Rasanya yg namanya perusahaan tambang itu memang lintas negara, jadi hasil tambang itu pembagian antar perusahaan dengan negara.
Gak ada hasil tambang atau minyak yg diambil begitu saja tanpa perjanjian pembagian hasil.
Indonesia sampai sekarang masih terus berharap agar perusahaan2 penambangan asing mau masuk dan menambang disini, selain dapet bagian juga membuka lapangan kerja.
Selain masalah bagi hasil, di negara2 tertentu ada masalah politik, misalnya pemerintah Kadafi mengkapling tambang2 yg "gemuk" untuk perusahaan China dan Rusia, wilayah tambang yg "kurus2" dijual ke negara barat.
Beberapa hari yg lalu ada peta kontrak pertambangan Libya dimuat di Kompas, isinya ya perusahaan2 manca negara.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote
