiannya lebih umum dalam bahasa-bahasa utara. Dalam Bahasa Hokkian orang lebih umum memakai kata Ciak Chai daripada Ciak Sou. Jadi huruf 素 dalam Bahasa Hokkian dilafalkan dengan Sou, bukan Je, Jai, atau Chai.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote
dari dulu prakteknya begitu tanpa sadar keberadaan sandhi tone, sampe gede baru tau ada teori ginian.
