Quote Originally Posted by Nharura View Post
suka banget berhalusinasi, apalagi kalau kumat penyakit depresinya, ah entah apa bener itu penyakit

yang pasti, aku suka bawa positif thinking aja dan berani melawan dengan halusinasi yang kurang baik

aku yakin, Allah gak pernah ninggalin kita sendirian, Allah selalu ada, ada atau tanpa orang lain yang membantu kita..


jadi keingat dulu pernah di pasung di ruang isolasi rumah sakit jiwa karena berhalusinasi akan kiamat, dan ada semua sahabat-sahabat
termasuk ka selma yang di Belanda, ada suaranya, tentang penukaran organ tubuh biar Indonesia merdeka...

dasar aku yang bebegoan, percaya aja halusinasi itu, akhirnya dengan di pasung kaki dan tangan pake kain yang cukup kuat diikatnya
aku nyanyi Indonesia Raya

cinta banget aku sama indonesia, alhamdulillahnya.. di halusinasiku aku disuruh bunuh diri, untungnya aku gak lakuin itu

itu kejadiannya di bulan Mei 2016, ingat banget diriku
ini berawal dari suka melamun ya Nha?
Sampai tidak bisa sulit membedakan mana yang kenyataan mana yang sekedar lamunan.
Kok jadinya serem amat, itu beneran sampai dipasung kaki n tangannya?


Quote Originally Posted by Alethia View Post
bisa begitu ya

aku skrg yg gunngbi, halusinasi itu apa hubungannya sama jin? kalau ada hubungannya, sudah lama mereka berhubungan? sejauh apa hubungannya

kalau aku ngertinya over reality alias melebih2kan suatu kondisi aja, entah itu krn boat atau kejeduk atau emang over reacted aja...i will leave the jeans from all of dis praduga

===
lain soal, gimana kalau tentang beranggapan bahwa seseorang itu bahwasanya adalah jodoh kita, walaupun skrg sdh putus dsb?
temen gw ada yg begitu, dia anggap pacarnya yg sdh putus itu sedang 'pergi berlayar" jadi dia ga mau pacaran sama org baru. bahkan sampai beliau sakit berat sebelum ahirnya mangkat, dia ttp menunggu pacarnya datang, dia yakin mas itu pasti akan datang (pdhl ngga)

itu gimana, nyambung ga ya sama topik inih
gunngbi kebayangnya nama makanan korea

kalau yang soal pacar, bukannya itu antara keinginan dan angan2 yang dipaksakan dan saking mendarah dagingnya jadi di luar batas nalar.
Nah kesambungannya dengan topik ini hanyalah : di luar batas nalar.

Sebenarnya semuanya ini ada sudut pandang tersendiri.
dan akan lebih baik dijadikan sekedar wacana atau sebatas tahu bahwa di luar sana ada yang masih meyakini hal yang begituan (ghaib)

misal, di kalangan Tionghoa mengakui bahwa selama 49 hari roh dari almarhum masih kuat ikatannya dengan alam kasar (dunia).
Pada masa peralihan selama 49 hari, merupakan hal yang sangat penting bagi almarhum maupun bagi keluarga yang ditinggalkannya.