Mungkin gini, seandainya kemarin itu Soeharto dibela tentara sehingga alih-alih turun, malah demonstran (para mahasiswa) dibantai tentara apa kita tetap menolak campur tangan asing?
Kalo saya sendiri sih belum bisa bersikap, antara masih ingin menolak (karena alasan harga diri), tapi kasian juga ama yang dibantai.
yang jadi pembicaraan saya, kalau kamu pake analogi suharto, setelah suharto mundur atau tewas gitu, trus pasukan asing malah merengsek menguasai semua aspek kehidupan Indonesia gimana? Pada akhirnya sipil Indonesia tewas karena "kesalahan" sasaran si pasukan asing, trus gimana? masih mau dibela itu pasukan asingnya?
Pasukan amerika sudah dari dulu mau keluar dari iraq, tapi pemerintah iraq nya yang masih butuh pasukan asing karena extrimis syiah dan sunni masih terus saling membunuhi warga sipil.
nah itu...legitimasi merasa diri paling penting, padahal pasukan amerika juga suka "salah sasaran"
pada akhirnya juga rakyat sipil ditembak mati. Saya memilih meminimalisir, kalau memang harus ada segelintir orang mati. Daripada demi segelintir orang kemudian, satu negara mati semua karena pihak yang kita harapkan bantuan malah nembakin dengan alasan salah sasaran
^kalo itu saya setuju dan sepemikiran.
Btw, saya percaya kok tidak ada "free launch" di dunia ini, jadi pasti ikut campur negara asing itu ada harganya. Sekarang sih tinggal yang bersangkutan saja yang hitung untung ruginya soal ikut campur negara asing ini.
Ya kalo mau diatur2 bule silakan.. kenapa juga dulu ampe merdeka..
Kalo campur tangan asing hanya sebagai klien, dalam arti hubungan dagang, jadi partner dagang.. ya boleh2 aja.. tapi diatur2 bule mau?
Memang diatur bule bisa menguntungkan, karena elu ga perlu ngapa2in, biar mereka atur, kite bisa makan, mewah2, gaya2, tapi bulenya... tetep lebih kaya dari lu.
---------- Post added at 04:44 PM ---------- Previous post was at 04:25 PM ----------
Pertama, yakin campur tangan gara2 rakyat dibantai tentara? Itu syria ud bantai2 kagak dicampur2in. Sedangkan Libya yg belum terbukti langsung dibombardir, bahkan tanpa mendengarkan penjelasan apa pun.
Apa iya musti ada campur tangan asing? Itu yg musti dipertanyakan. Apa bukan justru karena campur tangan asing terjadi pembantaian?Kalo saya sendiri sih belum bisa bersikap, antara masih ingin menolak (karena alasan harga diri), tapi kasian juga ama yang dibantai.
Bayangkan ada demonstrasi di sebuah kampung di aceh ratusan orang berdemo, sekedar ikut2an kota2 yg lain, tiba2 dari kerumunan sipil ada orang nembak2 ke arah pasukan anti huruhara yg berjaga2. Katakanlah anggota GAM yg menyusup. apa yg tentara lakukan? Terbirit2?
Lalu mainstream media memblow up berita ini seakan2 tentara membantai sipil tanpa menceritakan latar belakang, malah langsung menjelek2an SBY telah membantai sipil di Aceh. Mungkin bisa saja SBY telpon ke gubernur aceh utk segera menghentikan tembak menembak.. tapi tentara ditembaki bisa diperintah berhenti nembak? Di wawancarai lah tokoh GAM, rakyat di kampung GAM dan kampung GAM jadi kampung media. Diputer berulang2 di mainstream media, tiap 10 menit. Percayalah kita bahwa SBY pembunuh diktator absolute yg sadis.
Ini gak terjadi di indonesia jelas.. apalagi pada SBY.. secara beliau adalah babu barat.
Last edited by ndableg; 24-11-2011 at 05:50 PM.
Indonesia bukan babu barat.
Indonesia cuma tidak memusuhi barat, sehingga tidak dimusuhi juga oleh barat.
Ah mosok banyak utang ma mereka mau musuhin.. gak relepan..
Banyak utang jadi budak, baru relepan..
Last edited by danalingga; 25-11-2011 at 07:15 AM.
Masih ada saja yg percaya campur tangan Barat sbg aksi demokrasi. Barat di Libya jelas karena minyak. Contoh yg tdk ada minyaknya: Bosnia. Barat ogah2an di situ. Hare gene masih percaya "malaikat"? Mendingan ke laut saja, mancing putri duyung...
Libya termasuk negara yg HDI (Human Development Index)-nya tinggi. Lebih tinggi dari Indonesia dan satu2nya yg tertinggi di Afrika. Artinya kualitas manusia Libya berada di atas kualitas manusia Indonesia secara rata2. Artinya juga individu Libya lebih senang dan lebih makmur dari pada individu Indonesia. Dengan intervensi Barat, bisa2 HDI Libya turun.
Barat (Amrikiyah) di Papua tetap saja HDI rakyat Papua sebatas koteka, gak makmur2.
@Purba
Gue nggak percaya kalo campur tangan itu gara-gara demokrasi. Tapi juga nggak percaya HDI tinggin mencerminkan rakyatnya makmur dan bahagia. Ingat jaman Soeharto bro, HDI Indonesia sih pasti tinggi.
Oh iya, saya juga nggak percaya negara asing itu ujug-ujug ingin langsung menyerang. Pasti ada yang nego tuh ama negara asing -- kalo kasus Libya sih sepertinya di-nego ama orang atasnya oposisi (pemberontak).
Last edited by danalingga; 25-11-2011 at 08:24 AM.
Eh, HDI justru dikembangkan oleh ekonom dari negara miskin utk mengubah penilaian kemakmuran secara nasional menjadi secara individu. Memang rumusannya tidak ada yg sempurna utk menggambarkan tingkat kemakmuran suatu bangsa, tetapi tetap lebih baik dari pada tidak ada indeks sama sekali.
Jaman Soeharto? HDI Indonesia tinggi? Tinggi dari mana? Dari langit...Tetep rendah. Coba ente googling HDI tahun 1995an.
Ya iyalah, gak ada yg ujug2, kecuali tuhan, ujug2 ada.Oh iya, saya juga nggak percaya negara asing itu ujug-ujug ingin langsung menyerang. Pasti ada yang nego tuh ama negara asing -- kalo kasus Libya sih sepertinya di-nego ama orang atasnya oposisi (pemberontak).![]()
Gw juga gak percaya aksi militer barat untuk demokrasi, tapi juga bukan karena minyak.
Buktinya banyak negara2 yg punya minyak toh gak diserang oleh barat.
Barat menyerang negara2 yg memusuhi mereka, itu alasannya.
Irak awalnya bukan musuh Amrik loh, malah anak emas. Sampe Irak gak mau dengr tetep menginvasi Kuwait. Berhubung Amrik lebih diuntungkan sama Kuwait dan Arab, Irak lah yang dimusuhi. Jadi Irak awalnya juga tidak memusuhi Amrik. Tapi AMrik memusuhi karena Irak (atau Saddam?) sudah tidak lagi menguntungkan AMrik
Jadi menurut saya ini masih urusan untung rugi lah buat Amrik
Musti ente dateng ke sana, tanya2in tuh orang2nya..
Ato coba denger pembelaan orang2 sekitarnya, perhatikan cara hidupnya, cara bicaranya, argumen2nya thd isu2nya, dengarkan pihak netral spt rusia, china, ato tetangga2 mereka negara2 afrika. Banyak sumber lah kop. Ada internet buat apa? Itu kalo elu ga mau jadi korban methode hypnotis pengulang2an berita ala mainstream media berbudget dan rating tinggi.. hayo tidur.. tidur.. badan anda terasa lemah.. tidur tidur.. maka anda tertidur...
---------- Post added at 06:35 PM ---------- Previous post was at 06:33 PM ----------
Kali ini gw bener2 cinta lu pur..
---------- Post added at 06:43 PM ---------- Previous post was at 06:35 PM ----------
Memang bukan karena minyak.. Tapi karena bully, Aslan..
Gw sebagai jagoan ud bikin aturan, elu musti nurutin aturan2 gw. Ga bisa lu punya pikiran berbeda, karena elu harus bertekuk lutut dibawah aturan2 gw. Elu mbandel, ya gw acak2 rumah lu.
Dan ini jamannya DECEPTION.. artinye.. elu2 taunya gw alim, padahal lu ga tau kejadian2 apa yg sudah gw rancang.. Supermen itu musti selalu keliatan jagoan dan dibutuhkan, kalo dunia aman, supermen ga punya kerjaan. Bahkan ente ga sadar kalo jadi budak sponsor2 supermen. Coba berapa kali ente denger berita ttg demonstrasi besar2an di kota2 besar berbulan2 di amerika, dibandingkan dgn demonstrasi di sebuah daerah di timur libya? Makanya media itu jadi senjata ampuh.
Last edited by ndableg; 25-11-2011 at 07:51 PM.
gak ada lah ujug2 memusuhi kalau bukan berdasarkan kepentingan. Kalau Saddam, Khadaffi dll itu memusuhi Barat atau sebaliknya, karena kepentingan mereka saling bertabrakan. jadi ada yang harus dimusnahkan salah satunya, supaya kepentingan mereka jalan. That's it, entah itu minyak, SDM, jualan politik dll