Eh, HDI justru dikembangkan oleh ekonom dari negara miskin utk mengubah penilaian kemakmuran secara nasional menjadi secara individu. Memang rumusannya tidak ada yg sempurna utk menggambarkan tingkat kemakmuran suatu bangsa, tetapi tetap lebih baik dari pada tidak ada indeks sama sekali.
Jaman Soeharto? HDI Indonesia tinggi? Tinggi dari mana? Dari langit...Tetep rendah. Coba ente googling HDI tahun 1995an.
Ya iyalah, gak ada yg ujug2, kecuali tuhan, ujug2 ada.Oh iya, saya juga nggak percaya negara asing itu ujug-ujug ingin langsung menyerang. Pasti ada yang nego tuh ama negara asing -- kalo kasus Libya sih sepertinya di-nego ama orang atasnya oposisi (pemberontak).![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Tetep rendah. Coba ente googling HDI tahun 1995an.
Reply With Quote